Tuesday, 27 August 2019

# Home Education # Parenting

MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI MELALUI PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT


APA ITU LITERASI?

Budaya sangat berperan dalam kehidupan manusia. Tak terkecuali budaya literasi. Jika dulu literasi hanya diartikan sebagai kemampuan individu dalam hal melek aksara/huruf yang meliputi membaca dan menulis. Namun saat ini definisi literasi mengalami revolusi sesuai zamannya. 

Literasi di era digital ini dapat diartikan sebagai suatu kemampuan individu untuk mengolah dan memahami informasi dari apa yang mereka baca, lihat dan tulis dengan potensi dan keterampilan berpikir yang mereka punya, sehingga mereka bisa memecahkan masalah yang akan meraka hadapi sehari-hari. Yang pada akhirnya diharapkan, individu tersebut akan mampu juga menciptakan karya yang bisa memberi manfaat bagi orang lain dan mewujudkannya sebagai budaya literasi.

MACAM-MACAM LITERASI

Menurut >> gln.kemdikbud.go.id <<, setidaknya ada enam macam literasi dasar yang perlu kita kuasai. Apa saja itu?

Pertama,  Literasi baca tulis > Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Kemampuan membaca yang baik tidak sekedar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca.

Kedua, literasi numerasi > Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol serta informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagas, dsb) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah yang dihadapinya.

ketiga, literasi sains > Pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016).

Keempat, literasi Finansial > Pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Kelima, literasi digital > Kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggungjawab untuk memperoleh informasi dan komunikasi.

Keenam, literasi budaya & kewarganegaraan > Kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa.

Mengingat betapa pentingnya budaya literasi ini. Sudah selayaknya dalam hal ini pemerintah, masyarakat, sekolah dan keluarga bersinergi dalam mewujudkan budaya literasi ini tercipta secara nasional.

Bukan tanpa alasan jika literasi ini perlu digaungkan dengan lantang. Menurut data yang dikeluarkan UNESCO pada tahun 2012, indeks minat baca di Indonesia mencapai 0,001. Itu artinya setiap 1000 orang penduduk hanya ada 1 orang yang mempunyai minat baca. 

Hal serupa diulas di >> news.detik.com <<. Yang pertama, hasil penelitian Program For Internasional Student Assessment (PISA) rilisan Organisation For Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015. Menyatakan bahwa indonesia berada di tingkat 62 dari 70 negara. Sedangkan yang kedua berdasarkan riset bertajuk " Most Littered Nation In the World" yang dilakukan Central Connecticut State University (CCSU) pada Maret tahun 2016 lalu, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara.

Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi ini?

A. MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI MELALUI PERAN KELUARGA

Dimulai dari lingkup kecil yang bernama keluarga budaya literasi ini dimulai. Keluarga yang kita ketahui merupakan unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran sentral dalam pendidikan anak. Terutama bagi anak usia dini, keluargalah pondasi pertama dan utama dalam membentuk karakter pada diri sang anak. Jadi sudah seharusnya keluarga berperan dalam mewujudkan budaya literasi ini dimulai dari dalam rumahnya. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam mewujudkan #literasikeluarga.

1. Pilih jenis buku yang sesuai usia dan minat anak

Saya sering mendengar para orangtua mengeluh, "Malas ah, memberi buku ke anak karena cuma dirobek saja sama dia". Saat saya tanya usia anaknya dijawabnya belum dua tahun.


Buku kain yang cocok untuk bayi
Pantas saja buku yang berjenis paper book tersebut akan mudah dirobek bahkan diemut oleh sang anak karena memang usia dua tahun itu masih dalam fase oral dan eksplorasi. Jadi untuk usia dibawah dua tahun sebaiknya berikan buku jenis  spoonbook (buku bantal/kain) dan bertahap naik sesuai usianya nanti. Silakan baca >> yuk-berkenalan-dengan-berbagai-jenis-buku-anak <<.

2. Beri teladan

Satu teladan yang kita tunjukkan akan lebih berdampak daripada ribuan ucapan perintah yang kita berikan kepada anak. Jadi sangat disarankan untuk melakukan aktivitas membaca buku saat kita berada di dekat anak. Sehingga mereka akan tertarik melakukan hal yang sama.

3. Lakukan stimulasi dan pendampingan

Stimulasi membaca bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan. Menurut beberapa ahli, aktivitas ini dapat meningkatkan kecerdasan janin. Ketika mereka sudah lahir setidaknya sebelum tidur lakukan aktivitas membacakan buku pada anak setidaknya 15 menit. Selain bisa meningkatkan bonding antara anak dan orangtua, aktivitas ini bisa menjadi momen yang tepat untuk memberikan nasihat positif untuk menanamkan karakter baik pada diri sang anak.

Abi sedang membacakan buku untuk duo AuRa

4. Masukan buku dalam daftar belajaran bulanan


Sebisa mungkin sisikan uang belanja untuk membeli buku tiap bulannya. Mengingat harga buku yang masih cukup mahal, jika tidak bisa membeli dalam jumlah banyak sekaligus, satu buku tiap bulan sudah cukup. Lama kelamaan koleksi buku di rumah akan terus bertambah.


5. Sediakan ruangan untuk buku dan mainan edukatif

Sediakan tempat khusus sebagai ruang baca dan bermain. Karena rumah kami tidak memliki banyak ruang, jadi kami menyulap ruang tamu sebagai area baca dan bermain anak. Tidak perlu ruangan yang luas, ruang kecil pun bisa kita manfaatkan.

Beri karpet, pendingin ruangan (ac atau kipas angin) dan beberapa asesoris penunjang seperti mainan edukatif atau poster lucu, sehingga anak berminat untuk berlama-lama di sana. Walaupun awalnya anak belum tertarik membuka buku, yakinlah lama-kelamaan mereka pasti akan mencoba untuk membuka dan membaca buku.

Ruang baca dan bermain di rumah kami

6. Beri penyemangat dan apresiasi 

Anak-anak akan lebih senang dan giat jika orangtua mau menyemangati kegiatan mereka. Begitupun dalan menumbuhkan minat baca anak. Kita bisa menggunakan pohon literasi atau jurnal literasi anak sebagai portopolio buku-buku yang sudah dibaca oleh mereka. Selanjutnya jika bisa mencapai target tertentu, berilah apresiasi. Bisa dengan dibelikan buku favorit atau mainan edukasi kesukaan mereka.


Jurnal literasi yang dilengkapi stiker punya duo AuRa

7. Ajaklah anak-anak ke toko buku dan perpustakaan

Sesekali ajak anak menikmati hari liburnya di toko buku ataupun perpustakaan. Agar mereka bisa lebih banyak tahu tentang jenis buku dan dengan ini diharapkan minat bacanya akan semakin besar.

Duo AuRa saat berkunjung ke perpustakaan

8. Asah kemampuan menulis mereka

Anak sulung saya saya ini duduk di sekolah dasar kelas 1, saya coba asah kemampuan menulisnya dengan memberikannya diary. Saya minta dia untuk menulis pengalamannya sehari-hari di sekolah. Begitupun dengan si bungsu yang beberapa kali membuat gambar di buku.  Jika ditanya, dia mau buat buku cerita sendiri.

Menulis diary mengasah kemampuan literasi

9. Latih anak menemukan hikmah

Kami tidak serta merta mengajarkan anak membaca. Dari mereka berusia batita kami berusaha bermain sambil belajar untuk melakukan >> pematangan-pra-calistung <<. 

Bukan tanpa alasan kami melakukan ini. Kami ingin anak-anak tidak sekedar bisa membaca, menulis atau berhitung saja. Tapi mereka bisa mengambil hikmah atau nilai dari apa yang mereka baca atau saat kami bacakan buku. Kami akan bertanya apa yang mereka dapat dari kisah di buku tersebut dan ini biasanya akan berakhir dengan diskusi. Selanjutnya ditutup dengan sounding hal-hal positif yang berhubungan dengan kisah tersebut.

10. Bijak dalam penggunaan Televisi dan gawai

Bijak dalam penggunaan televisi dan gawai sangat erat kaitannya dengan literasi digital . Dalam hal ini diperlukan komunikasi yang baik dan  pendekatan orangtua kepada anak dalam menyampaikan informasi mengenai efek dan manfaat dari penggunaan alat-alat tersebut. Serta lakukan pendampingan saat mereka menggunakannya.

Rais menonton youtube materi tata surya

11. Berkunjung ke situs budaya/seni

Seperti yang kita ketahui literasi tidak sekedar membaca dan menulis buku. Mengunjungi situs budaya dan kegiatan kesenian juga merupakan bagian dari budaya literasi. Ajak mereka mengenal budaya dan keberagaman yang ada di Indonesia dan di dunia ini. Mulai dari fauna, flora, sejarah, peninggalan masa lalu, dsb.

Rais dan teman-temannya berkunjung ke museum

12. Lakukan percobaan sains

Dalam berliterasi sains, kami beberapa kali mengajak anak-anak melakukan percobaan sains sederhana sesuai usia mereka saat ini. Begitu banyak percobaan ini yang menggunakan bahan-bahan di sekitar kita dan berharga murah. Tapi hasilnya memberikan ilmu dan kebahagiaan pada mereka, karena bisa mengetahui sesuatu yang baru.


Duo AuRa saat uji coba sains tentang gunung berapi

B. MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI MELALUI PERAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

Sudah selayaknya sekolah dan masyarakat juga berkontibusi dalam mewujudkan budaya literasi ini. Alhamdulillah, yang saya ketahui sudah cukup banyak yang sadar akan pentingnya literasi dan memberikan aksi nyata mereka, seperti :

1. Membangun taman baca dan perpustakaan keliling

Kurangnya minta baca di masyarakat disebabkan salah satunya kurangnya akses mereka untuk mendapatkan buku. Bisa karena terkendala faktor ekonomi ataupun jarak. Terutama di daerah perdesaan. Makanya sudah banyak aktivis yang yang saya istilahkan 'menjemput bola' atau mendatangi penduduk dengan taman baca dan perpustakaan keliling, sehingga akses mendapatkan buku bisa lebih mudah bagi mereka.

Perpustakaan keliling yang dilakukan oleh salah satu aktivis (boombastis.com)

Begitupun dengan beberapa sekolah yang menyiapkan ruangan khusus untuk dijadikan perpustakaan atau menyiapkan lemari khusus buku bacaan di kelas. Diharapkan para siswa bisa mengisi waktu istirahat mereka dengan membaca buku.

2. Mendirikan komunitas literasi

Saat bekerja sendiri dirasa kurang maksimal. Beberapa orang akhirnya mendirikan komunitas dan itu ternyata berefek baik. Selain bisa bekerja bersama-sama, dengan berkomunitas jangkauan kita bisa lebih luas. Komunitas literasi ini bisa dalam komunitas baca buku, komunitas mendogeng, komunitas penulis, komunitas blogger, komunitas lainnya. 

Salah satunya yang saya ikuti adalah >> Komunitas blogger Sumatera Utara << yang memberikan ilmu dalam writing blog class secara gratis kepada semua orang yang mau serius belajar dan berkarya.
writing blog class oleh blogsum
3. Kegiatan berkisah atau mendogeng

Waktu di medan, saya beberapa kali ikut dalam kegiatan >> kampung dongeng <<. Dalam kegiatan ini, anak-anak berkumpul tidak hanya untuk mendengarkan dogeng daripada kakak-kakak pendogeng tapi juga diajak untuk crafting bersama, senam, lomba dan aktivitas menyenangkan lainnya. Melalui kegiatan berkisah dan mendogeng seperti ini bisa membuat anak-anak antusias dan diharapkan kedepannya mencintai budaya literasi.
duo AuRa saat antusias mendengarkan dogeng
4. Gerakan sedekah buku

Agar buku-buku lebih tersebar dan meningkatkan minat baca terutama di daerah perdesaan atau perdalaman. Beberapa orang dan komunitas kerap kali membuka gerakan donasi atau sedekah buku. Patut disyukuri PT. POS INDONESIA dahulu ikut dalam gerakan ini, dengan menyediakan layanan pengiriman buku gratis ke seluruh daerah yang ada di Indonesia pada tanggal 17 setiap bulannya. Walaupum sekarang program tersebut ditiadakan karena banyak masyarakat yang berlaku curang mengirim paket untuk pribadi dan isinya pun ternyata bukan buku. Tapi, saya tetap berharap program bagus ini akan ada dikemudian hari dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. agar tepat tujuan.

 5. Edukasi literasi keuangan

Di beberapa sekolah sudah banyak yang memberikan edukasi tentang literasi keuangan. Salah satu contoh melalui program market day. Program ini dilakukan selain menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak juga diselingi edukasi tentang keuangan. Anak-anak diminta untuk bijak dalam menggunakan uang. Ini juga sering dilakukan oleh berbagai komunitas-komunitas yang ada di masyarakat.

Kegiatan market day (antaranews.com)
6. Lomba Vlog dan film pendek/dokumenter

Untuk membangun literasi digital yang sehat, banyak even dan lomba vlog dan film pendek yang dilakukan baik yang disponsori perusahaan, pemerintah maupun masyarakat. Hal ini juga patut kita apresiasi. Agar anak-anak lebih banyak belajar dan berkarya saat menggunakan peralatan digital khususunya gawai.

Seiring dengan peran yang dilakukan dengan keluarga dan sekolah/masyarakat, Pemerintah dalam hal ini menjadi tugas dari Mendikbud juga ikut melakukan banyak program guna menunjang GLN (Gerakan Literasi Nasional). Seperti GERNASBAKU (Gerakan Nasional Baca Buku), memberikan apresiasi sekolah yang menjadi sahabat keluarga, memberikan apresiasi bagi keluarga hebat penggerak budaya literasi, dan kegiatan lain. Serta tidak lupa menjadi #sahabatkeluarga dengan memberikan edukasi, informasi, dan forum diskusi. Silakang kunjungi webnya klik >> sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id <<.


130 comments:

  1. Maa Sya Allah, keren euy pembahasannya, lengkap dan runut. Kesimpulannya literasi ity terlalu penting, jangan anggap remeh dan ayo kerjakan bersama-sama. Semua anak harus merasakan nikmatnya, dan kita jangan malas menjadi perantara agar anak jatuh cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mak.. iya mak ni tugas bersama sudah selayaknya kita berjuang bersama juga

      Delete
  2. Lengkap sekali ini...
    Jadi makin tercerahkan masalah menumbuhkan budaya literasi khususnya buat anak di rumah.
    Senangnya sekarang dukungan pemerintah melalu berbagai program juga ada. Diantaranya GLN (Gerakan Literasi Nasional), GERNASBAKU (Gerakan Nasional Baca Buku),...Sehingga tinggal kita di unit terkecil yakni keluarga ikut berperan serta. Terutama partisipasu orangtua dalam mensukseskan gerakan literasi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, seneng rasanya jika semua aspek bahu membahu dalam mensukseskan budaya literasi ini.

      Delete
  3. Ternyata literasi itu tidak hanya mencakup baca tulis ya, Mbak Dyah. Tapi banyak unsur. Dan memabca ulasan ini, menambah wawasan saya.
    Dan memang untuk pengenalan buku pada anak, harus dari orang tua dulu. Kalau orang tua malas, ya anak tidak akan mengenal cerita bagus dalam buku. Dan memang ada proses dan tahapannya. Misalnya anak 2 tahun dikasih buku, ya tidak salah kalau dirobek. Akan beda kalau didampingi, dibacakan, ditunjukkan gambar pendukung. Lama -lama anak akan menyukai buku juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh usaha untuk mencapai sesuatu. Begitupun menumbuhkan minat baca pada anak. Orangtua harus berperan aktif dalam hal ini. Semoga kita salah satu pejuang literasi itu :)

      Delete
  4. Wadidaw, ulasannya menarik dan sangat sangat lengkap. aku pikir literasi itu sebatas baca dan tulisan doang. Bicara soal tips, bermanfaat banget tipsnya. Aku dan istri juga sedang menggalakkan literasi ke anakku, salah satunya dengan memberi teladan dan setiap hari bacain cerita ke anakku meskipun usianya baru 5,5 bulan.

    Terima kasih mbak, tulisannya berguna banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama bang, Selamat berjuang. Kampipun sedang melakukan perjuangan yang sama. Walaupun anak-anak sudah bisa baca, mereka lebih senang jika orangtua ikut membacakan buku untuk mereka

      Delete
  5. Mbak, ruangan bacanya bagus bgttt, penuh warna dan rapi. Punya saya di kamar, agak gelap dan harus bawa bukunya keluar buat baca...akhirnya anak lebih suka dibacain aja ketimbang dia baca sendiri, huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya letakkan di luar aja mbak. Karena takutnya kalau di kamar yang gelap kemungkinan akan lembab dan itu bisa membuat buku berjamur dan cepat rusak.

      Delete
  6. GERNAS BAKU memang kudu didukung secara optimal ya Mak.
    Soalnya, generasi muda Indonesia kudu lebih optimis dan maju terusss!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener tuh mbak. JAngan samapai kita tertinggal dengan negara lain.

      Delete
  7. Keren banget langkah nya kak dyah. Tapi ini masih pr banget buat dilakuin di keluarga kecil kami. Memang si sulung suka sekali baca, tapi si adik yang cowok belum terlalu minat kalo bukan buku2 yang banyak printilan dan aksesoris kayak pop up book.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama lah kk, Rais pun gitu. Tapi setiap malam setidaknya dia minta sendiri untuk dibacain buku oleh kami. Walaupun kadang mata emaknya dah sepet, dipaksain buat tetap ngebacain walaupun cuma satu kisah.

      Delete
  8. Lengkap mbak ulasannya... Memang harus ada kerjasama antara keluarga dan masyarakat agar kesadaran literasi di semua aspek kehidupan masyarakat dapat meningkat.. Tfs...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, keluarga dan masyarakat plus pemerinta hendak bersatu untuk mewujudkan budaya literasi ini.

      Delete
  9. Lengkap banget tipsnya untuk menumbuhkan budaya literasi, khususnya utk anak sejak dini mbak :D Tengkyuuu...
    Memang yang paling penting dari ortunya sendiri harus kasi contoh ya, misalkan soal membaca, bagaimana mungkin kita maksa anak suka baca kalau ortunya gak suka baca. Jd stimulasi pertama dari ortu sembari memperkenalkannya dengan lingkungan yang mendukung ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, satu teladan lebih baik dari seribu nasehat/perintah.

      Delete
  10. Wah mantap nih mba dyah.
    Poto blogsum member pun masuk yah hihihi

    Jadi kangen saya sama mba dyah😔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixix.. iya donk kk vivi. Blogsum juga kan sudah berjuang dalam menebarkan ilmu tentang literasi. Kangen juga ma kalian. Baper liat foto-foto kopdar :(

      Delete
  11. Tingkat literasi di Indonesia memang lumayan rendah .Dan salah satu cara untuk meningkatkan literasi memang dari keluarga dulu, karena keluarga adalah seseorang yg paling dekat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener tapi akan lebih baik lagi jika didukung oleh semua aspek.

      Delete
  12. dunia literasi harus ditanamkan sejak dini memang, ya literasi digital juga penting, mengingat sekarang itu revolusi industri 4.0

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agar bisa mengikuti perkembang zaman yang melesat sangat cepat di era ini ya bang.

      Delete
  13. Masya Alloh enak bgt perpustakaan kecilnya Mba. Banyak bgt bukunya.. pengen berlama2 klo maen ksana. Semoga pertumbuhan literasi anak Indonesia semakin bertumbuh meningkat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu main sini mbak, kami di pekanbaru. Hehehe.. kejauhan gak ya?

      Delete
  14. Selama ini saya tahunya literasi cuma baca tulis ternyata cakupannya luas ya. Duh! Tepok jidat dah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi.. saya juga baru tahu belakangan ini mbak. Ternyata literasi itu mencangkup semua hal dan sangat luas.

      Delete
  15. Kalau terminologi literasi yang dipakai sesuai yg seharusnya, berat sekali misi literasi ini.bukan cuma baca tulis.bukan cuma paham. Tapi kemampuan analisis dan bertindak sesuai oengetahuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukankah itu memang goal yang diharapkan bang ketika kita mengetahui sesuatu. Diharapkan itu bisa kita terapkan dalam kehidupan kita. Tapi yang baik-baik saja ya :D

      Delete
  16. Meningkatkan budaya literasi ternyata emang harus dimulai dari keluarga ya mbak. Aku jadi inget dulu juga suka banget nulis di buku diary hehehe. Dan ternyata setelah dipikir pikir, nulis buku diary sejak SD bikin aku jadi seneng nulis sampai punya blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh.. Manfaat bannget ya mbak nulis diaty dulu. Padahal kita niatnya cuma mengikat kenangan tapi ternyata bisa mengasah kemampuan menulis kita.

      Delete
  17. penting banget untuk menumbuhkan budaya literasi disekitar kita, termasuk ke anak-anak. Terlebih lagi budaya literasi kita rendah menurut beberapa riset

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang,itulah sedihnya kita masih sangat bawah peringkatnya.

      Delete
  18. Ternyata banyak macam literasi yang harus kita pahami ya. Aku pikir edukasi literasi ini juga harus dilakukan sejak dini supaya bisa menjadi warisan antar lintas generasi.

    Salam Literasi 👆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, semoga dari kita orang dewasa yang memahaminya terlebih dahulu dan mengajak generasi muda (anak kita) untuk bersama-sama berperan dalam menyebarkan virus litarsai.

      Delete
    2. Betul banget kak. Menjadi pegiat literasi itu harus dilakukan lintas generasi..

      Salam Literasi 👆

      Delete
  19. Keren banget. Saya setuju di semua poinnya. Tidak hanya memerintah dan menyediakan fasilitas nya, tapi anak perlu seorang figur yang juga menerapkan budaya membaca. keren sekali. Sangat menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak. Semoga bermanfaat. Dan selamat berjuang, saya yakin mbak aini salah satu pejuang literasinya.

      Delete
  20. Wihhh mantappp, akhirnya baru tau literasi gak cuma ttg baca buku, ada ttg media digital sampai ke calistung. Kakak ikut lomba dr kemdikbud ya? Wkwk. Good luck kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixix.. iya dek. LIterasi itu banyak hal gak cuma baca tulis. Doain ya.. hehehe.. Menang kalah urusan nati yang pernting adalah mengedukasi dan memberi manfaat bagi orang lain. :)

      Delete
  21. Dulu kukira literasi hanya baca buku doang ternyata maknanya luas ya Mak

    Lengkap pembahasannya 💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ternyata literasi itu maknanya sangat luas. tidak hanya baca tulis.

      Delete
  22. Masuk juga event Blogsum ya di artikel, hehe...mantul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus donk.. Xixixi.. karena dari sini emak AuRa jadi belajar menulis dan lainnya.

      Delete
  23. MAsha Allah, banyak banget bukunya mba, adem rasanya duduk di ruang bermainnya sama anak-anak.
    Budaya literasi memang sebaiknya ditumbuhkan pada anak sejak dini ya, agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang berwawasan luas.

    Noted banget nih buat saya, untuk diterapkan ke anak-anak saya.
    Anak saya yang pertama juga suka banget buku, meski terbatas buku komik saja hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh.. biasanya anak laki yang lebih suka komik. Anakku suka semua asal banyak gambarnya. ^^

      Delete
  24. Wah detail dan lengkap sekali. cakupan literasi memang sangat luas ya mba. dan orangtua sebenarnya sudah bisa mulai menumbuhkan nya dirumah dengan cara menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, keluarga memang sebaiknya yang mengawali hal yang baik ini. karena rumah tempat pertama anak belajar dan bermain

      Delete
  25. Masya Allah kak Diah aku masih peer banget ini ngajarin hal yang paling sederhana yaitu minta baca dan kurangi screen time. Karena masih kurang fokus anaknya. Tapi sudah mulai disediakan lahan baca di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku setidaknya sebelum tidur menyisihkan waktu membacakan buku buat mereka dan itu bergantian dengan pak suami.

      Delete
  26. Pembahasan literasi dan tips-tipsnya lengakap sekali mba. Semoga bermanfaat untuk kita semua para orang tua yang sedang menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak. Saya belum pernah beli yang buku kain dan baru tau kalau ada. Biasanya pakai boardbook.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak sekali jenis buku mbak, dan kemarin sudah ku ulas. Dibaca yuk :)

      Delete
  27. Literasi harus banget ditingkatkan ya Mba
    Butuh peran dan kontribusi berbagai pihak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap mbak, jika semua pihak bahu membahu akan lebih mudah untuk bisa terwujud

      Delete
  28. Awalnyam saya hanya taunya literasi itu kemampuan membaca dan menulis. Ternyata lebih dari itu dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, cakupan literasi di zaman digital ini sangat luas dan kompleks

      Delete
  29. Sekarang literasi lebih kompleks yac... Saya jadi paham dan mengerti karena penjelasanya lengkap banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat mbak, terimaksih sudah berkunjung :)

      Delete
  30. Seperti yang Kak Aura bilang, literasi itu tidak melulu buku. Tetapi kesadaran literasi juga meliputi literasi finansial. Mengajari anak tentang membuat keputusan untuk memilih mainan atau memilih jajanan ketika menggunakan uangnya, saya rasa juga termasuk mendidiknya tentang literasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bener sekali tuh kak. Kecerdasan literasi finansial akan sangat mereka butuhkan di masa yang akan datang. Dan bisa dimulai dengan mengajarkan memilih yang sesuai kebutuhan

      Delete
  31. Baru tau aku mbak tentang literasi ini. Kirain selama ini literasi cuma sebatas baca dan tulis doang. Hehehe mantul informasinya lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Literasi baca dan tulis itu definisi yang lama kak. Sekarang sudah sangat komplek ya walaupun literasi baca tulis itu adalah yang paling mendasari literasi yang lain.

      Delete
  32. Yang aku tangkap kurang lebih begini, literasi utama itu didirikan dari keluarga terlebih dulu. Pembahasan kakak mengingatkan lagi pengertian literasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, karena berawal di rumah dan bersama keluarga anak-anak bermain dan belajar serta menanamkan karakter baik sehingga bisa menjadi kebudayaan yang baik juga.Termasuk juga literasi.

      Delete
  33. Informasi literasinya lengkap bgt mbak..

    Dan memang untuk meningkatkan kemampuan literasi itu perlu peran dari keluarga dan masyarakat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak, semoga bermanfaat info yang saya berikan. :)

      Delete
  34. Lengkap banget kak ulasannya. Budaya literasi itu memang harus dimulai dari orangtua yang menularkan ke anak-anaknya ya. Semoga indeks minat baca masyarakat Indonesia dapat meningkat seiring dengan digalakkannya program GERNAS BAKU dari Pemerintah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga ya mak, setidaknya kita ada usaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan.

      Delete
  35. Wah lengkap sekali tips yang diberikan, Mbak. Menurutku yang paling efektif adalah memberi teladan. Selanjutnya MSPS alias memberi saja dan percaya saja bahwa anak akan menemukan kecintaan pada buku pada waktuNya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, teladan itu usaha yang paling utama mbak.

      Delete
  36. penting nya mengetahui literasi, karena saat ini literasi di indonesia masih rendah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, masih sangat rendah jika dibandingkan negara lain. Semoga dengan adanya kerjasama dari semua pihak literasi di indonesia terutama dalam hal minat baca semakin meningkat.

      Delete
  37. Duh pengen kali lah buat perpus mini buat anak seperti kak dyah, buku2nya banyak banget iri to the max deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu masih sedikit dibanding temenku yang lain kk. kami kemarin ikut komunitas pecinta buku anak. Wkwkwk.. jadi emak-emaknya yang rebutan, dan aku kena virus itu. Tapi Alhamdullilah ternyata memang bermanfaat.

      Delete
  38. nyuruh anak membaca sekarang ini sudah karena perhatiannya udah teralihkan sama gadget... kalo ada pameran buku tuh kesempatan saya buat ngajak anak.. bisa mereka suka banget milih milih buku di event kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, memilih buku sendiri sangat membantu agar anak bisa menyukai buku. Malah kalau anakku dibaca berkali-kali tuh buku favoritnya

      Delete
  39. Wah bukunya banyaknya sekali mba di ruang baca, ingin punya sebanyak itu juga :D saya juga lagi berusaha mengajarkan literasi membaca untuk anak-anak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ngumpulin dari jualan buku mbak, jadi misal 5 untuk dijual untungnya 1 buat sendiri :) Lama kelamaan banyak juga

      Delete
  40. Sejak kecil anak harus didekatkan dengan kebiasaan membaca yah supaya wawasannya terbuka lebar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, membaca bisa membuat kita melihat dunia tanpa harus beli tiket pesawat. Xixixi...

      Delete
  41. Sangat penting ya mengenalkan anak pada budaya literasi melalui buku-buku bacaan, sehingga kelak dewasa akan mengerti dan banyak wawasan yang didapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap,bener banget mbak. Orang-orang hebat kebanyakan memiliki hobi membaca contohnya saja bunya Hamka, pak Habibie, Pak soekarno, dll.

      Delete
  42. iya memang penting mengenalkan anak di dunia literasi. Meski bukan karena mereka hobby menulis atau membaca, namun banyak hal yang bisa mereka dapat. Terutama pengetahuan mereka bisa bertambah ya mbak ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, karena literasi itu banyak cakupannya.

      Delete
  43. Saya sejak kecil suka baca,bukanya nyombong dari chek di goodread setamat SMA setidaknya saya sudah tamat baca 200 judul buku terkenal dan sekian ratus bukubyg belum masuk indeks goodreads.Dulu saya gak ada gawai pulang sekolah beres rumah terus baca.Hiburan, ruang imajinasi dan sumber pengetahuan cuma buku.Nah sekarang tinggal pilih aja sekali klik .

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah keren mbak dona, saya juga hobby membaca dari kecil.

      Delete
  44. Sebenarnya banyak literasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak juga ya mbak. Kalau aku sekarang sedang memperkenalkan science ke anakku nih, senang sekali dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak percobaan sains itu memang menyenangkan bagi anak-anak, karena mereka bisa bermain sambil belajar.

      Delete
  45. Happy banget melihat anak-anak sayang sama buku.
    Karena sekarang jamannya orangtua yang lebih bangga ketika anak-anaknya pinter mengoperasikan gadget ketimbang membaca buku.
    Huhuu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku inginnya anak seimbang mereka mencintai buku tapi juga tidak tertinggal dalam hal teknologi. Nah, PR besar untuk membuat mereka bijak dalam menggunakan gawai.

      Delete
  46. Saya juga terus belajar mbak untuk mengembangkan budaya menyukai literasi di tengah-tengah keluarga baik untuk suami dan anak. Apalagi anak di masa pertumbuhan dan mengasah kecerdasannya. Semoga tips di atas bisa saya terapkan semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat berjuang mbak, sayapun masih belajar dan berjuang. :)

      Delete
  47. Wiwin | pratiwanggini.net7 September 2019 at 17:23

    Ulasannya lengkap sekali, Saya jadi makin paham tentang Literasi. Btw untuk literasi buku di rumah sepertinya memang harus ditunjang dengan sarana dan fasilitas yang memadai ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak juga mbak, kalau soal buku kan bisa pinjam di perpustakaan. Yang penting adalah usaha. ^^

      Delete
  48. Lengkap nih ulasannya.. Banyak bgt yg bisa dilakukan utk mengajarkan literasi di banyak bidang utk anak ya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, karena literasi tak sekedar baca tulis.

      Delete
  49. Ya ampun mba, bener2 menambah pengetahuanku ini, dan dari dulu pingin jg melakukan tips2 ini, semoga bs terlaksana lagi

    ReplyDelete
  50. Di tengah godaan gadget, maka peran orang tua diperlukan untuk literasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bener banget mbak. Aku termasuk golongan orangtua yang tidak anti gadget tapi kami dan anak-anak sepakat harus bijak dalam penggunaannya.

      Delete
  51. Aku kira literasi itu artinya belajar dan mengolah informasi dari apa yg dibaca. Ternyata lebih luas lagi ya 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, luas banget mengcangkup semua lini dalam kehidupan. :)

      Delete
  52. Yap ini adalah salah satu visi misi Komunitas kita kk, untuk melek literasi digital. Semoga bisa ke medan lg kita kopdar ya hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kk, terimaksih ilmunya. Kangen semua di blogger sumut. :')

      Delete
  53. ruang baca di rumahnya bagus sekali, jadi terispirasi deh kalau sudah berkeluarga nanti, penting banget ya mengajarkan literasi ke anak

    ReplyDelete
  54. Ulasannya bagus banget mbak. Lengkap dan sistematis. Pun bahasanya mudah dimengerti. Dan juga tidak sulit untuk dipraktekkan di rumah. Karena memang budaya literasi ini perlu ditumbuhkan sejak dini ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, semoga kita sebgai orangtua mampu menjalankan peran tersebut

      Delete
  55. thanks infonya mbak.. semakin semnagta lagi untuk membangkitkan minat literasi ke anak dan keluarga

    ReplyDelete
  56. Lengkap sekali ulasanya mba... Ya ampun ak naksir banget sama ruang bacanya lengkap dan menarik untuk anak-anak

    ReplyDelete
  57. Memang harusnya awal pengenalan itu sedari rumah ya. Aku sendiri dulu waktu kecil dibiasakan ibu membaca. Sebelum tidur dibacain dongeng. Diajak ke toko buku sebulan sekali. Hari itu adalah hari bebas untuk memilih buku (tetap dengan budget ya). Dan sampai skarang masih berkesan sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku dulu dilangganin BOBO ma alm ayahku, setiap minggu pasti happy saat bobonya datang

      Delete
    2. Wah iya aku juga. Nunggu2 banget ya pas tanggal terbitnya 😍

      Delete
  58. jadi semgat saya untuk membangkitkan minat literasi anak mom, terimkasih tulisan nya sangat bermanfaat dan aku suka baca tulisan mba detail dan super lengkap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mmbak, terimakasih juga sudah berkunjung dan membaca. Moga bermanfaat ya

      Delete
  59. ruang bacanya keren bnget mom, jadi terispirasi untuk membuat ruang baca agar si kecil lebih semangat kalau ruangan bacanya menyenangkan seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, bikin senyaman mungkin biar anak-anak tertarik :)

      Delete
  60. Budaya literasi ini sudah harus ditanamkan sejak kecil. Setuju banget sama tulisan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak, sudah berkunjung dan membaca artikel ini :)

      Delete
  61. Huwaaa ini keren banget budaya.literasi yang terus digalakan. Dari rumah kebiasaannya dimulai. Duh senangnya dibacakan dongeng sama ayahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bun, Abi juga harus dillibatkan dalam proses pengasuhan termasuk dalam membudayakan literasi di rumah. Jadi biasanya sebelum tidur malam, kalau beliau tidak terlalu capek beliau dapat tugas membacakan buku buat anak-anak.

      Delete
  62. Lengkap sekali pembahasannya, saat ini memang kemampuan literasi kita di indonesia sangat kecil. Itulah sebabnya kita sering terkena isu hoax.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bang, cerdas berliterasi bisa meminimalisir kita dalam menerima dan menshare berita hoaks. karena orang yang cerdas berliterasi akan menfilter dan mencaritahu kebenaran akan suatu berita atau informasi yang didapatnya.

      Delete
  63. Kak diaaah, banyak yang pengen aku komen hahahaha, tapi lupa-lupa, kalau blog bisa kata wattpad komen di setiap paragraf keknya asyik jugaa

    Pertama aku mau bilang, artikel ini keren sekali, aku bakal share ke kakak - kakakku,
    Kedua, ada temenku aktivis lingkungan, kerap membahas masalah sampah terutama sampah plastik, di akhir statusnya sellau dibilang budaya literasi, dan yaa aku kira selama ini literasi hanya terbatas buku dan buku, thanks artikel ini sudah mmebahas macam-macam literasi
    Ketiga, aku mau bilang kebiasaan kecil yang baik insyaallah bakal ngikutin sampai besar, aku yakin kita semua yg suka nulis dulunya suka nulis diary hahaha, dan yaa salah satu kebiasaan ortu ku dulu setiap malam Minggu mesti ke gramedia dan aku bebas pilih buku apa saja, ya Allah senangnya hehehe
    Terakhir deh, lupa soale mau apalagi, aku pernah pake program pengiriman gratis via pos tgl 17, itu tuh maksimal 10 kg, emang masih ada ya kak? Setahuku katanya sudah tidak ada lagi program itu, karena sudah melebihi budget CSR pos itu sendiri, adapun kerjasama dengan pemerintah kaya BPJS yang gak dibayar-bayar but correct me if I'm wrong yaa,

    Udah itu ajaa, goodluck kakak, semoga rezeki juara disini 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk.. panjangnya komen si una ini. Maksih banyak dek.

      Pertama : Makasih banyak atas apresiasinya.

      kedua : ya orang yang cerdas literasi, biasanya akan mikir untuk hal terkecil yang berhubunngan dengan sampah. Misalnya untuk membuang sampah pada tempatnya, karena kalau dibuang dijalan akan banyak efeknya. Selanjutnya yang masih jadi PRku juga adalah menggalakkan budaya zero waste.

      Ketiga : Jadi pengalaman yang indah untuk dikenang ya dek, begitupun aku dulu dilangganin bobo duh senengnya sampe sekarang jika mengingat kenangan itu.

      keempat: Hiks, ini sedihnya. saya kurang update. Kemarin cerita dengan sesama pelapak buku memang program ini sedang ditinjau ulang. Karena banyak masyarakat yang curang memanfaatkan program ini untuk pengiriman pribadi dan bahkan isinya seringkaili bukan paket buku. Tapi berharap semoga akan ada kembali program ini.

      terakhir : menang kalah itu bisa jadi pengalaman berharga buatku, tapi yang terpenting misi utama tulisan ini adalah mengedukasi tentang literasi kepada orang lain. Terbukti banyak yang menyangkah literasi hanya baca tulis padahal dizaman ini cakupannya sangatlah luas. ^^

      Delete
  64. Literasi itu luas, makanya ak selalu salut sama para pejuang literasi. Sedih banget waktu itu gabisa ikutan acaranya kemendikbud

    ReplyDelete
  65. Tulisannya menarik dan lengkap, Mbak..
    Sungguh senang bisa ketemu blog Roemahaura yang sangat positif untuk berbagi.

    ReplyDelete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular