Pernah merasa penglihatan makin buram seperti melihat di balik kaca yang berembun? Hati-hati ya, bisa jadi itu tanda katarak. Meski sering kali dianggap penyakit para lansia, faktanya katarak bisa dialami siapa saja, bahkan kita yang sedang berada di usia produktif.
Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di dunia, termasuk juga di Indonesia. Sayangnya, banyak orang yang baru menyadarinya ketika kondisi sudah cukup parah. Padahal, dengan penanganan yang tepat, penyakit mata ini bisa diatasi dan penglihatan dapat kembali jernih.
Penasaran gimana caranya? Sabar! Di artikel ini, kami akan membahas secara lengkap mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasi serta mencegahnya. Karena itu, simak sampai selesai ya!
Apa Itu Katarak?
Saya yakin banyak yang sering mendengar penyakit mata ini, entah dari orang tua, keluarga, teman, tetangga, atau dari media sosial. Namun, sebenarnya apa sih Katarak itu?
Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang normalnya bening berubah menjadi keruh. Lensa ini berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina agar kita bisa melihat dengan jelas.
Ketika lensa menjadi keruh, otomatis cahaya tidak dapat masuk dengan sempurna. Akibatnya, tentu saja penglihatan menjadi kabur, redup, bahkan seperti tertutup kabut tipis.
Bayangkan kamu sedang mengambil foto dengan kamera, tetapi lensa yang kamu gunakan penuh sidik jari. Hasilnya pasti tidak akan maksimal, kan? Nah, begitulah kira-kira kondisi mata yang mengalami katarak.
Penyebab Katarak yang Perlu Diketahui
Katarak bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba, layaknya drama plot twist. Ada berbagai faktor yang dapat memicu atau mempercepat kemunculannya, seperti:
1. Faktor Usia
Penyebab paling umum adalah penuaan. Itulah kenapa gangguan penglihatan ini banyak dialami para lansia. Seiring bertambahnya usia manusia, protein yang ada di dalam lensa dapat menggumpal dan menyebabkan kekeruhan.
Biasanya, kondisi ini mulai muncul di usia 40 tahun ke atas, meskipun gejalanya mungkin baru terasa beberapa tahun kemudian.
2. Paparan Sinar Ultraviolet (UV)
Bagi kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan ada baiknya menggunakan pelindung mata. Karena sinar UV dari matahari tidak hanya berbahaya bagi kulit saja, tetapi juga dapat merusak struktur lensa mata secara perlahan dan bisa meningkatkan risiko gangguan penglihatan ini.
3. Penyakit Tertentu
Beberapa penyakit seperti diabetes dapat mempercepat terbentuknya katarak. Itu karena, kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi cairan di dalam lensa mata.
4. Cedera atau Trauma Mata
Benturan keras atau luka pada mata bisa juga menyebabkan katarak traumatik, yang bahkan berkembang lebih cepat dibandingkan katarak akibat penuaan.
5. Penggunaan Obat Jangka Panjang
Penyebab lain dari penyakit ini adalah penggunaan obat steroid dalam jangka panjang.
6. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan katarak juga bisa menjadi faktor risiko. jadi, kalau orang tua pernah mengalami penyakit mata ini, maka ada baiknya lebih waspada sejak dini.
Gejala Katarak yang Sering Dianggap Sepele
Katarak memang identik dengan penyakit yang diderita para lansia. Meskipun kenyataannya seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, penyakit ini bisa menyerang pada siapa saja termasuk orang yang masih muda.
Oleh sebab itu, saat gejalanya muncul secara perlahan, sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal salah satu alasan katarak semakin parah adalah karena sering terlambat ditangani.
Berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
- Penglihatan kabur atau berkabut
- Sensitif terhadap cahaya atau silau
- Kesulitan melihat di malam hari
- Warna terlihat pudar atau kekuningan
- Sering mengganti kacamata tetapi ettap tidak nyaman
- Melihat bayangan ganda pada satu mata
Kalau mulai merasa dunia seperti “pakai filter jadul”, itu bukan nostalgia, tetapi itu sinyal dari mata yang perlu diperiksa. Jangan tunggu sampai penglihatan benar-benar terganggu atau bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera periksa, ya! Kamu bisa langsung ke dokter spesialis mata yang ada di KMN EyeCare.
Cara Mengatasi Katarak
Pertanyaan paling umum: “Apakah katarak bisa sembuh tanpa operasi?”. Maka jawabannya adalah belum bisa.
Ya, satu-satunya cara efektif mengatasinya adalah melalui operasi. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti lensa yang keruh dengan lensa buatan (intraocular lens).

Tenang! Kabar baiknya, operasi katarak termasuk prosedur yang relatif cepat (sekitar 15-30 menit), minim rasa sakit dan tingkat keberhasilannya tinggi. Bahkan banyak pasien yang setelah operasi merasa penglihatannya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Jadi, tidak perlu takut berlebihan, yang penting dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti yang ada di KMN EyeCare.
Tips Mencegah Katarak Sejak Dini
Ada pepatah yang mengatakan, “Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati”, kamu setuju kan? Nah, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini:
- Gunakan kacamata hitam yang mampu melindungi dari sinar UV
- Konsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan mata, seperti wortel, bayam, brokoli dan jeruk.
- Berhenti merokok karena rokok dapat mempercepat proses degenerasi pada mata.
- Rutin periksa mata, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun. Pemeriksaan rutin bisa membantu mendeteksi katarak sejak dini.
- Kelola penyakit kronik. Jika memiliki riwayat penyakit diabetes atau lainnya, pastikan kondisi tetap terkontrol dengan baik.

Penutup
Katarak bukan hanya soal penglihatan yang kabur, tetapi juga akan berdampak pada kualitas hidup. Aktivitas sederhana membaca, memasak, bahkan mengenali orang tersayang bisa menjadi tantangan. Apalagi jika digunakan untuk bekerja dan belajar.
Namun, kabar baiknya, katarak bukan akhir dari segalanya. Dengan penanganan yang tepat dan tindakan yang cepat, kita tetap bisa menikmati dunia dengan penglihatan yang jernih.
