Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 09 Februari 2019

REVIEW FILM MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

Jika kamu termasuk golongan yang suka nonton film bergenre melow dan keluarga. Film Moga bunda disayang Allah bisa menjadi salah satu alternatif tontonan yang bukan cuma menghibur tapi juga mengispirasi.



Berawal dari membaca novelnya karya penulis ternama Tere Liye. xixixi.. ketinggalan banget ya mak padahal novelnya perdana rilis tahun 2006 eh aku baru baca di awal tahun 2019 ini. Dan setelah tahu ternyata sudah difilmkan juga di taun 2013 dengan judul yang sama. Pertama baca novel ini aku sudah merasa familiar dengan kisahnya dan saat baca di sampulnya tertulis :

"Diangkat dari salah satu kisah nyata paling mengharukan"
"Ditulis kembali dari salah satu film terbaik sepanjang masa"



Yap... akhirnya aku tahu ini kisah siapa? Perempuan penuh inspirasi, dia adalah Hellen Killer. Aku sudah membaca novelnya yang berjudul "Kisah Hidupku. Perempuan Buta dan Tuli yang Mengguncang Dunia". Yang masuk dalam daftar International Best Seller. Tak hanya bukunya yang berisi memoar tentang kehidupan Hellen Killer yang mengharu biru yang telah kubaca tapi juga filmnya juga sudah ku tonton. Tapi tetap gak bikin bosan mak. Beneran deh.
 

Oh ya ada juga versi Bollywood yang mengadaptasi kisah Hellen Killer ini juga mak judulnya Black yang diperankan Rani Mukerji and Amitabh Bachchan.


Tapi kali ini aku mau ngereview versi indonesianya aja ya mak. Jujur gak banyak Film yang diambil dari novel, alurnya bisa sangat mirip. Nah, inilah yang kusuka dari film moga bunda disayang Allah. Novel dan Filmnya alur, settingnya sangat mirip. cuma ada penambahan di ending aja buat pemanis filmnya.

Film moga bunda disayang Allah adalah Film drama Indonesia yang dirilis pada 2 Agustus 2013. Film ini disutradarai Jose Purnomo.
  • Fedi Nuril sebagai Karang
  • Shandy Aulia sebagai Kinarsih
  • Alya Rohali sebagai Nyonya HK
  • Donny Damara sebagai Tuan HK
  • Chantika Zahra sebagai Melati
Film ini menceritakan tentang gadis kecil yang harus menjadi anak 'spesial' buta dan tuli akibat kecelakaan di usia balitanya. Para dokter telah menyerah menyembuhkannya. Hingga dokter menyatakan melati adalah anak yang gila. Tapi Tuan HK dan istri bersikeras melati bukan gila hanya anak spesial. Memang dengan kondisinya yang buta dan tuli , dia merasa kesulitan beradaptasi hingga menjadikannya tidak terkontrol. Saat orangtuanya sudah hampir menyerah, tiba-tiba Kinarsih (anak dari dokter keluarga yang merawat keluarga Tuan HK) memberi info bahwa ada seorang pemuda yang bisa membantu Melati. Dia adalah Karang.

Karang adalah seorang pemuda yang mencintai anak-anak.Tetapi semua berubah ketika dia menngalami kecelakaan kapal laut dan tidak bisa menyelamatkan anak-anak yang ikut bersamanya. Rasa penyesalan dan trauma itu menjadikannya seorang pemabuk. Hingga kehidupannya berubah ketika Nyoya HK (bundanya Melati) memintanya untuk membantu melati. Awalnya karang menolak tapi ketika dia melihat melati, dia langsung bersimpati dan berempati dan berniat akan membantu melati.

Setelah beberapa waktu, ternyata sikap Melati tidak mengalami perubahan. Dan ini membuat karang frustasi dan kembali minum alkohol. Dan itu yang membuat Tuan HK marah besar dan mencoba mengusir karang. Tapi karena saat itu Tuan HK mesti ke perfi untuk urusan bisnis selama 21 hari. Karang meminta Nyonya HK untuk tetap membantu melati selama Tuan HK pergi dan berjanji tidak akan menyentuh minuman keras lagi. 

Melati masih belum bisa mengontrol sikapnya. Dia melempar semua barang yang ada didekatnya, dan ketika dia melempar celengan berbentuk ayam berbahan tanah liat saat itulah dia terluka karena memaksa berjalan diserpihan celengan yang telah pecah itu. Karang terus menjaga Melati dan berdoa semoga Allah tunjukan keajaibannya. (hiks... disini aku mewek mak)

Tiba saatnya Tuan HK pulang dan dia marah besar saat tahu Karang masih berada di rumahnya. Tapi karang tidak mau menyerah. Dan disaat itulah keajaiban muncul pada Melati yang sedang asyik hujan-hujanan. Saat Karang mengenalkan kata air kepada Melati, ternyata Melati mampu merespon dan menyebutkan air juga. Disini adegan paling mengharukan saat melati mampu mengenal dan memanggil Bunda, Ayah dan Pak guru.


Pasti bikin baper kan mak? Apalagi kalimat closingnya.
Kami Lahir lemah tanpa daya ya Allah
Kami lahir tidak melihat, Kau berikan mata
Kami lahir tuli, Kau berikan telinga
Kami lahir bisu, Kau berikan mulut
Kami lahir tak bergerak, Kau berikan kaki

Hiks bikin kita bisa lebih bersyukur mak. Karena sesungguhnya hidup yang kau jalani sesulit apapun pasti itu adil buatmu. Akan selalu ada hikmah dari semua yang sudah kita dapatkan dari Sang Pencipta. Dan mari lebih bersimpati dan berempati bagi orang penyandang 'kespesialan' itu. Walaupun mereka punya kekurangan, gak menjamin kita lebih baik daripada mereka. Penasaran dengan filmnya mak? Yuk tonton di sini.


20 komentar:

  1. Kayaknya pernah baca novel nya
    Tapi dah lama ya..
    Kayak de javu gitu..


    Kalo lagi hamil gini terus nonton beginian, pasti tersedu2 kayak dipukulin.

    Nanti jadinya orang kebingungan hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak dah lama tuh novelnya. aku aja yang baru baca. wkwkwk...

      Hapus
  2. Kakak juga dah lama punya buku tere liye yang itu dy...jadi penasaran sama filmnya

    BalasHapus
  3. namanya Helen Keller mak, bukan Helen Killer heheheh
    saya mengenal tokoh Helen Keller dari komik Topeng Kaca... ketika tokoh utamanya Maya Kitajima dan saingannya Ayumi Himekawa memerankan peran Helen Keller pada panggung yang sama di musim panggung yang sama, tapi secara bergantian, selang seling harinya. cuma itu drama teater, bukan filem... Cerita yang bagus. dan Helen Keller pun meninggal belom lama... saya tidak ingat tahun tepatnya, tapi klo gak salah tahun 2000an atau 90an ya... gitu de...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. typo mak. iya hellen keller. tuh bukunya di atas. Baru baca akhir tahun kmrn. sebelumnya aku udh pernah nonton film biografinya mak versi barat. dan adaptasi versi bollywood yang judul black. tapi bedanya guru hellen keller cwek tapi di kedua film adaptasinya cwok semua.

      Hapus
  4. Aku baru tau ada film versi India nya. Nice share kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang.. versi india judulnya black udah lama juga film itu tahun 2005 rilisnya

      Hapus
  5. aku nonton yang versi india kak, nangis bombay. Sejak itu aku bersyukur sekali punya mata yang sampai uumur 30 tahun ini belum rabun malah tajam setajam elang kalau lihat yang ganteng-ganteng hahah dan suara yang cempreng secemprengnya padahal aku cewek dan telinga yang diberi kelebihan bisa dengar suara ghaib kalau lagi kumat tapi aku bersyukur kali kak
    aku tau aku punya kelebihan itu ada hikmah tersendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. ada2 aja ah kk zikria ini. iya kak, nonton itu bukan cuma sekedar buat hiburan tapi juga bisa memberi hikmah bagi kehidupan kita. Versi baratnya juga keren kk, feelnya dapat. ya mungkin karena latar lokasi dan kejadian paling mirip dengan novel kisah Hellen Keller yang asli

      Hapus
  6. Aku termasuk pembaca novel2nya Tere Liye, tp yg moga disayang allah belum baca sih, nonton filmnya jg belum

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama bang.. aku malah baca karya dia yang terbaru dulu. kayak seri anak mamak dan seri bulan

      Hapus
  7. Baca ulasan ini saja udah bikin hati melow. langsung buka youtube ah.

    BalasHapus
  8. Pernah nonton film Helen Keller, kisahnya seru dan mengharukan, diajar oleh Anne Sullivan seorang guru penyayang namun tegas. Ternyata ada versi indonesIa juga ya? Sudah ada link Youtubenya juga jadi bisa langsung nonton. Thanks ya

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)