Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 08 Maret 2019

NHW #6 BELAJAR MENJADI MANAGER KELUARGA YANG HANDAL




Sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja, yang wajib profesional menjalankan aktivitasnya baik itu ibu pekerja di ranah domestik  (biasanya disebut ibu rumah tangga, yang bisa diselingi dengan aktivitas menjadi pelapak online, blogger, penulis,dsb yang konon tidak perlu keluar rumah untuk pergi bekerja) maupun ibu pekerja di ranah publik (seperti dokter, guru, PNS, pagawai swasta, dsb).

Apapun ranah bekerja yang kita pilih hendaknya memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus SELESAI dengan managemen rumah tangga kita. Kita harus merasakan rumah itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Tapi sayangnya seringkali kita masih SEKEDAR MENJADI IBU, yang menjalankan aktivitas hanya ASAL KERJA untuk menunaikan kewajiban saja. Inilah yang akan menyebabkan tingkat kejanuhan yang tinggi, stres, merasakan semua itu hanya beban dan akhirnya ingin lari dari kenyataan. Pernahkah merasakan ini? Jujur kalau saya iya dan ternyata karena memang saya belum melakukan itu semua karena PANGGILAN HATI. Jika sama dengan yang saya rasakan mari ubah mindset kita.


Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita SAYA MANAGER KELUARGA, kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager. Kalau sekarang kita 'cuma' jadi kasir keluarga sekarang jadilah manager keuangan keluarga dengan mengupgrade ilmu tentang perencanaan keuangan keluarga, jika kita sekarang masih menjadi tukang masak keluarga sekarang saatnya kita jadi manager gizi keluarga, Dan kalau sekarang kita hanya bisa ajdi ojek antar jemput dan menyerahkan pendidikan anak ke sekolah sudah saatnya kita menjadi manager  pendidikan anak karena sejatinya ibu itu madrasah utama dan pertama bagi anak-anaknya.

Nah di NHW #6 kali ini, saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :


1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting?

Ibadah, Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya. Tertulis jelas di dalam Al Quran Surat Adz Dzariyat: 56; “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Jadi ini yang wajib sebagai aktivitas utama yang penting aku yang harus aku jalankan dalam hidup ini. Ibadah disini selain menjalankan rukun ISLAM juga mengerjakan hal lain diniatkan semua karenaNya.
Mengurus dan membersamai anak dan suami. Baik dalam hal pakaian, makanan, ruhiyah maupun pendidikannya. 
Mencari ilmu. Baik dari membaca buku, menonton video yang bermanfaat, datang kajian dan menerbarkan ilmu itu melalui tulisan.

Berselacar di dunia maya diluar kebutuhan. Awalnya dengan alasan mencari ilmu buka grup wa lanjut ke sosmed dan blog eh lama-lama malah kepo ma jualan dan aktivitas pribadi orang lain. Eemmm... 
Berleha-leha di saat jam sibuk.
Ngobrol yang kurang berfaedah baik di dunia maya maupun dunia nyata.
2.  Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Alhamdulillah waktu saya dihabiskan sebenanya digunakan untuk mengerjakan aktivitas penting yang memang sudah dialokasikan setiap hari terutama di jam-jam anak sekolah seperti menulis dan mencari ilmu. Akan tetapi, seringkali tidak optimal atau tidak tercapai sesuai target karena terganggu oleh aktivitas tidak penting.

3.  Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Siap.. Akan terus berjuang menyelaraskannya dan berdoa semoga istiqomah, karena memulai itu jauh lebih mudah daripada mempertahankannya. 

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut). Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

*Jadwal Kegiatan Harian*

04.00-05.30 : Bangun, Sesi Ibadah rutin pagi (shalat dan tilawah)
05.00-08.00 : Mencuci disambil memasak sarapan lanjut menyiapkan kebutuhan anak sekolah
08.00-11.00 : Aktivitas dinamis (mencari ilmu, membaca, ngblog, ngaji,dll)
11.00-12.00 : Menyiapkan makan siang
12.00-17.00 : Shalat, membersamai anak bermain dan tidur siang
17.00-18.00 : Mempersiapkan makan malam
18.00-20.00 : Shalat magrib, mengajari anak mengaji, dan makan makan bersama keluarga
20.00-21.00 : Mempersiapkan tidur malam anak (membacakan buku dan diskusi malam bersama suami dan anak-anak)
21.00-22.000 : Mencari ilmu (menghadiri kelas IIP dan mengikuti kulwap di komunitas lain) sembari diskusi sebelum tidur bersama suami.

Semoga jadwal harian ini bisa dilaksanakan dengan baik karena terkadang kondisi anak-anak berubah dan orangtuanya juga harus menyesuaikannya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)