Kamis, 01 Agustus 2019

# Home Education # Parenting

RUMUS MEMBANGUN SIBLING GOAL PADA ANAK


Semua orangtua pasti menginginkan anak-anaknya senantiasa akrab dan akur. Rasanya sangat bahagia jika melihat mereka bisa saling menyayangi satu dengan lainnya. Rumah pasti akan menjadi tempat ternyaman bagi anggota keluarga untuk pulang dan beristirahat setelah menjalani aktivitas di luar. Dan berharap kebersamaan ini tidak hanya di dunia tapi juga di JannahNya

Istilah kekinian yang belakangan cukup akrab terdengar di dunia parenting yaitu sibling goal (hubungan persaudaraan impian). Padahal jauh sebelum istilah sibling goal itu tercipta. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sudah mengungkapkan rumus membangun hubungan persaudaraan yang harmonis. Apa saja sih rumus itu?

1. Hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda

Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda. (HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani)

Sebagai orangtua, hendaknya kita mengajarkan si adik untuk menghormati sang kakak, dan sang kakak menyayangi adiknya. Hormat di sini bukanlah setiap perkataan kakak harus diikuti adiknya, tapi hendaknya jika adik berbeda pendapat ajarkan untuk menyampaikannya dengan ahsan/baik. Dan sebaliknya kakak tidak boleh memaksakan semua kemauannya pada sang adik.

2. Libatkan sang kakak dalam mengurus adiknya

Terutama saat sang adik masih bayi. Libatkan kakak saat kita mengurus adiknya, misal minta bantuannya menemani adik saat kita mau memasak, mengambilkan baju setelah adiknya mandi, dst. Sehingga dari sini sang kakak merasa dibutuhkan dan ini bisa membangun bonding antar saudara.

3. Ungkapkan kasih sayang dan saling memberi hadiah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1601. Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam catatan kaki Fiqh Al-Akhlaq menyatakan bahwa sanad haditsnya hasan dengan syawahidnya)


Sumber https://rumaysho.com/15422-21-faedah-tentang-hadiah.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1601. Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam catatan kaki Fiqh Al-Akhlaq menyatakan bahwa sanad haditsnya hasan dengan syawahidnya)


Sumber https://rumaysho.com/15422-21-faedah-tentang-hadiah.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1601. Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam catatan kaki Fiqh Al-Akhlaq menyatakan bahwa sanad haditsnya hasan dengan syawahidnya)


Sumber https://rumaysho.com/15422-21-faedah-tentang-hadiah.html
Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR.Bukhari)

Bantu anak-anak untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang mereka terhadap saudara mereka bisa dimulai dari kita sebagai orangtua. Saya membiasakan khususnya sebelum tidur mengungkapkan "Ummi sayang mbak karena Allah", "Ummi sayang mamas karena Allah", dan biasanya mereka akan mengungkapkan rasa cinta dan sayang mereka bukan hanya kepada kami orangtuanya tapi juga kepada saudaranya.

Auni dan Rais, kesayangan kami
Begitupun dengan memberi hadiah. Tidak perlu besar dan mahal, misal saat sang kakak kita ajak membeli eskrim. Ingatkan untuk mengambilkan adiknya juga. Hingga mereka terbiasa untuk berbagi dan memberi hadiah untuk saudaranya tanpa paksaan kita. Dan do'a juga bisa jadi hadiah terindah buat saudara jadi ajarkan anak juga untuk saling mendo'akan.

4. Biasakan anak mengucapkan kata maaf, tolong, terima kasih dan permisi

Membiasakan anak untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada suadaranya, mengucapkan tolong saat memninta bantuan, berterima kasih saat diberi sesuatu ataupun bantuan, serta mengucapkan permisi (izin) saat mau menggunakan barang-barang milik saudaranya.

5. Berinteraksi membangun bonding

Interaksi di sini kalau kami dengan bermain dan belajar bersama. Jadi Dari dulu kami lebih senang mengajak mereka bermain dan bermain bersama walaupun sesekali juga membiarkan mereka bermain sendiri. Dan efeknya terasa sekarang, ketika Auni pulang sekolah sore sedangkan  Rais pulang tengah hari. Rais selalu merasa jenuh saat Auni tidak ada di rumah. Dan saat mbaknya pulang, Si Rais langsung sumringah dan mengajak bermain bersama. Dengan ini bonding/hubungan mereka jadi makin erat. Merasa membutuhkan satu sama lainnya.

Moment saat duo AuRa bermain bersama

Tapi apakah dengan ini hubungan Auni dan Rais selalu berjalan mulus? Tidak juga sesekali mereka bertengkar, tapi selama tidak main fisik dan menyakiti saudaranya. Kami sebagai orangtua memberi kebebasan mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sebagai ajang latihan manajemen konflik. Dan Alhamdulillah sejauh ini pertengkaran mereka sangat minim dan jikapun ada terselesaikan dalam waktu singkat dengan akhir saling meminta maaf dan berpelukan.

Seperti kata pepatah 'darah itu lebih kental daripada air'. Maksudnya di sini hendaknya kita memiliki hubungan yang dalam dan erat dengan saudara kita. Karena saudaralah teman pertama kita saat belajar berinteraksi dan sebaiknya mereka jugalah tempat pertama kita untuk menumpahkan masalah kita selain orangtua. Itulah yang menjadi harapan kami jika kami nanti tidak ada lagi, mereka bisa saling menjaga dan melindungi satu dengan lainnya.



64 komentar:

  1. awak tiap malem sering bilang sayang kak, sekaligus minta maaf, hahahah
    nampak kali emaknya galak... heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami juga kk, membiasakan hal ini. Maklum kadang emosi emak masih suka meledak.

      Hapus
  2. Sukak materinya mba, bisalah dicoba drumah ini... Hihiji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, apalagi pasukan kk ime dah 3 ya. xixixi..

      Hapus
  3. Wahh duo aura udah makin gede yaa..
    Rasanya baru sebentar gak ketemu

    BalasHapus
  4. Wah seneng deh kalau kakak adek kompak ya jadi akan mudah kalau dua2nya bantu mamanya di rumah :)

    BalasHapus
  5. Smogaaa ilmunya kebawa smpe gede ya dek hehe

    BalasHapus
  6. Boleh lah persiapan untuk namti,save dulu

    BalasHapus
  7. Tos mak...daftar kata2 yang kudu diucapin tiap hati. Sayang karena Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, semoga selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan.

      Hapus
  8. Ya banget ini tipsnya, kadang kakak adik macam kucing Ama tikus, susah akur, perlu upaya ya mom agar singkong goalnya dapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sounding terus kk, sesekali auni rais juga berantem, tapi semoga gak kayak kucing tikus tiap hari berantemmnya

      Hapus
  9. Adekku lakik semua, aq the one and only yg paling cantik, ,entah knp ga prnh akur ampe skrg hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun begitu kk, punya dua adik laki-laki. Dan aku merasa bonding kami dulu memang kurang efeknya pas besar gak terlalu dekat. Dan aku gak mau itu terjadi ma anak-anak kami.

      Hapus
  10. Sibling goal ya, noted. Untungnya tarbiyatul awlad yg dituntun Rasulullah SAW sudah komplit. Jd wlwpun dr barat dtg mcm² istilah br, landasan Islamic parenting-nya gak bergeser. Jd inget Julia Sarah Rangkuti saja sudah berhenti dr Montessori yg begitu identik dg dirinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap kk, sebenernya menurut pribadiku di montessoori juga selaras kok dengan ajaran Rasulullah. terutama life skill. Anak laki-laki di latih mengerjakan tugas rumah juga. Bukankan Rasulullah juga seperti itu menjahit baju sendiri, dan tak jarang memasak juga.

      Hapus
  11. Ilmu yang akan sy terapkan nnti saat sdh punya keluarga. 😆

    BalasHapus
  12. Satu lagi, jangan ada bedaan sama anak ya kak. Karena kalaubdibedakan, pasti akan ribut dan rumus ini mungkin ga berjalan. Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, itu salah orangtuanya. Iri itu merusak segalanya.

      Hapus
  13. Sibling goal biasanya diawali dengan sibling rivalry, yang harus disikapi bijak agar perasaan "saingan" antar kakak adik bisa berubah menjadi saling menyayangi, membantu dan memahami satu sama lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mak.. PR kita tuh mengubah sibling rivalry menjadi sibling goal.

      Hapus
  14. Penting ini membangun hubungan yang akur dan harmonis antara saudara kandung juga sesama manusia. Bisa dicontoh nih tips tipsnya. Kalau orangtua yang sudah punya beberapa anak atau baru satu anak, memberi tauladan juga bisa menjadi cara memberikan conto baik kepada anak kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap.. teladan adalah hal yang terbaik dalam proses penagasuhan

      Hapus
  15. Jadi inget anak-anakku, mereka sudah tertanam sayang kepada adiknya dan kakanya, kadang si adik yang selalu dapat perlindungan dari kakanya, sebaliknya kaka yang selalu disayang adiknya, padahal mereka masih kecil2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. kita sebagai ortu pasti terharu melihat moment keakraban itu ya mbak

      Hapus
  16. Keren sekali, sharingnya, Mbak. Dan semua poin itu di atas sangat penting diterapkan. Soalnya ada perbedaan antara dua saudara, masih wajar ya, Mbak. Soalnya mereka dua orang berbeda karakter. Misalnya rebutan mainan dan tidak ada yang mau mengalah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suami istri saja bisa berselisih dalama beberpa hal, apalagi anak-anak. Tapi jangan sampai perselisihan itu jadi permusuhan. itu yang utama.

      Hapus
  17. Kalau anak saya yang kakak sih sayang banget ama adiknya meski kadang juga kesal karena adiknya super usil banget dah, makin besar makin usil ama kakaknya hahaha.
    Cuman adiknya nih masih kudu diajaring lagi menghormati kakaknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mbak, saya juga si adik sering kali gak mau kalah dari mbaknya. Gpp mbak, namanya juga proses, asal kita sebagai ortu gak menyerah. :)

      Hapus
  18. Perlu banget nih, secara anakku 3, musti rajin2 cari referensi biar gak bosen & ada ide baru, terima kasih ya

    BalasHapus
  19. awak belum masuk fase ini kak, tapi info ini berguna untuk pas olil punya adek hehe, meskipun belum masuk fase ini, aku merasa udah mengalaminya haha, secara aku adeknya ada 4, trus kami berantam aja pas kecik haha, semoga besar besar gini tetap akur ya aamiin ya rabb

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, aku juga gitu dulu sering berantem ma adek-adek padahal kami jaraknya rada jauh. Sekarang sih dibilang akur ya akur tapi merasa feelnya kurang.

      Hapus
  20. nah, kalau kitab akhlaqnya judulnya "Al-Akhlaqu Lil Banin (untuk cowok) dan lil banat (buat cewek)" ini diulas lengkap bagaimana membangun hubungan baik terhadap orang tua, orang yang lebih tua, guru hingga sahabat bergaul anak.

    BalasHapus
  21. peran orangtua penting banget untuk mengkondisikan rasa sayang dan rasa senasib sepenanggungan diantara kakak dan adik.sehingga jalinan siraturahim mereka tidae pudar olah waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, orangtua adalah kunci utama untuk bisa sukses terikat kuat hubungan persaudaraan anak-anaknya.

      Hapus
  22. Klau bisa malah sejak adiknya dikandung kita dah sounding kakaknya krn akan adik yang menemani dia ya mbak :D
    Anak2ku kebetulan usianya berdekatan jd ke mana2 ya bareng gtu, walau kadang ada bertengkarnya, tapi emang sebaiknya diajarin kalau mereka bersaudara dan sesama saudara hasrus saling berbuat baik dan membantu ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, kemarin si sulung sering demam waktu saya hamil. Kami sounding terus bahwa ketika adiknya lahir rasa sayang kami padanya tak akan berubah. Alhamdulillah sehat, dan saat adiknya lahir dia tidak menjadikan adiknya sebagai saingan.

      Hapus
  23. Anak laki berdua di rumah lumayan akur sih..meski ada berantemnya tapi kalau yang satu enggak ada cari-carian mereka...
    Aku konsen bangets tentang ini juga mbak, seperti tips di atas memang ortu yang mesti memulai dan mengkondisikan sibling goals ini.
    Karena aku juga enggak mau mereka berdua seperti suamiku dan saudara-saudaranya yang seperti bukan sedarah saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, PR banget bagi kita. APalgi nanti ribut hanya gara-gara harta warisan. duh, miris deh

      Hapus
  24. Rumus diatas sudah dilakukan sih, saat ini belum goal banget dan mereka akur kalau sepaham aja tapi kadang agak slek kalau berebutan dan ada yang jail hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. kan masih proses mbak. pertengkaran kecil bagi mereka juga ajang belajar. Bagaimana bisa memanajemen konflik dan menyelesaikannya.

      Hapus
  25. Huhuhu selalu tersepona deh pembahasan mengenai family parenting begini. Jadi pengen segera berkeliuarga meski jodoh belum ada hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah mudahkan, sekrang waktunya belajar dulu. Karena ilmu berumah tangga gak ada sekolah formalnya. aku sekrang malah menyesal karena terlambat belajar

      Hapus
  26. Sebagai calon ibu, artikel ini bermanfaat banget bagi saya Bun Dyah. Terimakasih 😍 semoga saya bisa mempelajari dan menghayatinya pada diri ini.
    Yang paling ingat saya selalu menerapkan no 4 kesiapa saja.

    BalasHapus
  27. Terima kasih kak tipsnya. Akan saya terapkan ke kedua anak saya biar ga jadi sibling rival.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, BIG NO sibling rival apalagi kalau sudah tidak sehat.

      Hapus
  28. Nice tips mba, Alhamdulillah anak-anak dirumah suka berantem mesra, berantem lalu dalam waktu 5 menit mesra lagi hihihi

    BalasHapus
  29. Nice tips mba, Alhamdulillah anak-anak dirumah suka berantem mesra, berantem lalu dalam waktu 5 menit mesra lagi hihihi

    BalasHapus
  30. Senengnyaaa liat kakak adek kompak begini. Tips-tipsnya berguna banget buat Saya, secara bentar lagi akan lahiran insya Allah. Semoga si kakak juga menjadi saudara yang baik dan saling menyayangi nantinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah mudahkan persalinannya mbak :)

      Hapus
  31. bisa banget nih jadi referensi.
    saya punya dua anak.

    kakak dan adik sudah bisa saling merespon.
    No 2 dan no 3 akan dicoba diterapin nih mbak.

    makasih rumus Siblingnya ya Bu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama bang. Semoga Allah mudahkan ya :)

      Hapus
  32. Waaaah terimakasih banyak sharingnya kak. Aseli ini keren banget dan harus diterapkan pada si anak. Miris banget, sekarang ini banyak anak2 yg hilang akan sopan santun. Ya itu tadi mungkin dari didikan orang tuanya juga sih. Kalau dari kecil anak sudah ditanamkan 5 rumus ini, insyaallah ya kak jadi anak baik soleh dan solehah🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah.. memang panutan utama bagi anak adalah orang tuanya.

      Hapus
  33. iya niy, sedari kecil memang harus diajarkan untuk saling menyayangi dan menghormat ke yang lebih tua

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular

Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.