Friday, 18 January 2019

# Film & Book Review # Me Time

REVIEW BUKU 101 DOSA PENULIS PEMULA

Bagi penikmat novel Canting atau Eliana yang kemarin sedang ramai dibicarakan oleh kalangan emak-emak sejagad sosmed terutama Facebook. Pasti tidak asing dengan KBM (Komunitas Bisa Menulis). Karena novel-novel tersebut berawal dari cerbung yang diposting penulisnya di KBM.

Bukan Novel-novel itu yang mau saya bahas di tulisan ini. Tapi kalau tahu KBM, pasti kamu bakal tahu siapa pendiri dan pengasuhnya kan? Dia adalah Pak Isa Alamsyah dan di tulisan saya  kali ini mau membahas karya Beliau.

Pak Isa Alamsyah adalah seorang penulis produktif yang mempunyai istri yang berprofesi sebagai penulis juga yaitu Ibu Asma Nadia. Bagi pecinta novel pasti bakalan tidak asing mendengar nama tersebut. Selain novel karyanya yang sudah bertebaran di toko buku. Novel-novel itu juga  sudah banyak yang difilmkan. Sebut saja Ketika Surga yang tak Dirindukan, Bidadari Syurga, Assalamualaikum Beijing, Cinta 2 Kodi, dan lainnya.

Walaupun saat ini belum berani menulis cerita bergenre fiksi. Tapi sebagai penulis pemula yang belajar secara otodidak, buku 101 Dosa Penulis Pemula ini sangat cocok buat dilahap. Bermodalkan uang sekitar 30ribuan, saya berhasil mendapatkan buku ini dari seorang teman yang kemarin menawarkan buku-buku cuci gudang dari Asma Nadia Publishing House. Lumayan sekali kan uang segitu dapat buku bagus? Emak-emak banget. Tapi sebenarnya tak perlu khawatir harga asli buku ini juga masih tergolong ramah di kantong kok.


Judul : 101 Dosa Penulis Pemula
Penulis : Isa Alamsyah
Penerbit : Asma Nadia Publishing House (ANPH)
Tahun : Juni 2014
Tebal : 336 hal
ISBN :
978-602-9055-24-5

Dalam buku ini , pak Isa menuliskan.
Tidak ada penulis yang sempurna!  
Setiap penulis pasti pernah melakukan "dosa" kepenulisan dalam proses kreatifnya.

Bahkan ketika menulis buku ini, beliau sendiri melanggar bayak dosa kepenulisan. Hanya saja, karena diedit dan diperbaiki, beberapa kekhilafan sudah diinsafkan. Begitu pun, tidak mustahil ada beberapa dosa kepenulisan yang luput dan masih dilanggar dalam buku ini.

Nah, apalagi saat kita merasa sebagai penulis pemula kan? Pasti lebih banyak kekhilafan yang kita lakukan. Tapi jangan hanya karena pemula kita malah merasa wajar melakukan kesalahan itu.

Akan jauh lebih baik walaupun sebagai pemula kita mengerti aturan baku kepenulisan yang sebaiknya berpedoman pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),  dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Konten bahasa dan isinya (seperti alur, tokoh, setting, dsb) juga harus kita perhatikan.

Karena tidak menutup kemungkinan tulisan kita bisa dilirik oleh penerbit untuk dibubukan atau ketika kita menguploadnya di situs web, tulisan kita akan mudah diterjemahkan oleh google ke seluruh bahasa di dunia. Jadi pembaca tulisan kita bukan hanya orang yang mengerti bahsa indonesia saja.

Apa aja sih 101 dosa penulis pemula itu? Baik akan saya ulas sedikit ya. Kenapa sedikit? Karena kalau semua terlalu banyak, lebih baik beli dan baca bukunya langsung. :D

Bagian 1, Lima dosa utama: pengulangan kata atau gaya yang sama
Serangan aku adalah kesalahan paling banyak dan nyaris dilakukan semua penulis pemula yang menggunakan POV aku dalam tulisannya. Bahkan penulis profesional pun tidak jarang masih melakukan kesalahan serupa.
Perhatikan kalimat berikut:

Ketika kau pulang ke rumahku, aku buka pintu rumahku dan kullihat adikku sedang tidur (ada 6 serangan aku).
Kalimat ini  terlalu banyak kata aku dan ku dan sebaiknya dihilangkan sebanyak mungkin. setelah di edit, kalimat tersebut bisa menjadi lebih singkat.

Ketika pulang ke rumah, kubuka pintu dan kulihat adik sedang tidur (cuma pakai 2 aku).
Atau:
Ketika pulang ke rumah, kubuka pintu dan terlihat adik sedang tidur.
Atau :
Ketika pulang ke rumah, ku lihat adik sedang tidur.

Begitu juga dengan serangan anda, serangan nama, serangan kata sama, kecenderungan pada gaya yang sama. Sebaiknya gunakan satu atau dua saja dalam satu kalimat.

Bagian 2, lima dosa akibat klaimat tidak efektif atau tidak selektif
Seringkali penulis pemula menjelaskan sesuatu yang sudah jelas dalam tulisannya. Pemborosan kata membuat tulisan terkesan bertele-tele. misalnya :

Ketika saya masuk kedalam rumah saya, saya melihat dengan mata saya, istri saya berselingkuh.

kalimat di atas jelas tidak efektif karena menjelaskan banyak hal yang sudah jelas.  Masuk ya ke dalam mau ke mana lagi. Melihat ya dengan mata dengan apa lagi. istri saya, ya sudah jelas konteksnya di rumah sendiri tentu saja maksudnya istri sendiri, gak masuk akal membicarakan istri orang lain di rumah kita. Nah, semua ketidakefektifan itu bisa dibuang menjadi misalnya:

Ketika masuk rumah, saya melhat istri berselingkuh.
atau boleh agak panjang buat penekanan:
Ketika masuk rumah, dengan mata kepala sendiri, kulihat istri berselingkuh.

Jadi menjelaskan yang sudah jelas, menjamakkan yang sudah jamak, mengulang keterangan yang sudah diterangkan, berlebihan memberi tekanan, tidak selektif, efektif, dan bertele-tele merupakan lima dosa akibat kalimat tidak efektif atau tidak selektif.

Masih ada bahasan lain yang dikupas secara lengkap di buku ini. Kita akan diberikan contoh masalah dan juga penyelesaiannya.

Bagian 3, Empat dosa dalam ide
Menemukan ide merupakan langkah awal yang paling penting dalam menulis. Jika sudah menemukan sebuah ide lengkap, maka bisa dikatakan kita sudah menyelesaikan 50% proses dari sebuah tulisan. Maka diharapkan penulis pemula berpikir bagaimana caranya untuk tidak menggunakan ide biasa, pasaran dan tidak spesial; ide klise dan tidak orisinal; ide tidak menarik pasar pembaca; dan ide meniru.
Selain 3 bagian dosa diatas, masih ada 14 bagian dosa lagi. Berikut di bawah ini dosa-dosa tersebut:

  • Bagian 4: Delapan dosa dalam judul
  • Bagian 5: Delapan dosa dalam opening,
  • Bagian 6:Sembilan dosa dalam konflik
  • Bagian 7: Sembilan dosa dalam ending 
  • Bagian 8: Tiga dosa dalam detail
  • Bagian 9: Lima dosa dalam narasi atau deskripsi
  • Bagian 10: Sebelas dosa dalam karakter
  • Bagian 11: Lima dosa dalam diksi dan kosa kata
  • Bagian 12: Tiga dosa dalam setting
  • Bagian 13: Sembilan dosa dalam dialog
  • Bagian 14: Empat dosa dalam POV
  • Bagian 15: Empat dosa dalam alur dan plot
  • Bagian 16: Empat dosa dalam pesan
  • Bagian 17: lima dosa terkait mental dan sikap penulis  

Berikut foto daftar isi dosa penulis pemula





 


Sebagai kata penutup yang dituliskan dalam buku ini ada dua cara belajar kepenulisan.

Cara pertama adalah memberi tahu bagaimana menulis yang baik dengan berbagai teori. Metode ini lazim dulakukan di sekolah dan lembaga pendidikan.

Cara kedua adalah belajar dari kesalahan sendiri dan orang lain sehingga terhindar dari kesalahan yang sama. Metode ini diterapkan secara alamiah dalam kehidupan.

Dari jatuh, seorang anak belajar berdiri, berjalan, dan berlari.
Dari gagal, kita belajar sukses.
Dari masalah, kita berpikir mencari solusi.
Dari mengetahui dosa-dosa dalam menulis, kita mengerti bagaiman menulis dengan benar dan menarik.

Jadi walaupun kita sebagai penulis pemula yang belajar otodidak, teruslah belajar dan mencoba untuk menulis yang benar dan menarik. Agar karya kita bisa dinikmati banyak orang dan bisa memberikan manfaat bagi mereka. Salam literasi ... 



23 comments:

  1. ahaha, jadi berasa di sindir, tulisanku masih kacau balau bikin galau. Sepertinya perlu latihan menulis lebih banyak lagi nih.

    ReplyDelete
  2. Yok bahas buku ini supaya tulisan kita bagus dan mantap

    ReplyDelete
  3. Waduh, banyak sekali dosa ku di dlm tulisan 😢

    ReplyDelete
  4. Wih... ternyata dosa mwnulis ku jga banyak kyknya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. semua kayaknya mengalami hal yang sama bang.

      Delete
  5. Alhamdulillah kak. Gacil udh koleksi ini dari dua tahun ya lalu. Isinya sangat membantu perkembangan menulis Gacil. Nah, paling suka sama karya2nya Ayah Isa. Apalagi karya istrinya, Bunda Asma.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya baru-baru ini tertarik di dunia tulis-menulis eh ketemu buku ini lagi diskonan. jodoh deh..

      Delete
  6. Waah...kalau udah katam, lempar le bekasi mba Dyah aku tangkap pake baskom

    ReplyDelete
  7. Luar biasa.... masi banyak lagi yang harus diperbaiki. harus beli bukunya ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isinya memang bagus bang.. karena bukan cuma teori tapi ada contoh dan penjelasannya jadi kita makin paham.

      Delete
  8. wah.. aq adalah tipe dosa nomor 2 banget.. menurutku kalimat itu lebih asik aja dibuat detail hahHa

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ngeblog sih memang enak kak. karena masih tergolong bebas tapi tidak untuk nulis buku. apalagi jika mau ngirim ke penerbit mayor. hal-hal seperti ni jadi pertimbangan terbesar mereka buat nerima naskah kita.

      Delete
  9. Replies
    1. siap.. next. insyaAllah bakal keluar review buku parentingnya

      Delete
  10. heheheh...saya jadi ngeri nich baca buku 101 dosa penulis pemula, sebab saya adalah pemula, :) mudah2an dosa2 kita para pemula diampunan.Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixi.. gak butuh ampunan klw dosa ini kang. yang dibutuhkan perbaikan. semangat kang.

      Delete
  11. ini buku lama banget kan mba?
    di buku ini juga bikin kita sadar bahwa nulis ga boleh pantang menyerah

    ReplyDelete
  12. makasih banget mba ulasannya, udah lama pengen beli buku ini, kira-kira masih ada gak ya?

    ReplyDelete
  13. Lihat daftar isi sudah bisa mewakili *tapi hanya sedikit. Saya anak baru dalam dunia penulisan, Mbak. terima kasih sudah mengulas buku ini

    ReplyDelete

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akunnya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)

Popular