Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 01 April 2019

TRAVELLING ALA KAMI


Jika kebanyakan orang  travelling karena emang niat dan sengaja menabung. Tapi kalau kami travelling saat panggilan SK kerja suami memanggil. Wkwkwk... Jadi travellingnya sambil ngangkut barang serumah. 😂😵

Ketika memutuskan menikah, kami tidak pernah berpikir jalan hidup kami akan seperti ini. Maklum saja, saya dan suami tuh tipe anak rumahan, yang setamat kuliah langsung kembali ke tanah kelahiran dan bekerja di sana. Tapi kenyataannya saat lima bulan setelah menikah dan hamil anak pertama, perjalanan hidup nomaden kami di mulai.

BTW udah pada tahu belum apa itu nomaden? Kubisikin ya, "Bangsa Nomaden atau bangsa pengembara, adalah berbagai komunitas masyarakat yang memilih hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin, daripada menetap di suatu tempat." (Wikipedia)

Bedanya kalau dulu orang terpaksa nomaden karena berburu atau mengikuti musim tumbuhan liar, kalau di zaman sekarang karena tuntutan pekerjaan yang berpindah-pindah. Tapi intinya sama sih, menjemput rezeki Allah.

Ini memang kisah kami bisa menikmati tinggal di beberapa kota di pulau Sumatra, tapi mungkin saja bisa jadi inspirasi kalian buat jalan-jalan mengunjungi kota-kota ini.

1. Kota Muara Enim, Sumatra Selatan

Inilah kota dimana kisah kami berawal. Lahir, besar, sekolah dan menikah di kota ini. Sebuah kota kecil di sumatra selatan yang terkenal dengan tambang batu baranya. Untuk tujuan wisata di kota Muara Enim masih sangat kurang. Hanya ada beberapa yang bisa kamu datangi dan itupun berada di desa-desanya yang berjarak tempuh 1-2 jam dari ibukota kabupatennya seperti tambang batu bara, goa putri, air terjun bedegung, dsb.


Tugu Adipura Kota Muara Enim

Islamic Center Kota Muara Enim

Air terjun bedegung


2. Metro, Bandar Lampung

Tujuan pertama hijrah kami pada tahun 2012-2013 adalah Kota Metro . Kota yang berjarak 52 km dari Kota Bandar Lampung serta merupakan kota terbesar kedua di provinsi Lampung. Tak lebih dari 8 bulan kami di kota ini. Aku sering kali merindukan kota ini. Kotanya begitu tenang dan biaya hidupnya juga murah. Di sana penduduknya mayoritas trasmigran dari pulau jawa, jadi jangan heran kalau di pasar banyak yang menggunakan bahasa jawa bahkan orang cinapun disana tak jarang berkomunikasi dengan bahasa jawa.

Kotanya dikelilingi dengan banyak sawah bahkan kontrakan kamipun MEWAH (mepet sawah). xixixi.. padahal kami tinggal masih termasuk di tengah kota. Kalau wisata kami sangat suka jalan ke sawah, rasanya adem liat yang ijo-ijo dan nyore di taman kotanya, untuk sekedar nongkrong atau naik delman.

Gerbang selamat datang Kota Metro

Saat naik delman dengan Auni kecil

Jalan pagi di Taman Kota Metro

Saat tinggal di metro ini, kami juga beberapa kali juga mengunjungi Kota Bandar Lampung. Karena jaraknya cukup dekat, Metro-Lampung bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam saja. Apalagi kalau pas suami meeting, kami suka ikutan. Kota Bandar lampung memiliki banyak objek wisata. Pantainya bagus-bagus lo, bahkan ada wisata bawah airnya juga. Tapi sayang kami belum sempat mengunjungi pantainya. Next.. kami berharap bisa pindah lagi kesana.

3. Kota Palembang, Sumatra Selatan

Siapa yang tak tahu dengan kota palembang? Ibu kota provinsi Sumatra Selatan yang begitu terkenal dengan sungai musi, jembatan ampera dan pempeknya. Sebelumnya kami sudah pernah tinggal disini karena memang saat kami kuliah di Universitas Sriwijaya yang memang berada di kota ini.

Kota terbesar kedua di Pulau Sumatera ini menyajikan tempat wisata dengan objek utama sungai musi dan tempat olahraganya. Palembang memang sering sekali menjadi tempat even-even olahraga baik nasional maupun internasional. Selain itu ada juga taman punti kayu, kuto besak, pulau kemaro, dan lainnya.

Gelora Sriwijaya Jakabaring

Pulau kemaro

Tapi kalau kami, yang paling sering adalah menikmati sore dan malam duduk di area Benteng kuto besak sambil makan mie tek-tek. Selain murah meriah, tempatnya juga dekat dengan rumah kami.


Ampera dan Sungai Musi di waktu senja

Berada di depan air mancur yang menghadap ampera

Tapi jangan heran ya kalau ke palembang merasakan macet. Karena memang kotanya berpenduduk cukup padat. Kami tinggal di sini dari tahun 2013-2014 selama 11 bulan.

4. Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan

Suatu kota madya paling barat wilayah provinsi Sumatra Selatan yang berbatasan langsung dengan provinsi bengkulu dan jambi. Kami tinggal di kota ini selama 1 tahun 5 bulan dari tahun 2014-2016. Kota Lubuk linggau memiliki wilayah yang dikelilingi bukit. Salah satu objek wisatanya adalah bukit sulap. Di sini kita bisa melihat Kota Lubuk Linggau dari atas.


Saat berada di bukit sulap

Selain wisata bukit ada juga wisata air terjun temam dan danau aur yang tak begitu jauh dari pusat kota. Dan saat sore dan malam kamu juga bisa duduk santai di sekitar masjid Agungnya. Karena di area luar masjid banyak orang menjual kuliner. Selain itu juga walaupun kota madya, lubuk linggau sudah punya bandara sendiri loh. Dan kemarin saat ngajak anak-anak melihat pesawat disana, mereka selalu punya impian untuk bisa naik pesawat. Dan memang akhirnya terwujud.


Danau Aur

Air Terjun Temam

Masih sangat mudah menemukan sawah

Masjid Agung As Salam Lubuk Linggau

5. Kota Medan, Sumatra Utara

Sejauh ini, di Kota Medanlah kami terlama berdomisili. Dari tahun 2016 sampai saat ini 2019. Tepat 3 Tahun sudah kami berada di kota terbesar di pulau Sumatra.  Objek wisata di kota medan sebenarnya terbatas hanya seputar mall dan taman saja. 

Makanya kami sering ke daerah lainnya untuk berwisata seperti beberapa pantai di area pantai cermin kabupaten serdang berdagai; vihara lumbini di berastagi; danau toba, simarjarunjung, dan sidamanik di kabupaten Simalungun; Siantar Zoo di siantar; Masjid bakrie di kabupaten asahan; dan lokasi wisata lainnya.

Masjid Raya Al Mashun Medan

The Le Hu Garden

Taman rusa USU

T-Garden
Istana Maimun



Bermain di pantai

Ditaman sei percut bisa lihat merak
Kebun teh sidamanik

Vihara Taman Lumbini Brastagi


Pantai Bali Lestari

Taman Percut Sei Tuan


Simarjarunjung dan danau toba


Di tahun ini, 7 tahunan kami menjalani penikahan dan sudah menikmati hidup di 5 kota. Dan next sekejap lagi bakal hijrah ke kota lain lain. So.. Nikmatnya hidup nomaden jadi pengalaman travelling ala kami. Bedanya travellingnya bawa barang serumah.



52 komentar:

  1. Seruuuuu kali ya kak dyah.
    Suami awak diajak berkelana gak mau, he heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi, seru kak jadi banyak tahu daerah di indonesia.

      Hapus
  2. Kapan ya saya bisa keliling indonesia?? 😂 Hihi jdi traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kami karena tuntutan pekerjaan suami bang. Dan baru keliling sumatra aja

      Hapus
  3. Waaaah...asik juga ya diah...bisa menikmati banyak kota. Jadi banyak pengalaman. Suka dukanya pasti beda-beda. Ditunggi kisah dr kota2 lain nya di..ups...bakalan stay di medan apapindah2 lagi diah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah bakal lanjut ke kota lain kk..

      Hapus
  4. BG-BE-BG-BG-BK...... bersiap untuk B yg lain ya sweety

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. tumbennya bapak satu ini komen. Siap honey, kami ikut berkelana bersama abi.

      Hapus
  5. Waktu di Palembang saya belum pernah ke Pulau Kemaro nih padah penasaran juga, klo di Medan ke Simarjunjung yg belum pernah hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kk, jalan-jalan ke simarjunjung. kalau sekarang pasti udah bagus. Kami ke sana kemarin dua tahun lalu. Masih baru buka bener

      Hapus
  6. wahh... mau pindah lagi kah mba dyah?
    hiks..

    BalasHapus
  7. Asik banget kak bisa jalan-jalan. Karena SK juga. Jadi bisa banyak ulasan di setiap kota. Alfie jadi pengen ke Palembang lah. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, Jadi banyak cerita dan pengalaman bang. Cocok juga kayaknya untuk jadi travel blogger wkwkwk...

      Hapus
  8. Waduhh kalo pindah lg wajib buat perpisahan donk hehehe

    BalasHapus
  9. Bisa pindah nieche jadi traveling parent eh... traveling blogger kayakya kakak 😁

    BalasHapus
  10. Justru asyik donk kakak, bisa keliling Indonesia, dibayarin lagi pakai gaji. Hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi.. tapi lumayan juga kk. Packing barang dan mindahin anak sekolahnya.

      Hapus
  11. Wah sepertinya usia rumah tangga kita sama nih menginjak 7 tahun. Bedanya kami tidak pindah pindah. Bahkan lebaran pun tidak ikut mudik karena semua keluarga besar ada dalam satu kota kabupaten, hehehe...

    Semoga nanti setelah anak sekolah tidak selalu pindah pindah, ya. Kasihan anaknya nanti sekolahnya ganti ganti terus hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. ada plus minusnya mbak. pertama kali merantau rasanya uforia banget bisa ngerasain yang namanya mudik.

      Hapus
  12. wah nomaden juga jadi banyak pengalaman ya mba ke sana kemari :) alhamdulilah disyukuri jadi punya pengalaman juga pernah tinggal dikontrakan mewah hehehe mepet sawah :p

    BalasHapus
  13. Aku belum ada kesempatan buat menginjak Sumatera mbak :(
    Moga tahun ini rezeki bisa ke sana :D
    Wah emang ada serunya ya pindah2 kerja gtu bisa sekalian jalan2 dan melihat "dunia baru" :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. Aku malah pengen tinggal di jawa mbak. udah lama gak kesana. :D

      Hapus
  14. PIndah pindah gitu senang karena dapat pemandangan baru yang mneyenangkan dan juga teman baru ya. Tapi pas pindahan itu yang agak ribet ya. Ditunggu pengalaman lainnya ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala sesuatu pasti ada plus minusnya mbak. heheh..

      Hapus
  15. plus minus ya kak hidup nomaden. enaknya kita bisa punya pengalaman tinggl dibeberapa kota. ga enaknya kalo urusan pindahan sekolah anak haha ribet kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banget kk. Ini aja kami lagi dipusingkan anak gadis yang tahun ini mau masuk SD tapi belum ada kepastian sampai saat ini. padahal sekolah-sekolah banyak yang udh tutup pendaftarannya.

      Hapus
  16. Aku baru ke Palembang doang mba, yg lainnya beluuuum, hiks. Pengen nangis deh rasanyan liat blogpost ini, mupeeeng, semoga somedays bisa juga keliling2 bukan cuma sumatera tapi semua pulau di Indonesia, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Indonesia itu menakjubkan. Banyak hal yang bisa kami temukan melalui hidup nomaden ini mbak. Btw ngapain ke palembang mbak? aku asli sumsel.

      Hapus
  17. Suka sukanya ini ya kak,, tapi InsyaAllah dimudahkan positifnya senang bisa traveling bersama keluarga

    BalasHapus
  18. Banyak sekali pengalaman hidup nomadennya mba. Bertemu banyak orang dengan adat dan tradisi yang berbeda. Memperkaya ilmu juga. Asyik travelingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak, banyak hal yang bisa kami ceritakan juga saat mudik. wkwkwk...

      Hapus
  19. Menurut daku traveling sekalian pindahan itu yang paling seru, hahah, lebih enjoy kan nggak buru-buru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.. wkwkwk.. cuma lebih capek sih packing barangnya.

      Hapus
  20. Travelingnya seru banget nih, menjelajah. Jadi kita juga tau tentang daerah sekitar ya mbak, anak-anak juga pasti senang sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, jadi pengalaman berharga mereka. walaupun mereka nanti gak sepenuhnya ingat.

      Hapus
  21. Seru banget mbak travelingnya. Bukan bawa koper lagi, tapi seisi rumah. Hihi. Kalau anak masih kecil atau hidup masih berdua kayaknya enak ya nomaden, taoi kalau anak udah mulai gede harus mulai mikirin sekolahnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, 4 kali pindah seblumnya masih enjoy coz anak belum sekolah. Pindah kali ini yang rada pusing.

      Hapus
  22. Asyik ya Mbak bisa berpindah2, jadi bisa banyak pengalaman hidup di berbagai daerah.
    Tapi pasti rempong banget ya saat packing dan unpackingnya, hehehh.
    Lalu, kalau nanti anak2 udah sekolah, apa akan tetap nyaman berpindah2 Mbak? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liat nanti kalau itu mbak. TApi saya dan suami lebih nyaman bersama daripada LDM. pendidikan anak sebenernya ada solusi misalnya homeschooling or boarding school

      Hapus
  23. Masya Allah.. senangnya sudah mengelilingi hampir seluruh daerah di pulau Sumatera. Jadi kangen kampung ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perantau juga ya mbak? domisili dan asal mana mba?

      Hapus
  24. Nomaden dengan pengalaman melihat indahnya Indonesia, patut di syukuri yaa mba. Aku pingin juga deh begitu, tapi kemudian urusan sekolah anak jadi pikiran, maju mundur deh jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami juga berpikir gitu mbak. Sekolah anak-anak. Tapi mudah-mudahan ada solusi terbaik nanti.

      Hapus
  25. Ini sih paket lengkap ya, travelling dapat gaji bersama keluarga. Hihi

    BalasHapus
  26. Seru banget Mba tempat tempat wisatanya..
    Luar biasa ya Mba Indonesia dengan segala pesonanya..

    BalasHapus
  27. Ini yg namanya rejeki ya mbk. Btw, itu viharanya dan pulau kemaron mirip beberapa spot yang ada di Singapura.

    BalasHapus
  28. Wah keluarga perantau nih, setrong banget karena pindah rumah antar kota atau provinsi itu pasti menguras tenaga dan juga biaya.

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)