Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 01 Maret 2019

5 BAHASA CINTA PENGUAT BONDING (IKATAN)

Jarak terjauh dari sebuah hubungan bukanlah jarak real ribuan kilometer yang memisahkan para pesangan yang sedang LDM (long distance marriage). Tapi jarak terjauh itu adalah jarak yang terbentang pada AKAL laki-laki dan PERASAAN perempuan.

www.roemahaura.com

Begitu banyak hal yang diremehkan laki-laki tapi tidak dengan yang dirasakan oleh perempuan. Misalnya saja menangis, mungkin bagi kaum adam menangis itu dianggap tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi tidak bagi kaum hawa, bagi mereka menangis adalah bahasa komunikasi karena itu mereka tidak butuh alasan apakah masalah yang ditangisi itu harus itu besar dan penting atau tidak.

Hingga laki-laki dianggap tidak perasa dan perempuan dianggap terlalu cengeng.  Hal inilah salah satu contoh jarak tersebut, yang bisa menjadi sumber permasalahan dalam suatu hubungan. Yang jika makin lama makin bertumpuk pada akhirnya akan meledak suatu hari nanti. Sangat memungkinkan berakhir dengan perpisahan. Duh.. Jangan sampai deh.

Kunci untuk memperdekat jarak tersebut adalah PENGERTIAN DAN PERLAKUAN yang tepat pada pasangan kita. Kenapa tidak cukup pengertian saja? Karena setiap orang mempunyai bahasa cinta yang berbeda maka dari itu dibutuhkan juga perlakuan yang tepat.

Study kasusnya misal seperti ini ketika si istri menangis karena sedang mengalami suatu masalah, si suami malah memberinya coklat berharap si istri bisa berhenti menangis. Tapi bukannya berhenti tangis si istri malah semakin pecah. Apakah suami itu pengertian? Aku rasa iya, si suami berusaha memahami maksud sang istri menangis dan ingin menenangkannya. Tapi kok sang istri malah semakin menangis? Ya, karena yang diinginkan sang istri bukanlah hadiah tapi pundak dan pelukan hangat dari sang suami. Inilah yang kubilang pengertian saja tidak cukup tapi diperlukan perlakuan yang tepat.

Perlakuan inilah yang dikenal dengan bahasa cinta. Setiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Jadi tidak cukup romantisme saja untuk menguatkan bonding (ikatan) suami istri, kalau bahasa cinta yanng diberikan tidak sesuai dengan yang diinginkan pasangan tetap saja akan menimbulkan kesalahpahaman.

Saat kemarin ikut seminar parenting "Wonderful Parent" bersama Pak Cahyadi Takariawan. (Silakan baca tulisan-tulisan beliau di sini). Pak cah membahas 5 bahasa cintanya Dr. Gary Chapman (terlepas dari profesi dan kepercayaannya ya, mari kita ambil yang baik buang yang buruk)

Seminar Parenting bersama Pak Cah

Menurut Dr. Gary Chapman, bahasa cinta digolongkan menjadi lima. Bahasa cinta adalah cara orang mengekspresikan perasaan cintanya pada orang lain, dan bila cara tersebut dilakukan oleh pasangannya maka akan membuatnya merasa dicintai. 

1. Words of Affirmation
Bahasa kitanya ini diartikan pujian atau kata-kata yang positif. Bagi yang memiliki pasangan dengan bahasa cinta ini, Mari kita kita ungkapkan perasaan cinta dan sayang melalui pujian atau kata positif. Misalnya "kau keren banget deh", "aku makin sayang padamu", "aku akan selalu ada untukmu", dsb. Walaupun sebagian orang menganggapnya gombal tapi yakinlah tidak untuk orang yang menyukai bahasa cinta ini. Jadi jangan bosan memuji tapi ingat harus ikhlas ya biar kata-katanya tidak sekedar dibuat-buat.

2. Quality Time
Waktu yang berkualitas yang dilalui bersama adalah kunci dari bahasa cinta ini. Menemaninya makan malam (walaupun terkadang kamu sudah kenyang), ngobrol intim tanpa ada gangguan dari handphone, sesekali ngedate keluar berdua (xixi.. bagi perantau macam saya sulit bakal sulit ngelakuinnya. Anak-anak gak ada yang jaga).

3. Receiving Gift
Bahasa cinta seseorang yang senang dengan hadiah bukan berarti dia materialistis ya. Karena terkadang mereka tidak begitu penting dengan besar kecil atau nilai nominal hadiah tersebut. contohnya saja saat pulang kerja kamu bisa membawakannya martabak kesukaannya atau ketika dari luar kota kamu mebawakannya oleh-oleh khas kota yang kamu datangi, itu udah bikin mereka senang kok. Dan mungkin ketika moment-moment istimewa dalam hidupnya misal hari kelahiran dan pernikahan kalian, kamu bisa memberikan hadiah tas, sepatu atau barang-barang yang ia idamkan atau sukai. Emm.. makin klepek-klepek deh.

4. Acts of servise
Mereka akan merasa dicintai dan dihargai jika kamu bisa memberikannya pelayanan atau bantuan. Membantu menyuci piring, menjaga anak, memasak, mengancingkan baju atau tindakan lain yang membuat dirinya merasa terbantu. Karena mereka butuh tindakan dan usaha nyata dari kamu.

5. Physical Touch
Orang yang menggunakan bahasa ini sangat menikmati sentuhan dan kedekatan fisik seperti bergandengan tangan, pelukan, kecupan, usapan di pundak, dan lainnya. Apalagi ketika mereka lagi mengalami hari yang buruk.

Nah, sekarang sudah tahu kan? Jadi jangan sampai kita keliru dalam mengungkapkan cinta kepada pasangan kita. Kalau memang gak mampu meraba apa yang pasangan kita mau, kita boleh kok menanyakannya langsung. Kalau aku sih tipe yang lebih membutuhkan sentuhan fisik daripada keempat bahasa cinta lainnya. Apalagi aku percaya the power of "pelukan". Selain menenangkan juga bisa menambah harapan hidup kita 1 hari lebih panjang dari usia kita. Kalau pak suami sih ternyata physical touch dan Words of Affirmation seimbang. Baiklah kita makin mepet-mepet aja ya hon.. wkwkwkw...

Hasil quisoner paksu tentang bahasa cinta

Yakinlah ketika kita bisa lebih mengenal pasangan kita, bonding (ikatan) kitapun akan semakin kuat. Tetap berdo'a dan ikhtiar. jika mau mendownload test 5 bahasa cinta klik di sini.

Semoga visi berkeluarga untuk bisa terus bersama sehidup sesyurga bisa terwujud. Aamiin. Oh ya ini juga bisa kita terapkan pada anak-anak kita loh. Mudah-mudahan nanti bisa aku ulas juga.


sumber gambar : pinterest

14 komentar:

  1. Aaamiinn ya Allah.
    Semoga sehidup sejannah dengan keluarga dan orang orang yg kita cintai

    BalasHapus
  2. Waaah...dah keluar materi Pak Cah kemarin ya dyah. Kakak kemarin wara wiri jaga lapak jadi nggk fokus. Alhamdulillah direview dyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... iya kak. apalagi kemarin dyah kan sebenernya dapat kursi no 209 eh disuruh maju, karena sendirian maju lah dyah ternyata dapat kursi paling depan.Alhadulillah rezeki... jadi lebih fokus dengerin pak cah ngomong.

      Hapus
  3. Pernah minjem bukunya pak cah tapi gak kelar 2 bacanya.
    Bacanya scamming sih.. wkwkwkwk
    tapi seru ya kak dyah, bisa ketemu langsung

    BalasHapus
  4. Pernah minjem bukunya pak cah tapi gak kelar 2 bacanya.
    Bacanya scamming sih.. wkwkwkwk
    tapi seru ya kak dyah, bisa ketemu langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak.. ini booster buat aku kk. lebih seneng rasanya kalau belajar offline gini rasanya lebih ngefek daripada sekedar membaca buku dan belajar online.

      Hapus
  5. Setuju dengan pernyataan kalimat paling atas jarak terjauh antara antar pasangan adalah jarak antara akal dan perasaan. Walaupun satu atap tapi kalau tidak saling memahami rasanya gimana gitu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak... ini bahaya kk kalau gak saling memahami. Semakin menumpuk luka itu, akan semakin jadi borok malah akan susah disembuhi.

      Hapus
  6. Good Advice kk,, secara aq belum terlalu menerapkan ini soalnya paksu emg ga mempermasalahkan sih sbnrnya hehe tp kupikir ini perlu diterapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kodrat laki-laki emang gitu kk, lebih cuek. Tapi pasti deh mereka juga butuh dipahami.

      Hapus
  7. Semoga aku bisa dapat pasangan biar bisa pakai lima bahasa cinta itu. #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. eaeaea.... aamiin bang. Dapat pasangan yang baik dan sholehah ya bang

      Hapus
  8. Semoga aku bisa dapat pasangan biar bisa pakai lima bahasa cinta itu. #eh

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)