Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 19 Februari 2019

SKY CASTLE, KETIKA ANAK MENJADI KORBAN AMBISI ORANGTUA



Sebagai mamak beranak dua, butuh aktivitas yang bermanfaat saat me time untuk menjaga 'kewarasan'. Selain membaca dan menulis, aku juga suka menonton film dan drama inspiratif dari negeri ginseng. Untuk jenisnya sendiri, aku memilih yang bergenre family, action, thriller, dan saeguk (sejarah korsel). Nah, kali ini aku mau mereview drakor berjudul SKY CASTLE.

Drakor SKY CASTLE yang bergenre family dan disisipi dengan adegan misteri dan komedi ini mempunyai 20 episode yang memulai tayangan perdananya pada tanggal 23 November 2018. Awal tayang sky castle mendapatkan respon yang kurang begitu diminat. Begitupun bagiku pada awalnya yang rada males untuk nontonnya. Tapi karena beberapa teman bilang film ini layak tonton maka kuputuskan buat menontonnya juga. Dan benar saja drama ini sangat layak untuk masuk ke dalam peringkat atas drama populer awal tahun 2019 dan menjadi pemegang rating tertinggi untuk jenis drama di negeri asalnya. Keren kan mak? 

Sky Castle berlatar tempat sebuah perumahan sangat mewah yang ditempati dari keluarga elit bergelar profesor. Tiga berprofesi sebagai dokter dan satu seorang dosen (yang sebelumnya menjadi pengacara). Keempat keluarga ini berambisi untuk menjadikan anak masuk ke universitas ternama di korea, masing-masing dari mereka saling menyombongkan prestasi anak-anaknya kepada keluarga lain (bisa dibilang prestasi buat gengsi). Dan dengan kemampuan finasial yang cukup besar mereka berusaha melakukan apa saja untuk mencapai ambisi mereka itu, termasuk membayar mahal tutor (pelatih) belajar.

Cerita ini diawali saat semua keluarga penghuni Sky Castle berkumpul untuk merayakan keberhasilan anak dari keluarga dokter park yang berhasil diterima menjadi mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Seoul (UNS). Semua orang memandang iri dan ingin tahu trik dari keluarga dokter park sehingga anaknya bisa 'sukses' seperti itu terutama istri dari keluarga dokter Kang yang memang sangat berambisi menjadikan putri sulung mereka agar diterima di UNS dan bisa menjadi dokter generasi ketiga alam keluarganya. Selain ambisi pribadi Han Seo jin (istri dokter Kang) ini ingin mendapat pengakuan dari semua orang terlebih dengan masa lalu buruknya yang ia tutupi telebih lagi dia juga mendapat tekanan dari mertua perempuan (ibu dokter Kang) untuk tidak gagal.

Tetapi kenyataannya tak sesuai apa yang nampak. Istri dari dokter Park yang terlihat bahagia malah berakhir dengan bunuh diri. Setelah diusut penyebabnya dia bunuh diri setelah menemukan catatan anaknya di gawai yang mengatakan anaknya akan balas dendam dengan bunuh diri sehingga bisa membuat kehancuran di puncak kebahagiaan orang tuanya karena dia berhasil diterima jadi mahasiswa kedokteran. Tapi ternyata sang anak hanya kabur dan berontak tidak mau mengakui orangtuanya, karena sudah menekannya selama ini. Yang dipikirkan orangtuanya hanya nilai dan prestasi tanpa mengerti keinginannya. Karena tidak kuat dan merasa bersalah sehingga istri dokter park yang memilih untuk bunuh diri. Sebelum Bunuh diri Istri dokter Park memberi tahu nyonya kang bahwa pelatih kimlah yang sudah mengajari anaknya selama ini.


Keluarga dokter Park

Setelah istrinya bunuh diri dan anaknya kabur, dokter Park yang begitu terpukul itu memilih untuk menggundurkan diri dari rumah sakit dan meninggalkan Sky Castle. Padahal dia adalah calon terkuat untuk menjadi presiden rumah sakit tempat dimana dia bekerja bersama dokter Kang dan dokter Woo.

Tapi dengan kematian istri dokter Park secara tragis ternyata tidak membuat nyonya Kang menyerah. Malah lebih berambisi untuk mendapatkan tutor/pelatih kim untuk mengajari putrinya dan membuatnya masuk ke UNS.


Empat keluarga di Sky Castel
Datanglah keluarga dokter Hwang untuk tinggal di bekas kediaman dokter park. Ternyata nyonya Hwang adalah seorang penulis yang juga teman masa lalu nyonya kang yang tidak dia akui karena merasa malu dengan masa lalunya yang hanya menjadi anak tukang daging. Keluarga dokter Hwang inilah yang menjadi tokoh protagonis di drakor ini yang nantinya akan mengungkap apa penyebab kematian nyonya Park dan Kim Hye Na (anak dokter Park dari wanita lain yang menjadi teman satu sekolah plus rival dari putri sulung dokter Kang). Bingung ya? xixixi.. Maafkan coz pemain drama ini lumayan banyak dan kompleks. Sampai-sampai ada yang bikin stuktur keluarga kayak di bawah ini.



Stuktur Keluarga penghuni Skycastel yang saling berkaitan

Selain menceritakan misteri yang ada di antara keluarga Park, keluarga Hwang dan pelatih Kim. Drakor ini diselipin dengan cerita lucu keluarga Prof Cha (dosen ex.pengacara) yang sangat keras mengajar anak-anaknya dan selalu menceritakan bahwa mereka harus menjadi puncak piramida. Dia begitu bangga ketika putri sulungnya sekolah di Harvard yang kenyatakaannya ternyata zonk, putri berbohong dan dituntut Harvard karena telah mengaku-ngaku menjadi mahasiswi dalah satu universitas terkenal di dunia itu. Bukannya sekolah putrinya malah menjadi pengelola klub malam.

Begitu juga dengan keluarga dokter dokter Woo. Istrinya yang begitu menyanyangi piring dan gelas antik miliknya, sampai-sampai anaknya ingin dilahirkan sebagai cangkir. Bukan tanpa alasan ankanya yang sebenarnya mempunyai IQ rata-rata tapi dipaksa untuk selalu belajar.

Silakan ke link ini untuk sountrack dan trailer drakor sky castle 
 
Nonton film ini bikin greget mak, serius deh. Bagiku drakor ini bukan cuma kisah fiktif belakangan. Tapi inilah realita yang banyak terjadi di zaman sekarang. Ternyata begitulah kondisi keluarga ketika orangtuanya telah menjadi penganut hyper parenting (nanti bakal aku bahas soal ini ya mak). 

Orangtua akan 'memacu' anaknya untuk terus berlari kencang dengan ketiadaaan garis finish. Mengekangnya dengan aturan-aturan yang orangtua buat, tanpa boleh ada kompromi dari sang anak. Mereka berlomba-lomba dengan ambisi yang mereka punya dengan membebakannya  kepada anak mereka dan mereka jadikan ajang prestasi anak sebagai gengsi dan menaikan prestise mereka di masyarakat. Alih-alih ingin anaknya sukses, malah membuat anaknya tertekan dan tak bahagia yang bisa berujung kehancuran serta ketidakharmonisan seluruh anggota keluarga.
Berapa banyak anak-anak yang bunuh diri dan stress karena tidak lulus ujian? Berapa banyak anak-anak yang merasa salah jurusan saat menimbah ilmu di sekolah tinggi?
Berapa banyak anak pergi dari rumah dan nge-drugs karena kurangnya kasih sayang orangtua?

Duh.. ngeri mak. Semoga ini bisa jadi pemelajaran kita semua terutama kami sebagai orang tua. Skala anak sukses itu bukanlah mereka yang mampu jadi dokter, polisi, pns dan sebagainya. Skala sukses adalah ketika anak mengenal dirinya sendiri, menemukan passion yang mereka sukai (mesti nanti tanpa ijasah), menjadi manusia yang beradab dan berakhlak. Yakinlah ini akan jauh lebih membuat mereka bermanfaat bagi orang banyak. Itulah kesusuksesan yang sesungguhnya.

Nyonya Hwang (protagonis) dan pelatih Kim (antagonis)


14 komentar:

  1. Waduh kalo kita kebalikannya nih mom dyah,kalau saya malah gak gitu suka genre seaguk.. ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka kk.. kayak dong yi, jewel ini palace, dan sejenisnya. hehehe...

      Hapus
  2. ratjoen drakor bertebaran tiap kali BW hahahaha. lama2 dakyu bakalan keracunan juga nih kayaknya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. gakpapa lah bun. buat ngisi me time

      Hapus
  3. Mengharapkan ada spoiler tadi haha, aku drama ini lg on running euy, seru 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWK....panjang mak ceritanya. Tapi endingnya tuntas mak, maklum beberapa darkor itu kadang awalnya bagus eh emdimgmya gak jelas.

      Hapus
  4. Aku suka banget drakor yang panjang-panjang mak. Biar bisa nonton sama Paksu berlama-lama. #Modus.. hahaha.. tapi kalau endingnya bagus dan Mak Aura rekomendasiin lanjut kutonton lah mak. Drakor ini bikin kecanduan ya mak. Suka deh reviewnya. Kapan2 review lagi dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi.. beneran paksu mau nemenin nonton drakor mak? sebenernya banyak yang bagus mak. cuma yang direview yang sesuai ma tema blog aja. kalau film udah ada yang pernah ku review di blog ini mak. judulnya HOPE bagus juga loh.

      Hapus
  5. Wew...semaren sempat mau masukin Sky Castle ini sbg waiting list utk ditonton sih mak, n kebetulan dapet review nya di sini. Pas kali lah.

    Btw, penasaran dengan hyper parenting itu. Sabar menanti postingan selanj7tnya aja deh saya ya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas kali ya.. hehehe.. Selamat nonton mak.. 😁

      Hapus
  6. udah lama juga gak nonton film korea, boljug ini ad terkait parenting juga ya kan ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak.. in kisah kaum high yang menjadikan prestasi anak sebagai gengsi ortunya

      Hapus
  7. Dah g sempat nonton drakor kayaknya. Tp ini menarik sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. sy juga paling sehari 1 or 2 episode nyambi sambil potongin sayur or ngelipetin pakaian ��

      Hapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)