Monday, 19 August 2019

# Film & Book Review # Me Time

I AM SARAHZA, SAAT HARAPAN BERBUAH KEHIDUPAN

Cover novel diambil dari IG hanum
Salah satu hal yang didambahkan dua insan yang telah menikah adalah memiliki keturunan. Setiap keluarga memiliki lika-liku kisahnya masing-masing dalam memperjuangkan hal ini. Ada yang sangat mudah mendapatkannya namun sebaliknya, tak jarang  sebagian lain mengalami begitu banyak kesulitan. Walaupun memang yang pasti, anak itu adalah hak mutlak Sang Maha Kuasa.

Buku I AM SARAHZA ini menceritakan perjuangan yang sangat panjang Hanum Salsabilah Rais (anak Pak Amien Rais) dengan pendamping hidupnya Rangga Almahendra untuk bisa memeluk buah hati mereka.

Sebenarnya novel terbitan Gramedia ini bukanlah termasuk buku baru. Karena pertama kali novel diluncurkan pada bulan april 2018. Tapi karena beberapa alasan, saya baru bisa membacanya pertengahan tahun ini.

Walaupun ini novel tentang pernikahan tapi menurut pendapat saya, novel ini bisa dinikmati oleh semua golongan. Baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Baik yang sudah mempunyai anak maupun yang masih berjuang. Begitu banyak hikmah yang bisa kita petik dalam novel ini. Disajikan dengan gaya bahasa yang indah nan bermakna.

DISAJIKAN DALAM TIGA SUDUT PANDANG

Salah satu kespesialan buku ini, ceritanya disajikan dalam tiga sudut pandang. Hanum, Rangga dan Ruh Sarahza. Pembaca diajak menyelami perasaan ketiga tokoh utama novel ini. Meskipun tokoh Sarahza masih berupa ruh tapi saat membacanya, saya merasa itulah yang dirasakan para ruh calon anak kita.

Manusia bilang di mana ada kehidupan, di situ ada harapan. Tapi bagiku, ruh yang telah dinasibkan di Lauhul Mahfuz, selama manuasia memelihara harapan maka aku akan selalu hidup.

SEBELAS TAHUN PERJUANGAN

Novel ini tiap bab menceritakan tiap tahun kehidupan pernikahan mereka. Meleati puluhan terapi, menghadapi ratusan jarum suntik, sayatan pisau operasi, berkali inseminasi, dan  kegagalan bayi tabung, bahkan  sampai menuai badai depresi. Dan akhirnya berujung pada arti berserah diri sesungguhnya pada Allah subhanahu wa ta'ala.

Kisah sebelas tahun pernikahan mereka ini diselingi dengan kisah sukses mereka menulis, membukukan bahkan memfilmkan 99 cahaya di langit Eropa, Bulan terbelah di langit Amerika, serta Faith and the city (difilmkan dengan judul Hanum dan Rangga). Yang awalnya novel dan film ini dibuat sebagai wujud pengalihan atas kegagalan pada usaha mendapatkan buah hati mereka.

Dan di beberapa babnya menceritakan  juga kisah pak Amien Rais dan istri yang hidup sebagi politikus dan orang tua yang begitu sayang pada anak dan menantunya. Senantiasa mensuport, berdoa, dan mendampingi mereka. Bahkan salah satunya hingga pak Amien rela bernazar berjalan berkilo-kilo meter berharap anak menantunya bisa segera memeluk buah hati mereka.

KESETIAAN SUAMI DAN PERJUANGAN ISTRI

Banyak sekali kisah suami yang menyerah, menyalakan sang istri dan bahakan menikah lagi saat diuji menjadi kehidupan berumah tangga tanpa kehadiran anak.  

Petikan kisah tokoh Ruh sarahza di tahun keempat pernikahan ini begitu membuat saya ingin membaginya di tulisan ini.

"Perempuan sering menjadi alamat melampiaskan salah ketika pasangan tak kunjung berketurunan. Ini tidak adil. Bukankan seharusnya anak adalah buah usaha bersama? Buah cinta dan usaha sepasang manusia yang saling menyayangi, saling mendukung dengan kondisi apapun. kata manusia, it takes two to tango! 

Tuhan Maha sempurna telah membuat sistem reproduksi manuasia pada tubuh laki-laki dan perempuan berbeda 180 derajat. Tanda keduanya harus saling melengkapi. Sistem yang satu bisa optimal tatkala sistem yang lain mendukung.

alat dan 'mesin' reproduksi laki-laki dan perempuan memang sudah dirancang tidak bisa bekerja sendiri, melainkan barus bersisian dalam seluruh porosesnya. Urusan berketurunan tidak bisa dibebankan pada satu pihak."

Ah, memang benar yang tertulis di sini. Itulah yang terjadi pada Rangga dan hanum. Rangga yang senantiasa setia dan pendorong semangat bahkan ketika Hanum depresi dan 'bertingkah' agar Rangga mau meninggalkannya. Tapi Rangga tetap senantiasa berada di sisi Hanum.

Begitupun sosok Hanum, yang sebagai manusia bisa yang terkadang down dengan ujian hidup, pada akhirnya tetap kembali mencoba dan mau berjuang melewati proses yang amat menyakitkan yang diterima oleh jiwa dan raganya demi sang buah hati mereka.

Sikap itulah yang memang seharusnya ada pada pasangan yang sedang dan penantian dan perjuangan. Dan bagi saya pribadi yang telah memiliki putra-putri, kisah ini menjadi pembelajar yang sangat berarti. Disaat yang lain sedang berjuang dengan sebegitu gigihnya, rasanya sangat tak pantas rasanya jika saya menyia-nyiakan amanah titipan Allah ini. Walaupun belum bisa mendidik dan menjaga mereka dengan maksimal tapi saya akan berjuang untuk tetap memantaskan diri jadi ibu yang mereka impikan.

Epilog pesan Hanum pada anaknya Sarahza saat sudah lahir ke dunia ini. Benar-benar berhasil menjadi penutup yang manis dari kisah panjang mereka di novel ini.

Seberat apapun masalah yang akan kamu hadapi nanti,  cukuplah Allah sebagai penolongmu. Nak, jangan sesekali berpikir untuk menyerah.
 

31 comments:

  1. buku ini kabarnya bagus kali ya kak. tahun lalu sempat ingin membeli buku ini kak di, tpi sampe ini hari belum juga terealisasi. Memang bener kali lah, tiap ada salah di keluarga tetap yang menjadi pelampiasan amarah itu pasti istri. ntah kek mana ngerubah hal ini yakan. makanya lah mak emak itu selalu sering merepet. ya karena itu termasuk kekesalan yang tak bisa diutarakannya semua, jdilah ngebuat emak sering merepet gk jelas. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kemarin sempet jualin bukunya malah gak sempat beli sendiri karena saldonya abis jajan buku anak-anak. xixixi.. bersyukur ini dapat pinjam dari adek. Ternyata emang bagus kk.

      Delete
  2. Mewek ya kak dyah..

    Pernah lihat video hanum rais saat diwawancara, terharu pas diceritain pak amin jalan kaki pas hanum hamil, meski keguguran akhirnya trus jalan kaki lagi saat hamil SarahZa ini.. dan lebih jauh..

    Waaah jadi kangen ayah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, pertama kali pak Amien bernazar Hanum qodratullah keguguran. Itu bikin hamun syok dan merasa bersalah pada bapaknnya. Tapi ternyata gak menyusutkan semangat pak Amien untuk bernazar lagi dan ini jaraknya lebih jauh dan Alhamdulillah nazar kedua keinginannya terwujud.

      Delete
    2. Ah, sebegitu besarnya cinta seorang ayah pada anaknya. hiks... aku juga kangen ayahku.

      Delete
  3. Jadi Sahraza berhasil dilahirkan ke dunia kah mba dyah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berhasil mbak, di tahun kesebelas pernikahan mereka dengan berulang kali inseminasi dan bayi tabung.

      Delete
  4. Replies
    1. Banget dek, apalagi baca novelnya. Walaupun masih single tetep cocok baca novel ini.

      Delete
  5. Belum pernah baca novelnya. Tapi udah banyak yang rekomendasikan ni kak. Intinya jangan pernah menyerah, karena Allah pasti akan menolong kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, tapi jika aku jadi Hanum mungkin akan memilih menyerah. MasyaAllah, berkali gagal. hiks.. makanya pas baca ini teringat sering 'kasar' ma anak-anak jadi merasa bersalah. Sudah sepantasnya mereka itu disebut harta paling berharga bagi kita.

      Delete
  6. Kemaren liat buku ini best seller di gramedia Manhattan Medan kak. Kebetulan list tahun ini ada beberapa buku lain yang akan dibeli, jadi masih di save di picture hp untuk next buku. Eh, tetiba baca resensi dari kakak. Jadi semakin penasaran dengan kisahnya (even i haven't married yet. but i think it is important to know it). semoga ada rilis ebooknya. (pencinta ebook) :D jadi tetap bisa baca. thnks kk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah bagus jika dibaca sebelum menikah dek, karena jika kehidupan berumah tangga itu gak ada sekolah formalnya. Jadi saat masih single waktu yang tepat untuk cari ilmu tentang rumah tangga, parenting, perASIan, kehamilan, dsb.

      Delete
  7. Dy, tulisannya kubaca satu persatu. Pas baca, rasa haru menyelimuti dan bulu-bulu merinding.
    Ya Allah,ini cuma baca review...
    Gimana ya pelakon aslinya.
    .
    TFS Dy.
    Kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau baca bukunya hati jadi mengharu biru bun.

      Delete
  8. Masyaallah baca reviewnya aja bikin saya berkaca2, gimana kalau bukunya difilmkan ya kak tambah mewek dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gak salah bentar lagi bakal keluar kak.

      Delete
  9. Saya halaman pertama udah ga sanggup baca krn pengalaman kami hampir sama, cm ya modal mba Hanum banyak kami ga sampe bayi tabung krn blm punya uang segitu gede. Dan alhamdulillah suami masi setia sampai detik ini dan saya udah tahap lillahi Ta'ala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap semangat ya kk echi, Semoga Allah segera anugerahkan keturunan yang sholeh/sholehah pada kalian. Tapi teruslah berjuang dan berdoa ya kk.

      Delete
  10. Mental sabarnya Hanum ini tertempa juga darj ayah dan ibunya. Pak Amin Rais itu 15 tahun menantikan kehadiran Hanafi anak pertama. Beliau berdua pergi umrah dulu, tetap setia menjalani takdir Allah. Tak heran kalau adiknya Hanafi, Hanum juga sekeren ini. Keluarga inspiratif.

    Btw ada tambahan info kurang penting nih hihi

    Saya dan Hanafi barengan lohh wisudanya... Dia dr fisip UGM dan saya dari hukum. Satu auditorium Graha Sabha Pramana, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bener pak rias dan istri juga lama memiliki keturunan. Makanya ibu Rais tahu betul apa yang dirasakan anaknya.

      Delete
  11. Baru tau buku ini, dari quotes-quotesnya seperti ada nuansa sedih dan perjuangan. Rencana mau pinjam sama kakak, eh lihat di komen sebelumnya, rupanya kakak minjam juga. Ndak jadi deh hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi.. lagipula kk dah di pekanbaru sekarang. Kejauhan kalau mau pinjemnya.

      Delete
  12. Ini rekomen kali memang sih kak buat yg sedang berusaha dan akan berusaha mendapatkan sesuatu yg diinginkannya. Berkali2 nangis baca buku ini huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Apalagi pemilihan diksi yang digunakan mbak Hanum di buku ini keren-keren.

      Delete
  13. Hal paling ditunggu ketika dua insan membina rumah tangga adalah buah hati...
    Artikelnya mantap betull kk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bang. Bener bang, anak adalah hal yang paling dinanti pasanagan yang sudah menikah.

      Delete
  14. Aku hadir di launching buku ini tahun 2018 di JCC, auto beli dan dapat tanda tangan dan beberapa teman sampe nitip..
    Kebanyakan baca review yang emang sedih banget
    Tapi yang sebenarnya aku belum baca buku inii 🙈🙈🙈
    Ya Allah maafkan aku buku-buku ku 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu ih.. setahun dianggurin gitu aja. wkwkwk... padahal buku-bukuku juga masih banyak yang berplastik.

      Delete
  15. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Bukan tentang hamil aja sih. Semuanya deh.

    Kita bisa belajar bersabar, bersyukur, berusaha, berjuang. Boleh pinjam bukunya kak. #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bang, makanya kubilang nih cocok untuk semua golongan. hehehe.. sayangnya aku juga boleh minjem nih buku ^^

      Delete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular