Sunday, 17 February 2019

# Home Education # Parenting

KENALI 3 GAYA BELAJAR, LEJITKAN POTENSINYA

Setiap anak itu unik. Tidak ada yang bodoh sebenarnya, hanya saja sering kali orang tua dan guru belum menemukan gaya belajar yang sesuai bagi mereka sehingga seringkali memaksakan suatu gaya belajar yang tidak cocok bahkan tidak disukai anak itu.
3 Gaya Belajar yang dikenal di dunia pendidikan

Hingga tidak jarang banyak guru yang mengeluhkan muridnya menjadi trouble maker sebagai contoh di lingkup kecil (kelas) misalanya saja mereka suka menjahili temannya, suka 'ngobrol', jalan-jalan di kelas saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Begitupun dengan para orangtua yang bilang anaknya malas menghafal, lambat berhitung, dan sebagainya.

Padahal keselarasan gaya belajar dengan pribadi setiap anak itu sesuatu yang penting agar proses belajar menyenangkan. Jika anak-anak sudah senang dan enjoy dalam belajar itu bisa jadi salah satu kunci sukses keberhasilan mereka agar bisa menyerap serta mengembangkan pengetahuan dan informasi dalam proses belajarnya dengan baik.
Karena sekarang Auni dan Rais sudah memasuki jenjang pendidikan anak usai dini (TK). Sudah saatnya umminya buka kitab lagi (xixixi.. gayanya 😜 maklum waktu zaman kuliah cuma teori doank). Tapi sekarang saatnya diterapkan teori tersebut dan ini waktu yang pas buat memulai observasi duo AuRa.


Apa saya sih gaya belajar itu? Gaya belajar yang kita kenal itu ada 3, yaitu

1. Tipe Visual
Sumber gambar: Google (gurubumi)


Anak yang memiliki gaya belajar ini mendapatkan dan memproses informasi dengan memanfaatkan indera penglihatannya. Jadi segala sesuatu yang membuat matanya 'nyaman' akan menjadi hal yang sangat mudah untuk dia pelajari dan dia pahami.


Anak tipe visual ini sangat suka membaca buku. Terlebih lagi jika bahan ajar yang digunakan memakai grafik, ilustrasi,video, flash card, dsb. Mereka biasanya juga teliti dengan hal-hal yang kecil.

2. Tipe Auditori 

Sumber gambar: Google (gurubumi)

Tipe pembelajar yang memiliki gaya belajar Auditori tidak terlalu memerlukan kontak mata, tapi cukup mengoptimalkan indera pendengarannya. Ia biasanya belajar lewat suara keras atau listerning. Jadi jangan heran ketika diminta belajar, membaca buku dan menghafal, mereka lebih suka berteriak-teriak karena tipe ini sangat mudah terganggu konsentrasinya jika mendengarkan suara ribut saat belajar.

Anak tipe auditori ini juga lebih suka jika belajar menggunakan lagu, musik, dan berdiskusi. Karena selain suka mendengar, tipe ini juga suka berbicara. Fasilitas merekam pelajaran dan mendengar kembali rekaman tersebut juga bisa menjadi cara untuk mempermudahnya dalam belajar. 


3. Tipe Kinestetik

Sumber gambar: Google (gurubumi)

Anak dengan tipe kinestetik ini cenderung aktif dan merekalah yang paling sering mendapatkan label 'nakal' atau 'pembuat onar' di kelas, padahal dengan proses kegiatan belajar mengajar yang kebanyakan diterapkan di sekolah formal yang mengaharuskan muridnya duduk manis melihat dan mendengarkan pernjelasan dari guru sangat kurang bersahabat bagi tipe kinestetik ini.

Mereka lebih cocok untuk sekolah jenis sekolah alam yang belajar dengan mengekspolasi (menyentuh, bergerak dan praktek). Kalaupun misal mereka terpaksa di sekolah formal. Sepatutnya orangtua mengkomunikasikannya dengan para guru untuk mengizinkannya bergerak di sela-sela belajar misal seperti gaya stretching yang bisa dilakukan di kursinya sendiri.

Tentu untuk mengetahui gaya belajar yang sesuai denga anak, orangtua sudah selayaknya melakukan observasi. Dan tentu untuk ketiga tipe diatas berlaku mutlak 1 anak memiliki 1 gaya belajar. Biasanya ada kombinasi 2 gaya belajar, misalnya visual-audiotori, visual-kinestetik, atau audiotori-kinestetik.


Sumber gambar: Google
Jadi, Yuk jika kamu sudah menjadi orangtua segera lakukan observasi itu kepada anak-anakmu. Dan segera konsultasikan ke sekolah mereka. Atau sebagai modal dasar untuk mendampingi mereka di rumah. Kalau aku pribadi sudah melakukan observasi sejauh ini. Auni itu tipe visual-audiotori di tandain suka membaca, diskusi, tanya jawab, crafting ( dalam hal membuat media). Sedangkan Rais tipe auditori-kinestetik dia suka bergerak (gak bisa diam), menghafal melalui suara, tanya jawab, musik. Walaupun sebenarnya ini masih belum fix karena kemungkinan gaya belajar ini bisa berubah di fase 7 tahun kedua perkembangan mereka. Oleh sebab itu aku akan terus melakukan observasi.

Nah jika kamu seorang guru, lakukanlah pengamatan itu kepada murid-muridmu. Hingga kamu akan temukan kemudahan untuk mengajari dan mendidik mereka sesuai dengan gaya belajar yang mereka miliki.

Dengan mengenal gaya belajar yang cocok pada anak, kita akan membantunya melejitkan potensi yang ada di dalam dirinya dengan bisa memberikan rangsangan yang sesuai diri si anak.


No comments:

Post a Comment

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular