Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 24 Januari 2019

FILM HOPE, MENGAJARKAN UNTUK SELALU WASPADA

Film Korea ini berjudul “Hope“, namun judul asli dalam film ini adalah “Sowon” dalam bahasa korea yang berarti “keinginan”. Pembuatan film ini dimulai 13 April 2013 di Changwon, Korea Selatan dan selesai pada 24 Juni 2013 di Busan. sedangkan perdana ditayangkan pada tanggal 2 Oktober 2013 dan dikenal juga dengan judul “Wish” yang di produksi oleh Lotte Entertaiment.



Film ini berkisah keluarga biasa yang ayahnya pekerja pabrik dan ibunya membuka toko kecil di depan rumah. Pada suatu pagi yang gerimis sang anak (So Won) harus pergi ke sekolah sendiri karena ditinggalkan teman-temannya. Awalnya ibunya menawarkan mengantarkannya tapi karena So WOn sedang kesal dengan ibunya, dia menolak tawaran itu. Memang sekolahnya tak jauh dari rumah jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki.

So Won terus berjalan ke sekolah ketika tiba-tiba seorang pria berdiri di depan So Won. Pria itu memegang layangan putus dan menyapa So Won. So Won melihat gerbang sekolah yang sudah dekat. Tapi Pria itu bertanya apa dia boleh meminjam payung So Won? So Won merasa takut. Dia melihat ke belakang tapi tidak ada orang sama sekali. Hujan membuat jalanan tersebut sepi. Disinilah cerita tragis itu bermula.

Beberapa jam kemudian sang ayah mendapat telepon dari polisi yang mengabarkan anaknya berada di rumah sakit. Bergegas sang ayah dan ibu menuju rumah sakit. Dan ternyata saat melihat anaknya... (huuuuaaaa... di sini moment yang bikin aku mewek pertama kali saat menonton ini)




Sang ibu benar-benar shock melihat sang anak telah menjadi korban pelecehan seksual dan fisik dengan tubuh penuh luka dari muka hingga kaki. Bahkan CT Scan menunjukkan banyak luka dan koyakan dari anus sampai ke usus besar terburai sehingga dia harus di operasi kolostomi (pengangkatan usus) yaitu di buat sebuah lubang supaya usus kecilnya berada di luar (buang air-nya di tampung dalam plastic bag). Dia harus hidup seperti itu seumur hidupnya. (Bisa dibayangkan kan mak?)

Saat sadar So Won bertanya pada ayahnya
“Yah. Bagaimana dengan pekerjaaan, ayah?” tanya So Won.


“Kerjaan? Aku sudah menyelesaikan semuanya.”


“Aku pikir ayah dan ibu akan sibuk… ” ujar So Won dengan suara bergetar menahan tangis. “Tapi orang jahat itu harus ditangkap… aku sakit sekali… jadi, aku menelpon 911,” lanjut So Won perlahan. “Dia mengenakan celana krem. Dan rompi dengan banyak kantong… orang jahat itu. Dia harus ditangkap.”

Tapi ternyata tidak semudah itu menangkap penjahatnya. Kurangnya bukti mempersulit proses tersebut. Sedangkan keadaan SO Won sendiri dalam trauma berat. Saat Polisi menunjukkan beberapa foto-foto pria yang berkemungkinan menjadi pelakunya. Tepat di sebuah foto, So Won menunjukkan reaksi. Itu adalah pelaku. Dari kejadian ini trauma So Won semakin menjadi dia menjadi tertutup dan tidak mau bertemu laki-laki bahkan dengan ayahnya sendiri. Sedangkan ibunya tidak bisa berbuat banyak karena sedang mengandung juga dan kondisinyapun kurang begitu baik hingga harus dirawat di rumah sakit juga.


Bersyukur ada seorang terapis dari sebuah yayasan bernama "Sunflower" yang membantu menangani trauma anak-anak yang dilecehkan secara seksual. Terapis tersebut menyewa beberapa konstum tokoh kartun kokomong untuk menghibur So Won.




Bahkan sang Ayah rela memakai busana kokomong setiap ingin berjumpang dengan anaknya karena So Won tidak mau melihat dan berbicara dengan ayahnya. Ternyata hal ini bisa membantu So Won untuk sembuh. Dibantu sang terapis yang ternyata mengalami kejadian mirip, anaknya korban pelecehan seksual dan memilih untuk bunuh diri. Itulah yang menyebabkan sang terapis ingin menolong anak-anak yang mennngalami kejadian serupa. Beberapa kali terapis tersebut bertemu dengan So Won dan akhirnya So Won mampu untuk bangkit walaupun tidak semudah yang dibayangkan karena teman-teman So Won yang tidak begitu mengetahui kejadiannya berupaya mencari tahu apa yang terjadi pada So Won terutama saat So Won menyembunyikan plastic bag kotorannya di dalam bajunya dan itu tentu saja menjadi luka tersendiri pada diri So Won. Bersyukur para sahabat dan orangtua terus ada bersamanya.

 

Bagaimana dengan nasib pelaku? Beralibi mabuk dan bajunya dicuri. Pelaku terus membela diri kalau dia tidak ingat. Dia bahkan berkata kalau dia rela dihukum mati jika dia melakukannya, masalahnya dia tidak ingat melakukan hal tersebut. Pembela juga memberikan hasil RS yang menyatakan kalau pelaku adalah pencandu alkohol. Yang membuatnya akhirnya hanya dihukum 12 Tahun.

Adilkah? Tentu saja saya berpikir tidak. Pelaku tersebut harusnya dihukum mati. benar gak mak? Balasan setimpal atas perlakuannya membuat anak-anak menderita seumur hidup.

Dari film hope ini aku belajar tentang kasih sayang seorang ayah yang rela mensuport anaknya yang sedang terpuruk dan menjadi orangtua untuk terus selalu waspada menjaga anak-anak. Dulu mungkin banyak yang bilang menjaga ank perempuan itu lebih sulit. Tapi tidak di zaman sekarang, karena para pedofil juga mengincar anak laki-laki.

Jika ditanya berapa banyak kejadian nyata terjadi seperti yang dialami So Won? Jawabnya banyak, bahkan sangat banyak. 

Bagi tipe yang rada protectif seperti aku. Senantiasa meminta perlindungan dari Yang Maha Melindungi. Memilih mengantar jemput anak-anak sendiri atau dengan bantuan pak suami. Meminta sekolah untuk lebih perhatian dengan orang asing yang berada di sekitar sekolah. Dan membekali anak-anak untuk tidak mudah percaya kepada orang asing. Bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya di blog ini. Parenting Blogger Medan : Roemah AuRa. Ajari anak melindungi dirinya sendiri..

Benar slogan program berita kriminal  di salah satu saluran televisi swasta. Bahwa kejahatan itu bukan hanya karena ada niat dari pelaku tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!


14 komentar:

  1. Film wajib donlod ini ahaha makasi review nya kk

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak.. di facebook juga udah ada yang upload versi lengkap sub indo nya

      Hapus
  2. ih ya allah kak..membayangkan hal tu terjadi ama.keluarga sendiri mungkin aq kak langsung buat cara buat balas dendam .. lgsg berubah aq jadi lebih sadis dari si penjahat itu. biar dia nerasakan apa yg dirasakan anakntu. biar dia jera.karena sejatinya ada sisis gelap manusia yg bisa keluar saat dia mengalami hal yg membuatnya sakit sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kk.. apalagi penjahatnya cuma di hukum 12 tahun. bentar kali ya kan?

      Hapus
  3. Anak adalah harta yang paling berharga. Jadi, kalau ga diperhatikan, bisa berimbas fatal. Inilah contohnya ya kak... Dibiarkannya anak ke sekolah padahal masih kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bang.. makanya jadi ortu zaman sekarang mesti lebih waspada

      Hapus
  4. Intinya tidak semua Drakor itu percintaan kok. Ada banyak yg bisa diambil hikmah dari setiap ceritanya. Contohnya Dream Hight

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, bener gacil. asal kita selektif banyak kok film korea yang berkualitas.

      Hapus
  5. Bagus review nya kakak. Bisa ni buat nonton bareng di even nobar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget, asal yang nontonnya sepakat, wkwkwk...

      Hapus
  6. tontonan selanjutnya nih keknya. tapi bakalan nangis bombay sepertinya setelah nonton...

    nice review kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga gitu kk.. mewek nonton ini apalagi punya anak seusia tokohnya

      Hapus
  7. Gak berani nonton, takut naik tensi 😥

    BalasHapus

Terimakasih banyak sudah berkunjung dan kasih komentar. Mohon masukkan akun googlenya ya. Semoga yang saya share bermanfaat. :)