Tuesday, 20 August 2019

# Film & Book Review # Parenting

KISAH 'PIHU' DARI JEMBER

Pihu memeluk mayat ibunya, seperti inilah adegan kisah Annisa
Ada yang masih ingat film PIHU asal negeri Bollywood? Awal tahun kemarin film ini berhasil menyedot perhatian ibu-ibu di dunia maya. Kisah batita perempuan berusia dua tahun yang terjebak dengan mayat ibunya yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Apa respon ibu-ibu yang menonton? Semua khawatir dan bahkan ada yang membayangkan jika itu yang terjadi pada buah hatinya. Sendirian di dalam rumah dan melakukan aktivitas yang sangat berbahaya seperti pihu.
Adegan berbahaya pihu
Di dalam film ini tokoh Pihu mencoba mencari makanan di lemari es yang akhirnya malah mengacak isi dan terkunci di dalam lemari es tersebut, memanaskan roti di microvawe dan kompor sampai gosong tapi tidak tahu bagaimana mematikan alat tersebut , naik ke terali teras luar rumah untuk mencoba mengambil bonekanya. Semua adegan bikin jantung para penonton deg-degan seperti saat naik rooler coaster.

Kisah serupa Pihu inilah yang mengegerkan warga Desa Kaliwining kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur pada hari Rabu (14/08/2019). Siti Annisa Syafir yang masih berusia 14 bulan ditemukan seorang diri menunggui mayat ayahnya yang bernama Fauzi yang mulai membusuk di dalam rumah. Ayahnya meninggal diperkirakan sejak hari Minggu (11/08/2019). Itu artinya selama tiga hari Annisa ini bertahan tanpa asupan makanan.

Annisa berhasi diselamatkan oleh personel polisi dan beberapa warga yang mendobrak paksa rumah Fauzi di Perumahan Kaliwining Asri C-6, Jember. Sesaat setelah pihak kepolisian mendapat laporan warga akan adanya bau busuk yang menyengat dari rumah tersebut. 
 
Annisa saat diketemukan (sumber gambar : detik.com)

Saat pintu rumah berhasil dibuka mereka menemukan fakta bahwa Annisa sedang memeluk mayat ayahnya di dalam kamar dalam keadaan sangat memprihatinkan. Tubuh Annisa lemas dan kotor karena di dalam popoknya sudah penuh dengan air kencing dan tinja yang sudah mengering. 

Annisa dan budenya (sumber gambar: tribunmadura.com)
Setelah berhasil dievakuasi, Annisa langsung diberi air gula karena dikhawatirkan dia mengalami dehidrasi setelah itu dimandikan dan baru diberi susu. Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian pada mayat Fauzi tidak diketemukan bekas penganiayaan dan pihak keluarga menolak melakukan autopsi karena yakin Fauzi meninggal karena sakit.

Sedangkan Sulastri (ibunya Annisa) terikat kontak kerja menjadi TKW di Taiwan selama 3 tahun . Karena alasan tersebut akhirnya Annisa dirawat sementara oleh budenya, saudara sulastri.

Kisah Pihu dan Annisa memang tak sama tapi keduanya serupa. Anak yang masih balita harus survive terkurung di dalam rumah selama beberapa hari dengan mayat orangtuanya. Sebagai orangtua, saya sangat berharap hal ini tidak terjadi lagi pada Pihu dan Annisa yang lain. Mungkin perlu mengedukasi anak sejak dini untuk bisa meminta bantuan tetangga dan orang sekitar jika kita saat bersama mereka tiba-tiba sakit, pingsan atau bahkan meninggal.

Jika usia anak masih sangat dini untuk mengerti seperti Annisa dan pihu yang berusia dibawah dua tahun. Sudah selayaknya kita mencari lokasi tempat tinggal yang mempunyai lingkungan yang baik dan tetangga yang perhatian. Karena terkadang kondisi ada saatnya memang mengharuskan kita tinggal hanya bersama anak. Sama halnya yang terjadi pada saya yang menjadi perantau jauh dan tidak ada keluarga yang tinggal di daerah domisili tapi sering ditinggal suami tugas keluar kota. Jadi seringkali jika suami tidak ada, saya cerita dengan tetangga yang bisa dipercaya. Begitupun denga suami yang jauh, beliau jadi makin sering melakukan kontak melalui telepon dan videocall. Jadi jika terjadi sesuatu yang tidak kita duga, bisa segera terdeteksi.



31 comments:

  1. Allah semoga selalu melindungi anak2 kita ya maak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya ALlah.. Jangan sampe hal seperti ini terjadi pada kita ya mak. Kasian anak-anak.

      Delete
  2. Aku pas baca berita itu langsung merinding mbak. Semoga itu gak terjadi di kehidupan keluarga kita. Aamiin. Sedih kalau balita ditinggal orang orang yang dicintai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. iya bang, apalagi jika kondisinya seperti annisa ini. Berhari tanpa makan dan minum

      Delete
    2. iya kondisinya aduuuh... benar benar sedih jadinya.

      Delete
  3. Anak 14 bulan mungkin belum bisa diedukasi kak dyah.
    Tapi Setidaknya, tetangga Harusnya lebih aware sama tetangga kanan kiri nya.
    Alhamdulillah kami dapet rezeki tetangga yang baik, kami sama-sama saling mencari tau bila dalam sehari tidak nampak batang hidung masing2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, kemarin saya mau nambahin itu di artikel tapi kok lupa.

      Delete
  4. Tapi rada susah juga mba mengedukasinya. Soalnya baru 14 bulan lho..

    Terkadang tetangga yg 'want to know ajah' itu berguna lho..

    Klo tetangga dan keluarganya gak keluar sehari aja, jd penasaran, bisa menyelamatkan keadaan.

    Tapi yaaa ga tiap hari juga ada keadaan kek gini kan.

    Tetangga kek gitu ya nyebelin

    Serba salah ya 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi.. yang gak kepo juga sih mbak. Aku malah dari dulu cerita ma tetangga kalau paksu mau keluar kota. jadi kalau ada apa-apa, mereka juga menawarkan bantuan. Paksu juga jadi lebih sering nelpon.

      Delete
  5. Ya Allah Dy, beneran deh kalo gak baca tulisan dari blog ini tentang baby N, kubenar-benar gak tau berita ini. Ya Allah nangiiiiis aq Dy. Rasanya aq kayak ngingetin perasaan ibunya yang diluar negeri. Kerja jaug2, suami sudah menjadi jenazah.

    Moga dimudahkan proses dia balik ke Nusantara ya.

    Allah memang maha pemelihara, kemampuan kita terbatas. Dan kisah ini adalah wujud kebesaranNya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bun, Pasti sangat terpukul. Tapi apadaya kontraknya selama 3 tahun dan baru jalan 3 bulan di sana. Kalau melanggar pasti konsekuensinya besar.

      Delete
  6. Ya Allah, ini benar banget, Mbak. Perlu disadari untuk mempersiapkan diri dengan lingkungan yang baik. Soalnya kita perlu waspadajuga untuk hal-hal tak terduga.

    ReplyDelete
  7. Ikutan sedih bacanya, ngebayangin jika terjadi pada anak sendiri, tapi mungkin kisah diatas karna hanya mempunyai satu anak, kalau ada kaka2nya mungkin saja itu tidak terjadi. Bersyukur sih aku juga punya tetangga yang care banget.

    ReplyDelete
  8. Aku nonton trailer nya aja udah bikin pilu, hati dan pikiran menangis. Hanya bisa beristighfar dan berdoa semoga di jauhkan dari peristiwa yang pilu menyayat hati 😭

    ReplyDelete
  9. Sedihnya kak. Anaknya masih kecil banget ya. Baru terasa pentingnya hubungan baik dengan tetangga kalo kayak gini.

    ReplyDelete
  10. Turut prihatin pd Annisa, gimana ya kl boleh berandai², andaikan ibunya gak udah jd TKW ke Taiwan kan Annisa gak mengalami spt tu...😥

    ReplyDelete
  11. Miris memang, hanya bisa berdoa semoga Allah menjaga dan melindungi kita dan keluarga. .aamiin...

    ReplyDelete
  12. Semoga tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Miris banget bacanya. Semoga kepedulian antar tetangga terus ada. Sehingga kl ada hal-hal yang tidak seperti biasanya, bisa cepat diketahui.

    ReplyDelete
  13. Ya, Allah sedih sekali baca ini, Mbak. Itu si Anisa yang masih 14 bulan masih dijaga Allah. Logikanya, orang dewasa saja 1 hari 1 malam tidak makan minum sama sekali bisa pingsan. Semoga tidak ada lagi kejadian ya, Mbak. Dan memang perlu dekat dengan tetangga. Jadi misalnya, kok Pak Fauzi sejak kemarin tidak terlihat ya, coba kita cek."

    ReplyDelete
  14. awak sempat baca dong ini kisahnya di fb. kirain kisahnya hoaks dong. ya allah, ternyata beneran ya kak?

    ReplyDelete
  15. Ya Allah sedih banget :(
    Nonton filmnya aja sedih apalagi kejadian beneran. emang bener yaa, cari lingkungan yang baik, trus baik2lah sama tetangga, apalagi yang jauh dr keluarga, jadi kalau ada apa2 tetangga yg suka tengok2 dan curiga duluan

    ReplyDelete
  16. Aku juga baca berita ini dan seketika langsung mbrebes mili. Ga kebayang gimana kasihannya si balita itu dan bagaimana kalau itu terjadi sama kita...

    ReplyDelete
  17. Aku waktu nonton film Pihu tak bisa menahan airmata Mbak. Sedih banget. Kadang ngebayangin gimana kalo itu terjadi pada kita. Ketika suatu saat kita dipanggil olehNYA Dan anak kita tak menyadarinya, seperti Pihu. Huhuhuuu sedih banget. Apalagi Ternyata beneran kejadian yaa Di jember itu, mana anaknya masih bayi pula. Apa tetangga gak ada yg denger suara bayi nangis ya. . Beruntung Alhamdulillah ia masih bisa bertahan, Allah menjaganya.

    ReplyDelete
  18. Ya allah aku bacanya kenapa sedih banget ya mom ada cerita seperti ini di jember...ya allah.... Kasian yaa...

    ReplyDelete
  19. Sedih mbak bacanya. Tapi Alhamdulillah Annisa bisa survive di kondisi yang demikian tanpa asupan makanan. Sehat terus annisa. Semoga Annisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan menginspirasi

    ReplyDelete
  20. Sedih dan merinding banget mbak. Aku baru tahu film Pihu ini dan juga berita tentang bayi Annisa yang 3 hari bertahan sendirian di rumah. Mudah-mudahan ga ada lagi kejadian seperti ini dan Allah melindungi kita semua.

    ReplyDelete
  21. aku lama di Jember dan baru tahu kisah ini mbak, Ternyata ada kisah yang seperti ini

    ReplyDelete
  22. Saya baca dan nonton berita ini bun, ya Allah serasa tersayat-sayat di hati ga bisa bayangin si anak survive sendirian hiks kebayang traumanya meluk ayah, panggil-panggil tapi si ayah ga bangun lagi T.T

    ReplyDelete
  23. Saat harus tinggal berdua dengan anak yang masih kecil, memang harus semakin menekatkan diri kepada tetangga, sebagai orang yang terdekat dengan tempat tinggal kita. Ini untuk antisipasi kalau terjadi sesuatu dengan kita, apakah sakit atau sedang membutuhkan pertolongan.

    ReplyDelete
  24. Waktu baca berita ininaku nangis lho huhu ga kebayang gimana si adek selama 3 hari ga makan sekaligus bersama mayat ayahnya. Semiga tidak bergitu trauma ya untuk si adik ini.

    ReplyDelete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular