Wednesday, 6 February 2019

# Ibu Profesional # Me Time

NHW #2 MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA


Masuk minggu kedua saya jadi mahasiswinya martikuasi IIP batch#7. Pekan lalu kami belajar materi adab menuntut ilmu dan mendapatkan tugas ilmu kehidupan apa yang ingin kami pelajari, apa hal yang mendasarinya dan bagaimana cara menggapainya. Baca di nhw #1, nah untuk pekan ini kami mendapatkan  materi MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA. Ada 4 pertanyaan mendasar untuk membahas materi ini :


a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

Akan ku ulas dulu jawbannya sesuai materi yang didapat di kelas kemarin, sebelum mengerjakan NHW 2 (Nice Home Work) atau tugas mingguan.

APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna: perempuan yang telah melahirkan seseorang; sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna : bersangkutan dengan profesi; memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

Walaupun kita bisa belajar secara individu tapi belajar bersama akan lebih menyenangkan dan bisa menambah semangat. Apalagi di komunitas ini kita bukan hanya belajar secara teori tetapi juga dituntut mengaplikasikannya di kehidupan nyata.



BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.


APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“_Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA_”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena customer kita adalah anak-anak dan suami. Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Dari materi di atas, kami para mahasiswi martikulasi mendapatkan nice homework #2 untuk membuat CHECKLICT INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu. Berupa indikator yang bisa dijalankan oleh kita pribadi dengan kunci SMART yaitu
* SPESIFIK (unik/detil)
* MEASURRABLE (terukur,contoh : dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar
* ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
* REALISTIC (berhubungan dengan kondisi sehari-hari)
* TIMEBOND(berikan batas waktu)


Sangat mudah sebenarnya membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Tapi yang sesuai dengan kita dan yang bisa kita jalani dengan istiqomah itu yang sangat tidak mudah. Mengukur kemampuan diri yang bisa membuat kita bahagia menjalaninya sehingga orang terdekat di sekitar kita (baca : suami dan anak) juga akan merasa bahagia berada di dekat kita.


A. CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN SEBAGAI INDIVIDU



Ini adalah langkah awal melakukan perubahan menjadi ibu profesional kebangaan keluarga  memulai perubahan sebagai seorang individu.

*  Shalat fardhu (wajib) tepat waktu.  Maksimal 30 menit setelah azan berkumandang. Seperti yang sudah kuketahui sebelumnya shalat di awal waktu itu sangatlah utama. Agar jangan sampai kita tergolong jadi orang yang lalai dalam shalatnya. Tapi terkadang dengan alasan 'nanggung' saat mengerjakan sesuatu, aku masih sering menunda-nunda padahal azan sudah cukup lama berkumandang, ya walaupun gak sampai di akhir waktu juga sih tapi tetap saja seringkali merasa bersalah.

* Shalat sunah. Shalat sunah disini bisa tahajud, witir, dhuha dan rawatib. Walaupun amalannya gak sebesar shalat wajib, shalat-shalat sunah ini selain kita bisa memperoleh pahala juga ada manfaat lainnya seperti dhuha yang bisa mendatangkan rezeki. Shalat dhuha min 4x seminggu, shalat tahajud & witir 2x seminggu, shalat rawatib min shalat fajar (sebelum subuh) tiap hari.

* Tilawah Alquran. Walaupun belum bisa one day one juz, semoga bisa konsisten minimal 2 halaman per hari.

* Baca buku dan menulis. Beberapa bulan belakangan aktivitas membaca buku sudah sangat berkurang apalagi buku bacaan buat sendiri karena lebih sering memegang gawai dan membacakan buku  buat anak. Untuk kali ini semoga bisa baca 1 buku per minggu. Dan untuk menulis, karena sekarang lagi ikut belajar ngeblog dan menulis antalogi moga per minggu bisa 2 postingan di blog dan satu naskah per bulannya.

* Olahraga ringan. Sebenarnya rada malu nulis ini, karena ini yang paling jarang dilakukan. Sering mengabaikannnya dengan berbagai alasan. Semoga kali ini bisa dilakukan. Minimal bisa olaraga 15 menit per hari untuk permulaaan. 

* Menghadiri majelis ilmu. Ini juga wajib bukan cuma majelis ilmu via online tapi juga di offline, minimal datang liqo' tiap minggunya.


B. CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI



Sebenarnya mau ngobrol ma paksu dalam hal ini. Tapi karena ini awal bulan yang artinya jadwal paksu sedang padat plus lagi dapat tugas tambahan dari kantor, baiklah aku coba buat sendiri. Tapi sebelumnya udah pernah ngobrol begini jadi tinggal disesuaikan saja. Maaf ya hon, xixixi..

* Menyiapkan kebutuhan suami. Ini bukan cuma kebutuhan jasmaninya saja seperti baju kerja, makanan, dan lain-lain tapi juga kebutuhan rohani juga. Tau sendiri ya. Ga usah dibahas :D

* Menyambut suami pulang kerja. Sebisa mungkin selalu berada di rumah saat suami pulang dantetap terjaga menunggunya pulang larut jika beliau harus lembur. yang masih jadi PR adalah bersolek dalam hal penyambutan ini. xixixi.. seringnya keadaan diri masih kucel.

* Mengingatkan dalam hal ibadah. Membangunkan untuk shalat subuh, zakat harta, sedekah, menelpon ortu, dan lainnya.

* Mengobrol yang berkualitas. Yap, gak sekedar basa-basi suami istri juga perlu ngobrol berkualitas terutama dalam hal mencapai visi misi keluarga.

* Patuh dalam kebaikan. Contohnya sekarang suami memintaku untuk tetap di rumah dengan alasan tertentu dan karena itu memang dalam hal kebaikan insyaallah aku akan patuh, dan beberapa contoh lainnya. Suami adalah Al qowam dalam keluarga selagi perintahnya adalah kebaikan sebaiknya kita sebagai istri melaksanakannya.

* Menjaga kenyamanan rumah. Duh, maafkan istrimu  yang seringkali beliau pulang rumah masih dalam keadaan berantakan. Sebenarnya bukan itu saja tentang kenyamanan. Rumah minim teriakan juga akan menambah kenyamanannya dan itu PR terbesar bagiku.


C. CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN SEBAGAI IBU


 

Ibu itu madrasah pertama dan utama bagi keluarga. Jika ibunya berkualitas maka anak-anaknya juga akan berkualitas. Duh, PR banget nih. Hiks... merasa diri masih sangat jauh dari kata itu. Tapi walaupun demikian aku akan tetap berjuang. SEMANGAT ...

* Menyiapkan kebutuhan anak. Mulai dari makanannya, alat tempur mainannya,pakaian, dan lainnya. Selain itu kebutuhan ruhiyah anakpun jangan dilupakan

* Menjaga kesehatan. Karena kedua usia AuRa masih sangat rentang terjangkit penyakit, seperti flu, batuk dan sebagainya. Sebagai ibu harus senantiasa aware terhadap kebersihan makanan, pakaian dan lingkungannya. Plus memberikan vitamin bagi mereka.

* Membersamai anak. Semenjak mereka sekolah, merasa waktu membersamai mereka sangat berkurang. Semoga bisa terus diperbaiki. Terutama managemen pemakaian gawai. Inilah musuh utamanya saat ini. Minimal 30menit/hari untuk waktu yang berkuliatas dalam membersamai mereka belajar dan bermain.

* Mensoudingkan kebaikan. Mulai dari ibadah wajib hingga sunah. Dari yang terbesar seperti shalat hingga hal kecil seperti berbuat baik kepada teman. Mengajarkan adab, akhlak dan ibadah. Media yang paling sering kugunakan adalah melalui buku dengan metode bercerita, disanalah seringkali disisipkan nasehat.Wajib membacakan buku cerita sebelum tidur setiap hari.

* Menyusun program belajar. Sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar. Tapi di rumah pun mereka harus tetap belajar. Belajar disini bukan cuma matematika, ipa, ips ,dsb tapi belajar ilmu lainnya dengan catatan tanpa paksaan. Bisa melalui bercerita, percobaan sains, dan dengan bermain.

* Berbicara lemah lembut. Hiks... rumah minim teriakan adalah idaman yang belum tercapai hingga saat ini. Semoga kedepan bisa terwujud.

Dah keren belum checklist yang kubuat? Do'akan ya semoga aku bisa menjalaninya dengan konsisten. Jika terwujud aku akan memberi hadiah buat diriku sendiri sebgai wujud apresiasi. Gak perlu besar, cukup beli coklat or eskrim yang bisa dinimati di waktu me time aja cukup apalagi jika paksu bisa kasih bonus buat ke salon. wkwkwk.. itu sih ngarep. Ststst... mentang-mentang ada hadiah bukan berarti aku gak ikhlas menjalankannya ya. Karena ikhlas itu kunci utama buat bisa konsisten. Hadiah itu hanya bonus selain tentunya mengharap Allah ridho dengan perjuangan yang kulakukan.





19 comments:

  1. Dulu pernah gabung di wa grup IIP kak... Cuma awak kayaknya udah dikeluarin karena gak pernah kopdar ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi.. mau ikut lagi gak kk? nanti ku kabari klw buka kelas baru.

      Delete
  2. Dulu awak diawal awal jadi panitia penyumbatan bu Septi dan pak dodik ke medan. Bahkan sempat Souvenir hadiah utk beliau berdua kain batik bikinan awak sendiri. Tapi saat itu masih ngantor. Dan sempat nangis nangis curcol sama bu Septi soal galau hahahaha... Makin kesini, udah resign, malah menyibukkan jadi guru les dan supir anak anak malah pas diajakin yessy matrikulasi malah males ternyata udah batch 7 aja yaaa.. Sukses terus ya buuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah keren kk... aku sebenernya mau ikut dari 2 tahun yang lalu. tapi krn lagi fokus di komunitas lain baru tahun ini bisa ikutan

      Delete
  3. Sori typo, maksudnya penyambutan dan kopdar akbar

    ReplyDelete
  4. Untuk menjadi ibu juga harus profesional ya kak. Luar biasa ibu-ibu ini. Pengen belajar, tapi belum jadi seorang ibu. Apa boleh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus dek, ibu itu salah satu status terpanjang yang akan disandang oleh seorang wanita. jangan kerja di instansi aja butuh keprofesionalan, jadi ibu juga wajib punya banyak ilmu. boleh kok. ada teman kk yang ikut kelas ini masih single.

      Delete
  5. Two thumbs up

    Saya blm Kasi selamat buat umi AuRa mengenai kerjasamanya dengan tempo (?) Apa kompas (?)

    Pokoknya Selamat say.. Sukses terus...

    ReplyDelete
  6. Wah keren nih komunitasnya, jadi ibu pun musti profesional ya :)

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. iya kk.. mencoba meraih ilmu juga di sini :) Tapi Hijrah juga tetep kok, gak akan berpaling. Akan tetap belajar dan berkontribusi di sana. hehehe...

      Delete
  8. wih mantap kak..nanti pas dah nikah aq sharing2 ya ama kakak..ceklistnya cantik x memang dikit tp kadang ngisinya bl.bisa full

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada juga yang single ikut kelas ini kk. lebih keren malah. mempersiapkan sejak awal. kalau kami rasanya udah rada terlambat..

      Delete
  9. Ada kelas untuk calon ayah kah kak? Ternyata susah juga ya jadi Ibu Prefessional 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk.. rada susah bang kalau buat bapak-bapak. suamiku aja belum mau nyemplung yang beginian. PAling ikut seminar-seminar dan baca artikel parenting aja.

      Delete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular