Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 10 April 2019

JANGAN ANGGAP REMEH BULLY

Bully adalah perilaku kekerasan baik secara fisik ataupun verbal yang dilakukan satu orang atau lebih dengan cara melakukan penyerangan dan intimidasi untuk meremehkan orang lain.
 
Bully seringkali dianggap sebagai angin lalu yang remeh atau hanya sekedar gurauan/candaan. Padahal bully mempunyai efek sakit jangka panjang yang sangat dahsyat bahkan ketika lukanya itu tak nampak oleh mata.
Sumber Gambar  : Pinterest

Aku sudah merasakan menjadi korban bullying saat SMP dulu. Disebut ninja, botak, sok alim, dsb oleh teman-teman sekolah hanya karena aku pakai jilbab. Ya... memang saat itu siswi yang menggunakan jilbab hanya 3 orang, salah satunya adalah aku. Rasanya sangat menyesakkan, apalagi saat itu aku tidak mampu membela diri dan dibela oleh siapapun.

Dan kemarin aku menangis lagi, saat kubaca berita seorang siswi SMP yang menjadi korban penganiayaan 12 siswi SMA. Kepalanya dibenturkan ke aspal, perut dan dadanya diinjak serta yang paling mengenaskan organ intim kewanitaannya di tusuk menggunakan jari oleh salah seorang pelaku. Innalillahi... Hanya karena sepupuh korban mempunyai masalah dengan salah seorang pelaku dan saling berbalas komentar di media sosial. Dan konon korban awalnya hanya sebagai pancingan agar sepupuhnya keluar, tetapi malah korban yang tidak tahu apapun dianiaya lebih parah. (Terlepas dari benar tidaknya berita tersebut, namun sangat berkemungkinan cerita serupa bisa terjadi pada orang lain hanya tidak terungkap di publik).

Kemarin juga aku melihat video di beranda sosmed dua anak TK yang menangis dan melempar mic saat berada di panggung, dan apa yang dilakukan orang-orang di sana? Menertawakan anak tersebut.  Berapa banyak lagi contoh bully ini ? Banyak bahkan sangat banyak.

Apa saja sih yang termasuk tindakan bullying?

Tindakan bully bisa dilakukan secara fisik, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bully juga bisa dilakukan secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip dan fitnah tentang korban, atau mempermalukan dan menetawakan korban di depan banyak orang. Baik secara langsung maupun melalui akun media sosial yang banyak dilakukan orang di zaman digital ini.

Macam-macam tindakan bullying

Dimana Saja bully ini bisa terjadi ?

Bully terjadi hampir di semua lingkungan, baik di rumah, sekolah, kantor, bahkan sebuah komunitas. Di rumah? Ya di rumah mak, mungkin kita sering bercandain anak dengan sebutan jelek, hitam, busuk, dsb. Kita anggap kata-kata itu bisa dan remeh. Tapi dari sanalah dua kemungkinan terbesar muncul.  Si Anak menjadi minder atau yang sangat ditakutkan bibit-bibit pembully hadir dalam diri mereka.

Emak Safitrie dari komunitas Roemah Emak mengatakan, "Otak manusia bisa membedakan bercanda atau tidak itu di usia 25 tahun." Duh mak, aku rasa mau nangis saat tahu hal ini. Dulu kukira hal ini biasa, ternyata efeknya sangat luar biasa. Belum nanti ketika mereka menerima hal tersebut dari tetangga atau teman sekolahnya. Virus-virus perasaan negatif yang bertumpuk sekian lama itu, bisa meledak suatu saat nanti.

Apa saja penyebab anak menjadi pelaku bullying?

☀ Kurangnya kasih sayang dan bonding dari orangtua;
☀ Pola asuh yang keliru;
☀ Kurangnya sikap simpati dan empati yang Ia terima;
☀ Anak yang kurang mendapat penghargaan yang semestinya atas kebaikan yang sudah dilakukannya;
☀ Merasa selalu direndahkan dan diintimidasi
☀ Mempunyai pengalaman kekerasan fisik atau verbal yang dilakukan orang tua atau orang disekililingnya;
☀ Terlalu banyak menonton dan melihat hal yang berbau kekerasan.

Apa saja Efek bagi korban bully?

Mempunyai innerchild Negatif (Mengenal innerchild);
☀ Menjadi minder, pemalu, rendah diri;
Mengalami gangguan mental baik ringan seperti takut, cemas dan sulit tidur. Bahkan gangguan mental yang berat seperti depresi, menyakiti diri sendiri dan berkeinginan bunuh diri;
☀ Menjadi pengguna obat-obatan penenang bahkan narkoba;
☀ Ikut melakukan kekerasan dan balas dendam yang seringkali berujung pada penganiayaan bahkan pembunuhan;

Apa saja yang bisa kita lakukan demi menghentikan tindakan bullying ini?

Ajarkan adab, moral dan akhlak sejak dini;
Soundingkan dan ajak mereka berdiskusi tentang perilaku yang baik dan yang buruk;
☀ Bangun bonding (ikatan) pada anak-anak terlebih lagi jika kita bisa memahami bahasa cinta yang mereka sukai;
☀ Jalin komunikasi yang baik dan sehat pada anak-anak;
☀ Ajarkan mereka untuk melindungi dirinya sendiri dan menunjukan sikap yang tegas pada pelaku bully karena kebanyakan sasaran bully adalah anak-anak yang terlihat lemah. (cara melindungi diri sendiri bisa baca di sini);
☀ Ajarkan anak-anak untuk berani berterus terang jika mereka di bully oleh temannya. Baik kepada kita orang tuanya maupun orang dewasa lain di lingkungannya, misalnya guru di sekolah;
☀ Jika anak anda sudah menjadi pelaku bully, ajak mereka berdiskusi dan jangan malah memarahinya. Lebih baik lagi jika kita sebagai orang tua bisa berkonsultasi kepada ahlinya. yang paling penting biarkan mereka menerima konsekuensi atas perbuatan mereka;
☀ Dan yang paling utama dan terpenting adalah jadilah teladan bagi anak-anak kita. Karena mereka adalah peniru yang paling ulung, sehingga kita bisa seolah bercermin atas semua tindakan kita.

"Seorang anak yang tidak terdidik pendidikan adab oleh orangtuanya, maka akan terdidik oleh zaman " (ibnu Khaldun)

Sungguh berat PR yang harus kita kerjakan mak. Begitu banyak halangan dan rintangan yang harus kita singkirkan. Semoga Allah mampukan kita mendidik anak-anak dengan baik. Dan semoga Allah senantiasa menjaga anak-anak kita dari orang-orang zalim dan berniat jahat.



53 komentar:

  1. Kasus terbaru, Audrey ya kak..
    Sedih liat abg sekarang, mana perempuan pula..
    sudah hilang rasa malu.. sediiiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. PR kita kak sebagai orangtua, mendidik anak-anak kita mempunyai rasa simpati dan empati yang besar agar bisa merasakan apa yang orang lain rasakan jika kita melakukan hal yang buruk kepada mereka

      Hapus
  2. Tempo hari anak saya kuga kena bully oleh kakak kelasnya. Dan sempat mogok sekolah. Dan saya bicarakan dengan guru sekolahnya. Alhamdulillah sejauh ini saya rasa terselesaikan dengan baik.

    Coba simak video ini, bagus mnrt saya

    https://youtu.be/g3Rf5qDuq7M

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamudillah kita bisa segera tahu ya kk, jadi lebih mudah menyelesaikannya. Yang sulit kadang kita gak tahu yang dialami anak kita. ternyata itu jadi luka besar buat dia

      Hapus
  3. Nice saya dlu pemalu sekali karna korban bully sama temen-temen sampai ga punya temen, saya punya teman mulai SMA malah dan itu cm 3 org haha. Sekarang jgn ditanya tah siapa2 dikawanin. Nice sekali artikelnya. Semangat menebar manfaat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kk.. Saya juga pas SMP ini minderan orangnya karena bully juga.

      Hapus
  4. Intinya memang kembali ke orang tuanya. Bagaimana pun orang tua adalah madrasah pertama bagi anaknya. Kalau didikannya baik, insyaAllah baik pula kelakuan anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bang. Tapi kita tidak bisa menampik kata ulama terdahulu "butuh orang satu kampung untuk mendidik satu anak". Jadi bukan cuma faktor ortu, lingkungan juga menjadi faktor pendukung juga dalam hal ini.

      Hapus
  5. Terima kasih sudah mengulas ini, mbak terutama mengingatkan jika seorang anak yang tidak terdidik pendidikan adab oleh orangtuanya, maka akan terdidik oleh zaman.
    Semoga kita selalu dikuatkan untuk menjadi orang tua yang bisa mendidik anak-anak kita ke jalan kebaikan dan dijauhkan dengan bullying seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaminn ya Allah.. tugas kita makin berat di era digital ini mbak.

      Hapus
  6. Eh saya lihat berita di TV ternyata dugaan termasuk penganiyaan terhadap organ intim kasus Audrey itu tidak benar ya. Hasil visum tidak membuktikan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlepas benar atau tidaknya berita tersebut. Sebenarnya pasti begitu banyak korban bullying serupa atau bahkan yang lebih parah yang tak terekspos oleh publik.

      Hapus
  7. Memang cerita bully gak ada habisnya ya kak, saya pernah mengalaminya sewaktu muda dulu, rasanya kesel bgt sama itu orang tapi gak bisa melawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yang terjadi pada saya waktu SMP dulu kk. Dan masih berbekas hingga sekarang.

      Hapus
  8. Anak keduaku jadi korban bully pada saat SD, aku laporkan anak dan ortunya ke polisi, sempat dibilang lebay oleh ortu murid yang lain tapi ku tak perduli. No Tolerance For Bullying, apalagi terhadap anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak, banyak sekali orang yang mengganggap remeh bullying ini.

      Hapus
  9. Aku sedih kalau lihat banyak kejadian bully. Dampaknya ke anak tuh hingga ke depan dan ini sungguh bahaya. Keterbukaan anak ke ortu itu penting banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, itu masih jadi PR saya buat anak-anak. menjadi sahabat terbaik bagi merek buat cerita. BErsyukur anak-anakku masih kecil, jadi masih ada waktu buat berjuang. Yang kasian jika anak-anak udah baligh dan gak dekat ma ortunya. Duh, gak tega rasanya

      Hapus
  10. Bener2 PR orang tua gimana supaya anak kita jangan sampai jd pelaku tp juga membekali supaya ga jd korban. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kak, mengajarkan anak untuk bersikap tegas pada teman yang mau membully itu jadi tugas kita.

      Hapus
  11. Kadang bingung sama pelaku bullying, ngapain sih dia begitu? Kelihatan banget gitu kalau sebenarnya dia yang paling punya banyak kekurangan kan kan

    BalasHapus
  12. Perilaku bully bisa juga dari orang tua yang secara gak sadar loh. Seperti contoh kalo kita maksa nyium anak sementara dia udah bilang nggak. Atau dia jatuh kita tertawakan itu adalah tindakan simpel yang sarat makna. Anak merekam memori itu. Makanya kak dyah aku sekarang lagi flash back apakah aku pernah bully sama anak? Atau dia ada bibit bully.

    BalasHapus
  13. PR bgt buat orang tua zaman skarang kan kak. Tindakan bully bsa terjadi dimana2. Ga cuma jaga anak dari bully tapi juga jaga anak agar jangan membully. Entah knapa saya jga sering jadi korban. Tapi woles aja. Wlau jadi minderan ampe tua

    BalasHapus
  14. Bully itu bisa keluar dari keluarga inti juga lho mba, misal kaya anak aku pernah dibilang kurang pintar lah, kurang ini lah itu lah, sampai anak aku dengar dan ngga pede-an. Yang ucapkan itu adalah ibu mertua sendiri. Maksudnya mungkin tidak nge bully tapi hal seperti itu bisa berarti bully bagi anak usia yg masih labil. Memang support Org tua itu penting banget

    BalasHapus
  15. Aamiin percaya saja sama Allah bahwa dia melindungi anak kita dari bully. Efek bully akan membuat sakit spikis dan perlu di obati

    BalasHapus
  16. Isu yang lagi trending juga tentang bullyng juga kan? Memang masalah bullying ini gak bisa dianggap remeh

    BalasHapus
  17. Hanya ada dua yg pernah di-bully. Bangkit jadi paling sukses. Atau terpuruk dan hal buruk terjadi. Tau banget ada diposisi korban. Kasian. Seperti kasusnya audrey dan Audrey lainnya

    BalasHapus
  18. Aku paling benci dengan Bully ini. Dulu pernah di bully sampai buat tulisan juga tentang Bullying. Tapi sekarang ga peduli kalau ada yang bullying aku. Malah aku marah kalau ada yang bullying orang. Efeknya bisa fatal.

    Tulisan ku tentang Bullying judulnya Stop Bullying and Spread Love.

    BalasHapus
  19. Betul banget, bulying memberikan inner child negatif yg entah bs hilang Atau angga ya mom.

    BalasHapus
  20. Bullying bisa dicegah mulai dari keluarga. Karena sudah banyak kejadian tidak baik akibat bullying, saya bertekad untuk mendidik anak agar tidak jadi pembully dan jangan diam saja ketika dibully

    BalasHapus
  21. temannya anakku beda mba, dia jadi pelaku bullying justru karena terlalu disayang orang tua-nya, kalau pulang sekolah yang jemput bisa bapak, ibu, dan neneknya sekaligus, apapun yg diminta dituruti, tapi ortunya lupa ngajari si anak untuk berempati dengan orang lain, jadi maunya si anak semua teman harus ikutin maunya dia :((

    BalasHapus
  22. Ahhh tos dyah...dapat materi bullying yang paling ngejewer itu dari emak. Tentang 'rumah' yang bisa jadi tempat produksi bullying pertama sekali. Jadi kangen emak safitri...

    BalasHapus
  23. Dulu juga ketika aku mau pake jilbab jadi inget mendiang aki sendiri yang "bully" ih pake jilbab kan congean aduh gimana mau PD pake jilbab ya mba ternyata bully ga jauh2 ada juga di lingkungan keluarga memang dulu pake jilbab masih jarang banget y mba

    BalasHapus
  24. Bully anak sekarang tuh semakin sadis kalau aku bilang sih, sebenarnya juga ada andil kesalahan dalam penyajian acara tv. Kalau lihat program tv kadang merasa gak mendidik banget! Miris lihatnya. Begitu juga dengan perilaku anak, sangat disayangkan sekali kalau dia bisa menyebabkan bullying.

    Yang bikin kaget tuh cerita dari temenku anaknya sudah di bully dari TK, ini kok bisa anak kecil. Tapi kemarin habis ikutan acara parenting dan beberapa orang tua membawa anak. Ada anak yang mencoba jail dengan anak-anak yang bermain di area playgroun sementara si orang tua asik banget ngobrol sambil main hp. Kan ngeselin yang begini.

    BalasHapus
  25. Andai semua ortu bisa ya mbak mengajarkan bullying ke anak.
    Pokoknya yg penting kita ajarin ke anak itu gak bagus dan usahakan anak selalu terbuka sama kita ortunya supaya klo ada apa2 kita bisa cepat atasi tentunyadgn pihak2 yg lain kyk sekolah dll

    BalasHapus
  26. fenomena bullying mengingatkan kita agar lebih berhati2 dalam bergaul, apalagi di era teknologi seperti sekarang.. demikian pula dengan pola pengasuhan kita ke anak2, harus disertai pendampingan yg lebih intens pula :)

    BalasHapus
  27. Ngeri sih emang denger berita masalah pembullyan itu tapi belum dikonfirmasi jelas sih ya maslah sebenrnya,yang pasti emang bentuk apapun baik verbal atau fisik pembullyan itu meninggalkan bekas yg terus diinget sma korbannya akupun dulu sd smp pernah dibully mba sampe skrg tau lah rasanya sebelnya sama orang2 itu

    BalasHapus
  28. Ngeri banget emang kalo udah masalah tentang bully gini. Bahkan ternyata ngga masa sekolah saja bully terjadi, kantor pun tetap

    Salam
    diahestika.com

    BalasHapus
  29. Emang serem anak anak itu pikir itu cuma becanda gak nyadar bully itu bisa bikin binasa

    BalasHapus
  30. Bullying atau perundungan memang harus dihentikan sejak di keluarga agar tidak berdampak besar buat yang lain

    BalasHapus
  31. iya sama mbaak , dulu pun waktu aku sekolah pernah jadi korban bully sampai aku jadi minder banget . jadi suka kepikiran nanti takut anakku jadi korban bully juga pas sekolah , ah semoga saja tidaak .

    BalasHapus
  32. Ya ampuuun. Sedih ya pas liat dan sadar akan efek jangka panjangnya Semoga kita terhindar dr bully. Baik melakukannya ataupun mendapatkannya

    BalasHapus
  33. Aamiin... Semoga Allah memampukan kita mendidik anak-anak dengan baik dan senantiasa menjaga anak-anak kita dari orang-orang zalim dan berniat jahat.
    Say no to bullying
    Ulasan yang menarik, Mbak!

    BalasHapus
  34. Alhamdulillah semasa sekolah sampai gede gak ada teman-teman yang ngebully, paling musuahn udah itu baikan gak ada sindir2an. Cuman malah dalam keluarga yang kek gitu, untung udah gede jadi bisa hadapinnya. Bullying emang harus orang tua benar-benar mendidik anaknya karena tidak semua perasaan anak itu sama, ada yang kuat menerimanya ada yang gaj kuat dan bahkan sampai bunuh diri.

    BalasHapus
  35. Setuju banget. Apapun bentuknya entah verbal entah fisik, bully itu wajib diberantas. Aku pun kenyang ngerasain dibully bahkan sampai sekarang karena postur tubuh yang nggak tinggi. So I do know how it hurts. Suka gemes sama orang yang mulutnya "gampang" aja ngejeplak gitu

    BalasHapus
  36. Bully itu salah satu pembentuk karakter saya Mbak. Setiap kejadian pastilah membawa makna.
    Btw, contoh korban bully yang dijadikan narasi, setelah diselidiki, tidak terjadi penganiayaan di bagian kewanitaan, dan tidak seseru kabar beritanya.

    BalasHapus
  37. kalau lihat pergaulan anak-anak sekarang memang prihatin sih. banyak hal yang mereka lihat dan mereka pikir itu benar. prank itu lucu, bully itu biasa. huft.
    paling sederhana ya, kalau kita mengetahui ada kejadian, langsung ditegur di tempat. dengan cara yang baik tentunya.

    BalasHapus
  38. Dan aku sedih banget bacanya. Appalagi saat anak2 ngebully temannya ehh orangtua disekitarnya malah ketawa seperti menghalalkan tindakan itu. Gemesss

    BalasHapus
  39. Bekal pendidikan dari rumah memang wajib diterapkan untuk menghargai sekitar. pR buat orangtua dan calon orangtua mendidik dengan baik

    BalasHapus
  40. Memang ngeri banget ya korban bully, andai sudah di bully kita jgn lupa untuk selalu support dan dukung.

    BalasHapus
  41. Ku ga habis pikir kenapa sih anakanak bisa membully
    Waktu kecil akunjuga sering dibully

    BalasHapus
  42. cocoknya dicabe mukak yg suka ngebully itu ya kak. supaya tau dia yg enak.

    BalasHapus
  43. bully memang sangat membahayakan kak. awalnya memang biasa, tapi kelamaan jadi keluar batas. jangan sampe deh suka membully orang lain

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)