Wednesday, 25 September 2019

# Film & Book Review # Me Time

HICHKI, FILM BOLLYWOOD YANG MENGESANKAN

Apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar film BOLLYWOOD? Pasti kebayakan orang akan menjawab film yang menyajikan kisah percintaan, nyanyian dan tarian. Tapi ada yang berbeda dengan film asal negara India yang satu ini. HICHKI... Diperankan dengan apik oleh Rani Mukherjee, salah satu artis yang memboomingkan film India di Indonesia di Tahun 1998 melalui filmnya yang berjudul Kuch Kuch Hota Hai. Pasti kalian juga tidak asing lagi dengan artis satu ini kan?


Film HICHKI ini mengisahakan Naina Mathur (Rani Mukherjee) yang menderita SINDROM TOURETTE sejak kecil. Sindrom ini merupakan penyakit neuropsikiatrik yang membuat seseorang mendapatkan seperti sengatan listrik di saraf otaknya sehingga mereka mengeluarkan ucapan atau gerakan secara spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya. Sindrom ini akan semakin parah jika penderita sidrom berada di keadaaan takut dan gugup.

Karena Sindrom tourette ini, membuat Naina kecil menjadi bahan tertawaan dan olokan teman-teman sekolahnya, selaras dengan itu para guru mengusirnya dari kelas karena dianggap menganggu proses belajar mengajar. Sehingga dia harus dikeluarkan dua belas kali dari sekolah. Bahkan beberapa sekolah menyarankan Naina untuk bersekolah di sekolah khusus. Tapi ibu Naina tidak mau karena merasa Naina adalah anak yang normal.

Bersyukur di sekolah yang ketiga belas, dia bertemu dengan Pak Khan yang mau menerimanya dan memposisikannya sama seperti anak normal lainnya.
Guru biasa, hanya memberi ilmu.  Guru hebat, membuatmu mengerti. Guru yang sangat hebat, menunjukkan cara mengamalkannya. Tapi ada guru yang menginspirasi kiita. Bagiku, Pak Khan adalah guru yang seperti itu. (Naina)

Karena alasan inilah Naina yang seorang sarjana pendidikan dan magister sains bersikeras ingin menjadi seorang guru. Walaupun ayahnya menentang dan menawarinya untuk bekerja di Bank.
Akan tetapi, dia tetap semangat dan tidak putus asa walaupun sudah delapan belas kali melamar pekerjaan dan sebanyak itu juga dia ditolak karena sindrom tourette yang dideritanya. Sampai akhirnya dia mendapatkan penggilan dari St. Notker's tempat sekolahnya dulu. Walaupun seperti biasa sempat diragukan oleh guru yang lain. Naina tetap optimis. 
 
Sidrom tourette memang menganggu gaya bicaraku tapi tidak dengan ilmuku. (Naina)

Sayangnya dia diminta untuk mengajar kelas 9F yang isinya siswa-siswi yang sering membuat onar di sekolah. Sangat tidak mudah untuk menaklukkan kelas ini.

Naina bersama kepala sekolah dan siswa 9F
Naina mencoba mencari info tentang siswa 9F tersebut melalui penjaga sekolah. Ternyata siswa kelas 9F itu adalah anak sekolah negeri yang berada di sebelah St. Notkers. Karena alasan tata kota, sekolah negeri tersebut dihancurkan dan lahannya oleh kota madya diserahkan ke St. Notkers dengan perjanjian anak-anak yang bersekolah negri tersebut harus diterima di St. Notkers. 

Bukan mudah bagi anak-anak itu pada awalnya untuk beradaptasi karena kebayakan siswa St. Notkers adalah anak orang "berada" sedangkan anak 9F itu hanyalah anak miskin yang hidup kekurangan. Merasa disisihkan inilah membuat anak kelas 9F ini melakukan perlawanan dengan sengaja membuat kekacauan terutama dengan anak kelas 9A yang menjadi kelasnya para siswa pintar dan kaya.
Setelah mengetahui ini Naina menjadi lebih berusaha untuk membantu siswa kelas 9F ini untuk mendapatkan perlakuan yang sama di sekolah. Naina mencoba mengajak mereka belajar dengan metode yang menyenangkan. Sebelumnya Naina menyakinkan mereka adalah anak-anak yang pintar. Naina meminta seluruh siswa untuk menuliskan kisah hidup mereka yang penuh dengan rasa takut di sebuah kertas dan kertas tersebut dibuat menjadi pesawat dan mereka terbangkan.
Kisah hidup kalian yang penuh rasa takut, akan terperangkap di kertas ini. Tapi jika kalian menerima rasa takut ini dan kebenaran, ini akan menjadi angin di bawah sayap kalian. Mulai saat ini ketakutan itu adalah kekuatan kalian bukan kelemahan. Lepaskan mereka dan kalian akan terbang bersamanya.

Namun, meski begitu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu banyak cobaan yang harus dihadapi Naina. Tapi dia tetap percaya siswa kelas 9F adalah anak-anak yang cerdas dan bisa berprestasi. Naina mulai mengajarkan mereka dengan metode mengajar yang berbeda dengan guru lainnya. Yang bisa membuat siswa kelas 9F merasa senang.

Naina saat mengajar 9F

Banyak kisah di film HICHKI ini yang bikin baper. Sampai ada beberapa adegan yang membuat saya benar-benar merasa haru dan malu. Karena sebenarnya inilah yang banyak terjadi di dunia pendidikan. Ada banyak yang bisa saya ambil dari cerita film HICHKI ini :

1. Ketika menjadi seorang guru, hendaknya kita menjadi guru yang menginspirasi
2.  Jangan membeda-bedakan siswa, karena setiap siswa punya hak yang sama di sekolah.
3. Bukan hanya fokus di materi ajar tapi juga metode mengajarnya. Agar pelajaran bisa diterima dengan baik oleh siswa, tidak hanya sekedar lewat saja.
4. Tetap semangat dan rasa percaya diri walaupun mempunyai kekurangan.
5. Lepaskan semua ketakutan kita dan jadikan itu sebagai kekuatan kita untuk terus maju.

Ada banyak hikmah lain dari film ini yang bisa kita ambil. Di akhir cerita Naina berhasil membuat siswa kelas 9F lulus ujian dengan nilai yang fantastis dan bisa mengalahkan siswa kelas 9A. Akhirnya dia berhasil menjadi guru favorite dan menggantikan kedudukan kepala sekolah selama 25 tahun di St. Notkers tersebut. Tertarik menontonya? Saksikan trailernya di bawah ini.




17 comments:

  1. Jadi semakin bersyukur gak perlu perjuangan mengatasi Tourette Syndrom seperti Bu Guru Naina ya... Guru hebat, pantang menyerah mendidik siswa/siswinya. Tfs Dyah

    ReplyDelete
  2. Menjadi guru yang menginspirasi.
    Saya termasuk yang sangat jarang nonton Bollywood, karena keasyikan nonton terdistruksi nyanyi-nyanyi.

    Tapi ceritanya ini touchy banget.
    Sebagai guru untuk anak sendiri, perlu lah belajar 5 point yang Mbak sebutkan di atas. SUngguh lho. Banyak kekurangan harus tetap percaya diri.

    Keren banget....

    ReplyDelete
  3. Jadi t3ringat baby faiz yang mengidap downsyndrom dan gagal jantung. Mohon doanya yaa agar baby bisa bertahan

    ReplyDelete
  4. Dari ulasana Mbak Dyah ini, filmnya sangat menarik ya, Mbak. Sangat memberi inspirasi. Termasuk, pesan moralnya, selalu ada jalan menuju ke Roma. Selalua da jalan menuju kesuksesan, denga semangat dan dukungan.
    Nanti saya mau cari filmnya ini. Penasaran jadi pengin nonton.

    ReplyDelete
  5. Ada nyanyi juga gak kak dyah? Kayak film India umumnya? Kalo film India yang amir Khan jadi guru itu gak ada nyanyi dan joget2 ya kan..

    ReplyDelete
  6. Kok aku jadi inget Three Idiots, ya
    Film2 India dg ide dan premis pendidikan eksekusinya kerap menakjubkan dan nampol abiiisss
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  7. Sekarang tambah asik ya nonton film Bolywood, ceritanya unik - unik gak standar lagi kayak dulu. Film Hichki ini bisa jadi insfirasi buat guru dan calon guru di seluruh dunia

    ReplyDelete
  8. Saya suka film yang menginspirasi..
    Walopun akan banyak air mata yg mengalir dan sesudahnya jadi sakit kepala...

    Tapi tetap suka.

    ReplyDelete
  9. Yang aku suka dari film India tuh, ragam ide ceritanya. Mirip2 lah sama K-drama. Cuma terkadang durasi yang bikin lelah saat nonton hehe Tp film ini menarik banget ya sepertinya. Apakah sekarang di putar di bioskop?

    ReplyDelete
  10. Filmnya inspiratif yaa..pesan moralnya keren. Film bertema humanisme seperti ini bagus untuk menumbuhkan empati dan simpati terutama bagi era yang kini makin tidak peduli lagi.
    Salah satunya seperti pada pengidap penyakit sindrom Touretee ini yang biasanya sulit diterima masyarakat dengan tangan terbuka. TFS, Mbak:)

    ReplyDelete
  11. Film India makin ke sini makin keren-keren ya, ceritanya juga inspiratif. Terakhir lihat yang ceritanya anak miskin yang sukses dan bantu petani. Film tentang guru ini wajib ditonton kayaknya neh

    ReplyDelete
  12. Banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini, terutama tentang parenting dan schooling.
    Jadi pengen nonton, untuk belajar menjadi guru dan ortu yang bijak

    ReplyDelete
  13. Saya sudah lama banget nggak nonton film Bolywood. Habis baca review film ini jadi tertarik. Film India tuh banyak yg menginspirasi aku suka Three Idiot, My Name is Khan.

    ReplyDelete
  14. Wah menarik filmnya nih mbak, kyknya tontonan wajib para guru biar gak menyerah ngajarin anak didiknya ya hehe. Buat para ortu juga kyknya banyak hikmah yang bisa dipetik dr nonton film ini. Salah satunya kesabaran ngajarin anak2 walau emang gk gampang :D TFS

    ReplyDelete
  15. Film nya menginspirasi sekali. Dan pastinya sangat mengaduk aduk perasaan, membuat kita merasa terlibat di dalam nya.

    ReplyDelete
  16. Betul banget kak.
    Gak semua film India menjual goyangan aja..

    Aku jadi inget film Slumdog Millionaire yang cerita tentang sisi humanisme di India pada masanya*

    ReplyDelete
  17. Aku tahu banget sama artisnya, karna memang fans juga, dan kisah film ini sangat menarik sekali, banyak pelajaran positifnya.

    ReplyDelete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular