Friday, 18 October 2019

# Health # Home Education

STOP! INILAH BAHAYA DARI CYBER BULLYING



Beberapa hari kemarin, dunia K-POP dihebohkan dengan kabar kematian penyanyi dan artis asal negeri gingseng. Choi Jin Ri alias Sulli meninggal karena bunuh diri. Di tulisan ini saya tidak akan membahas secara detail siapa itu Sulli. Namun yang ingin saya bahas adalah indikasi penyebab gantung dirinya Sulli ini.

Sulli diduga alami gangguan mental (serangan panik dan phobia sosial) dan depresi berat karena seringnya mendapat tekanan dan komentar negatif dari warganet. Sebenarnya bukan hanya Sulli yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena cyber bullying. Itu membuktikan betapa kejamnya cyber bullying ini bagi kesehatan mental seseorang. Walaupun ini sangat dekat dengan dunia keartisan maupun ketenaran. Namun, tidak menutup kemungkinan kita yang 'orang biasa' juga menjadi korban dari cyber bullying loh. Contohnya saja misal kita melahirkan secara SC, terpaksa memberikan sufor, memilih untuk tidak vaksin, belum lagi soal sarjana yang cuma jadi ibu rumah tangga, tubuh yang membesar setelah melahirkan, dan masih banyak hal lain yang berpotensi membuat orang sangat ingin menyiyir kita.

Hal itu juga bisa terjadi dengan anak kita. Itulah kenapa para pakar parenting sangat menyarankan untuk memberikan batasan anak dalam berselancar di dunia maya dan memberikan izin anak boleh membuat akun sendiri adalah ketika mereka sudah baligh dan sudah berada di masa tamyiz.

(Sumber gambar : Liputan 6.com)


APA SIH CYBER BULLYING ITU?

Sebelum membahas ini, saya sudah pernah membahas tentang bullying di artikel sebelumnya. Klik di sini >> jangan-anggap-remeh-bully <<.

Cyber bullying adalah salah satu type bullying. Cyber bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, menggunakan bantuan alat elektronik yang dilakukan secara berulang dan terus menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri (Smith dkk., 2008; dalam klikpsikologi, 2013).

Pada umumnya cyber bullying yang terjadi media sosial biasa dilakukan oleh orang pribadi namun tidak menutup kemungkinan ini juga dilakukan oleh sekelompok orang yang bertujuan untuk menyakiti dan menindas sang pemilik akun. Bisa melalui media jejaring sosial facebook, instagram, youtube, twitter, dan lainnya.

Cyber Bullying ini dapat berupa isu (fitnah) semata ataupun memang kebenaran yang tidak ingin korban ungkapkan (yang menjadi rahasianya) ataupun yang tidak ingin korban bahas (misal tentang kekurangan fisiknya), tetapi intinya hal tersebut bisa membuat korban merasa tidak nyaman.

APA EFEK DARI CYBER BULLYING INI?

Tindakan cyber bullying ini tentunya tidak jauh berbeda dengan bully yang terjadi di dunia nyata. Karena media sosial adalah ruang publik yang bisa di akses dan dilihat oleh siapapun. Terutama jika akun korban bully ini merupakan akun publik, bukan termasuk akun yang diprivat. Tentunya efeknya akan sangat banyak bagi sang korban, antara lain :

1. Emosi negatif (sedih, kesal dan marah)
Cyber bullying yang diterima oleh seseorang akan menyebabkan perasaan sedih, rasa kesal dan marah karena merasa dipermalukan. Apalagi yang sedihnya ketika kita ingin menkonfirmasi malah ditanggapi seperti membela diri oleh orang yang membacanya dan itu peluang buat menciptakan tindakan cyber bullying selanjutnya.

2.  Menjadi rendah diri dan phobia sosial
Kepercayaan diri dari korban cyber bullying ini lama-lama tentu akan terkikis. Merasa semua yang dia lakukan itu adalah sebuah kesalahan. Sehingga dia akan merasa menjadi orang yang tak berguna dan tak pantas untuk didekati. Sehingga akan menjadi orang yang tertutup dan menjauh dari kehidupan sosial.

3. Depresi
Hal ini tentu tidak akan bisa dihindari jika korban tersebut tidak mampu dan mau mencari bantuan misal hal terkecil adalah 'teman curhat'. Semua yang dipendam sendiri akan membuat jiwanya makin tertekan dan akan menyebabkan kegelisahan atau serangan panik yang berlebihan. Hal ini juga bisa menyebabkan pola tidur juga terganggu dan akhirnya mencoba mengonsumsi obat tidur, obat penenang, alkohol bahkan narkoba untuk membantu merilekskan pikiran dan badan mereka.

4. Menjadi pelaku cyber bullying juga
Ini sangat berhubungan dengan innerchild. Kenangan buruk yang mereka terima akan membuat mereka berpotensi melakukan hal yang sama kepada orang lain.
  

5. Bunuh diri
Inilah yang terjadi dari sebagian besar korban bullying yang tidak mendapat bantuan dan gelombang cyber bullying masih terus mereka dapatkan. Maka bunuh diri adalah jalan terakhir dan tersingkat yang mereka ambil untuk melepaskan mereka dari rasa sakit ini.

Karena begitu menyeramkan efek dari cyber bullying ini, sudah selayaknya kita harus menjadi warganet yang bijak dalam bermedsos.
  • Ajarkan dan tanamkan adab serta akhlak yang baik kepada anak-anak dan pribadi kita. Serta tanamkan rasa simpati dan empati kepada orang lain.
  • Pikirkan sebelum mengetik atau menulis sesuatu di media sosial.
  • Lakukan pengawasan saat anak-anak mengunakan gawai dan sebaiknya jangan beri izin anak-anak membuat akun sosial media jika belum cukup umur. Karena bukan cuma cyber bullying, namun kejahatan lain seperti pornografi dan lainnya bermula dari sini.
  • Proteksi akun anda dan sebaiknya selektif dalam mengunggah foto atau video serta tulisan kita di medsos. Jejak digital itu juga kejam loh.
  • Abaikan jika perlu blokir dan laporkan akun yang membuat kita tidak nyaman. Misal komen yang berisi kecaman, hasutan, dll. 

Di era digital ini, memang sudah selayaknya kita harus mengikuti kemajuan teknologi ini agar tidak tertinggal. Namun tentu dibarengi dengan kebijakan dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi tersebut.


26 comments:

  1. Berarti, sebelum anak kita diberi izin untuk punya akun medsos, mereka harus diberi imunitas yang cukup agar terjaga dan bebas dari efek cyber bullying.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, maka sangat disarankan anak-anak yang sudah tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk) dan usia baligh.

      Delete
  2. Setuju, percaya enggak percaya Cyber Bullying ini sama-sama mengerikan ya. Banyak sekali kasus cyber bullying bikin korbannya bunuh diri di dunia nyata. sedih

    ReplyDelete
  3. Kelakuan netijen jaman sekarang yang merasa benar emang bikin ngelus dada ya kak,
    Keknya gampang banget jarinya ngetik sembarangan, belum lagi kalau dibantu sama Buzzer-buzzer jahat yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat akibatnya huhuhu


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh kebanyakan buzzer itu serem, suka membolak balikkan fakta.

      Delete
  4. Memang mengerikan ya efek bullying ini. Dan seperti lingkaran setan ya, pelaku biasanya juga korban. Semoga perundungan semacam ini segera ditemukan solusinya. Keluarga harus jadi benteng utama.

    ReplyDelete
  5. Ngeri dengan bahaya syberbullying ini ya..
    Jangankan cyberbullying, teman yang menularkan energi negatif aja (misal terus mengelus, mencaci tanpa henti...dll) bisa bikin yang baca jadi tertular energinya. Maka aku memang rajin bersih-bersih dnegan unfollow atau unfriend, delete komen dll.
    Sayang sekali baca kasus Sulli ini dan beneran ikut prihatin dengan netizen yang makin gila bullyingnya

    ReplyDelete
  6. Merinding nih saya.
    Betapa dahsyatnya cyber bullying.
    Terkdg membaca bullying orang laen pun bikin hati ini ketar ketir.

    Saya sendiri membatasi diri untuk tdk membaca medsos.
    Seperlunya saja. Klo lagi ada kejadian panas di negara kita, baik dari dunia hiburan dan politik, saya mundur.

    Apabila kebetulan ada yg menanggapi komen saya dengan sesikit 'panas', saya lbh memilih tosah berkomentar

    ReplyDelete
  7. Memang ya mbak ini PR besar banget bagi masyarakat kita. Apalagi sekarang semua-muanya ada di medsos. JAdi rawan banget akan cyber bullying ini. Apalagi ternyata dampaknya bisa sedahsyat itu yaaa....

    ReplyDelete
  8. Kalo dulu untuk bikin malu baru puas kalo ngomong di depan orang ramai. Ada kontak fisik dan kehadiran di lokasi jadi kita bisa menimbang lagi apa yang akan kita lakukan.Sekarang kita bisa membully orang sambil nonton, sambil makan atau malah sambil netekin anak. Tidak ada lagi faktor suasana dan lingkungan yang membuat kita memikirkan ulang.

    ReplyDelete
  9. Saya sangat miris dengan kisah hidup Sulli ini, Mbak Dyah.
    Dia sangat tertekan, merasa "Saya dosa apa pada kalian? Sehingga kalian jahat pada saya?"

    Dan memang, zaman now, orang dengan mudahnya menghujat dan menghakimi orang lain. Dan yang tidak kuat mental seperti Sulli, bisa memilih mengakhiri hidupnya. Saya hanya berpikir, apa mereka yang membully tidak takut dosa dan karma ya? Apa saat mereka melontarkan bully, lalu orang yang dibully bunuh diri, apa mereka tidak terbayang-bayang dosa dalam hidupnya.

    Semoga tidak ada lagi peristiwa seperti yang dialami oleh Sulli. Aamin.

    ReplyDelete
  10. intinya aksi bullying entah offline dan online tetap beresiko buruk ya mbak. Dari Sulli pun , kita bisa belajar banyak hal, Mending diam kalau ga tau apa2, etapi emang deterjen emang julid2 seenaknya kalau ngeciwis -_-
    TFS ya mbak

    ReplyDelete
  11. Hmmmm.. dulu aku selalu cyber bullying jaman aku SD . Cuma ya jaman dulu selalu di pendem. Apalagi SD rentan pertemanannya lama 6 tahun jadi ya bertahan dalam kondisi seperti itu sangat sulit sampe males mau berangjat sekolah

    ReplyDelete
  12. Intinya tahan jari dan jangan asal komentar ya kak. Jangan sampe kita jadi salah satu pelaku cyber bullying, apalagi korbannya.

    ReplyDelete
  13. Bnr sih mbak. Kuatirnya sama anak2 yang terpapar, namun belum bisa mengatur emosi ya. Peer nya sebagai orang tua jaman now sangat berat ya, jadi bekal juga nih buat aku yg belum menikah

    ReplyDelete
  14. Memang untuk hal yang satu ini, harus ada efek jera.
    Karena dapat berakibat buruk.
    Apalagi zaman serba canggih, tak hanya mulut. Jari tangan pun dapat berdampak negatif jika tidak bijak menggunakan Medsos

    ReplyDelete
  15. AKu pernah waktu itu nulis apa gtu di twitter trus digoblok2in detergen Indonesia hahaha. Langkah pertama emang kalau mau nulis status agak kontroversial dikit kuatin hati xixixi.
    Semoga aja kita senantiasa diingatkan kalau mau komen ksh kritik saran dibaca lagi apa itu menyakiti yg bikin status atau gak, atau kalau kenal yawda japri aja hehe :D

    ReplyDelete
  16. Seruju, stop bullying dalam bentuk apapun karena memang efeknya luar biasa buruk. Kalau cyber bullying, suka serem kalau baca komentar para netijen... Pedes kayak cabe level 10 he..he...

    ReplyDelete
  17. Bijak bermedsos... itulah kuncinya. Selain jangan terlalu sering mengunggah halpribadi yang memancing dibully, pastikan emosi stabil saat membuka medsos. Ini kuncinya kunci. Saat sedang mudah patah, membaca komentar saran saja bisa serasa dihujat.
    Semoga kita terhindar dari cyber bullying ya

    ReplyDelete
  18. bahaya banget bullying ini, karena kasusnya juga sempat ramai kan? ada yang hingga bunuh diri karena menjadi korban bully

    ReplyDelete
  19. Ngeri banget sama berita artis korea kemaren yang ktanya depresi karena bullying netizen, makannya perlu hati2 banget namanya masih komentar walaupun kadang gak ada niat jahat yaah

    ReplyDelete
  20. Cyber bullying udah ada pengaturannya di hukum negara kita. Cuma istilahnya lebih umum, kekerasan psikis dan hate speech. Semoga jangan ada Sulli lainnya

    ReplyDelete
  21. Betul banget mbak, cyber bullying itu serem banget. Tapi sedihnya masih banyak aja yang melakukan, kalau dipikir-pikir mereka itu kurang kerjaan atau apa yaa

    ReplyDelete
  22. Aku sadar banget dampak negatifnya, dan ya sering juga sih dibully cyber gitu, duh kasihan sih, jangan sampe buat kedepannya

    ReplyDelete
  23. Cyber bulying itu lebih kejam yac, dampak yac sangat tak terduga, serangan yang lama-lama akan membunuh orang secara perlahan. Semoga kita selalu terhindar dari hal itu.

    ReplyDelete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular