Selasa, 06 Agustus 2019

# Health # Parenting

SEMANGAT MENG-ASI, SEMANGAT MERAIH PAHALA


Sehebat apapun seorang pria, mereka tidak mungkin bisa melakukan dua tugas mulia seorang wanita yaitu hamil dan menyusui. Masa-masa hamil dan meng-ASI (menyusui) yang begitu berat ini adalah paket lengkap tugas mulia bagi seorang wanita untuk menjaring pahala yang begitu besar dari Allah subhanallahu waa ta'ala yang telah Ia firmankan dalam Alqur'an.

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Referensi: https://tafsirweb.com/924-surat-al-baqarah-ayat-233.html

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Referensi: https://tafsirweb.com/924-surat-al-baqarah-ayat-233.html
" Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah : 233)
Kesediaan ASI pada setiap wanita yang baru melahirkan merupakan karunia Allah yang wajib kita usahakan. Karena sebagian orang termasuk saya, yang mengalami kesulitan saat menyusui. Proses meng-ASI ini memang terasa sangat tidak mudah dan harus benar-benar diperjuangkan.

Ketika anak pertama lahir selama sebulan Auni harus mendapat tambahan dari susu formula karena ASI saya dianggap terlalu sedikit. Ditambah Auni yang seolah tidak pernah puas satt proses meng-ASI. Padahal belakangan saya sadar bukan ASInya yang sedikit tapi ilmu dan keyakinan saya yang masih rendah. Karena sebenarnya bayi yang baru lahir itu hanya membutuhkan ASI yang tak terlalu banyak sesuai dengan ukuran lambungnya yang memang masih kecil. Entah kenapa setiap memberinya sufor, saya selalu menangis merasa tidak menjadi ibu yang baik. Tapi Alhamdulillah setelah berjuang dalam waktu sebulan, saya bisa meng-ASI hingga dua puluh bulan.
 
Kenapa hanya dua puluh bulan? Qodratullah diusia sebelas bulan si sulung, saya kembali hamil anak kedua dan selama hamil saya memutuskan untuk tetap menyusui. Bahasa kekiniannya NWP (nursing while pregnant/menyusui saat hamil).

Di usia kehamilan 4 bulan, ASI saya sudah tak berwarna putih lagi tapi sudah berwarna kekuningan. Itu bukan karena basi seperti mitos-mitos orangtua dulu ya mom, tapi ASI tersebut menjadi kolostrum. Meski sulit karena calon bayi diperut tak jarang memberi sinyal dengan kontraksi palsunya tapi saya tetap berjuang memberikannya kepada Auni. Bahaya gak? Insyaallah tidak, karena saya melakukan ini sebelumnya telah berkonsultasi dengan beberapa dokter kandungan.

Ketika melahirkan anak kedua inilah, saya terpaksa melepas (menyapih) si sulung. Alhamdulillah dengan kerelaannya dia mau disapih tanpa ada tangisan atau drama korea. "Mimiknya buat dedek aja mi, mbak minum susu dot aja (maksudnya susu UHT yang dimasukkan ke botol)," ujar auni. Ah.. moment ini yang selalu bikin saya mengharu biru jika mengenangnya. Seusia belum genap dua tahun dia sudah mengalah dan mau berbagi pada adiknya. Berdosakah saya yang tidak menyusuinya genap dua tahun? Ternyata tidak. Dalam ayat diatas telah disampaikan jika menyapih dengan kerelaan dan musyawarah maka tidak ada dosa baginya.

Kisah menyusui anak keduapun tak berjalan mulus seperti jalan tol. Moment meng-ASI anak kedua yang paling saya ingat adalah puting saya bengkak, luka bahkan bernanah dan itu bikin demam dan mengigil. Pasalnya saat proses meng-ASI, si Rais senang sekali mengigit. Rasanya jangan ditanya? Sungguh makyus.
 
Tapi semua itu bukan menjadi halangan untuk saya terus semangat meng-ASI karena bagi saya meng-ASI bukanlah sekedar memberikan air susu ibu kepada anak. Tapi lebih dari itu. Meng-ASI adalah seruan dari sang Khalik. Selain itu, meng-ASI memiliki kebaikan dan keunggulan antara lain:
  • ASI itu bersih, steril dan mempunyai suhu yang seimbang untuk bayi;
  • Mengandung zat andibodi/imunitas alami untuk kekebalan tubuh bayi;
  • Asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi;
  • Mengurangi resiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Membangun bonding/kelekatan antara ibu dan sang bayi, begitu juga dengan sang ayah yang memang seharusnya memberi dukungan saat proses meng-ASI-hi ini;
  • Sebagai KB alami dan melangsingkan tubuh bagi sang ibu;
  • Menyusui akan merangsang produksi hormon oksitosin yang bisa membuat rileks. (Makanya jangan heran ketika meng-ASI mata jadi berat) ;
  • Resiko terkena kanker payudara dan ovarium menurun ;
  • Dan yang gak kalah penting Bisa menghemat uang belanja karena tidak perlu membeli susu formula yang harganya lumayan.
Meng-ASI, membangun bonding

Dengan seabrek kebaikan ini jadikan motivasi kita untuk semangat meng-ASI. Karena memang meng-ASI itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap orang punya cerita masing-masing. So, selamat berjuang ya mom. Dan bagi para ayah, dukungan dan cintamu dibutuhkan bagi sang istri untuk bisa memberikan ASI terbaik untuk buah hati kalian.


Note : Tulisan ini bukanlah untuk memperdebatkan antara ASI VS SUFOR. Saya hanya berbagi pengalaman dan menyemangati para pejuang ASI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular

Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.