Dyah ummu AuRa. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 31 Januari 2019

NHW #1 ADAB MENUNTUT ILMU

Januari 31, 2019 0 Comments
Menjadi ibu tidak ada sekolah formalnya. Padahal menjadi ibu itu salah satu status paling lama yang akan disandang oleh wanita. Bersyukur ada sekolah berbasis online yang digawangi Ibu Septi peni Wulandani bernama Institus Ibu Profesional  yang berdiri  sejak tanggal 22 Desember 2011. Komunitas ini lahir dari kota kecil, Salatiga, di kaki gunung merbabu. Sekarang sudah merambah di 45 titik simpul kota/kab di Indonesia dan menyebar ke 4 negara. yang berdiri .

Rabu, 30 Januari 2019

PENTINGNYA EGOSENTRIS PADA ANAK USIA DINI

Januari 30, 2019 51 Comments
Kemarin ada anak tetangga mengambil mainan yang sudah rusak punya si Rais. Ku kira karena sudah rusak jadi aku biarkan anak tersebut mengambilnya. Ternyata si Rais sangat tak senang hingga berujung tantrum.

"Mamas gak mau. Mainan diambil adek itu," ujar si bungsu kami ini.

"Kan mainan itu dah rusak, Mas. Gakpapa ya nak? Nanti ummi kasih yang baru"

Karena ku pikir mainan itu memang sudah rusak jadi tak ada salahnya diambil. Ternyata tidak begitu pemikiran Rais. Dia marah dan mengamuk. Padahal aku menawarkan mainan serupa yang baru, ya baru saat itu juga (berhubung memang ada stok sisa barang jualan). Tapi ternyata itu tidak membuat dia berhenti menangis.


Hari Ahad lalu ( 27 /01/ 2019) saat mengikuti kelas komunikasi anak "Memperbaiki Pola Asuh dengan Komunikasi yang Tepat" bersama Emak Safithrie Sutrisno. Aku serasa ditampar bolak-balik. Ternyata yang aku lakukan kemarin sebuah kesalahan yang sangat fatal dan kejadian yang menyakitkan bagi Rais. 

Ternyata yang dilakukan Rais itu sangat lumrah. Tindakan tersebut muncul karena adanya sifat egosentris. Semua manusia pasti memiliki ego. Sifat yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, sifat ini dimiliki anak-anak dan dewasa. Tapi jika anak-anak dinamakan egosentris, maka orang dewasa itu dinamakan egois.

Kenapa berbeda ya antara egosentris dan egois? Ya tentu saja berbeda. Egosentris tercipta dimana seorang anak belum mampu untuk memahami pikiran orang lain, sedangkan egois dia sudah mampu untuk memahami pikiran orang lain, namun dia tidak mau untuk memahami orang lain.

Sifat egosentris inilah yang mendominasi anak usia dini kisaran 2-6 tahun. Selain kejadian yang dialami Rais di atas. Ada contoh lain, misalnya si adek punya makanan dan tidak mau berbagi dengan kakak, sebaiknya yang kita lakukan adalah menghargai pendapat si adek dan memberi pengertian ke si kakak. Mungkin ada yang berpikir, duh masih kecil kok gak diajari berbagi sih, kok masih kecil udah pelit, dan pendapat negatif lainnya yang sejenis.

Padahal sangat penting untuk mengisi kantung jiwa egosentris ini pada anak usai dini. Agar saat dewasa dia mampu menghargai orang lain. Sebaliknya jika egosentris ini tidak terpenuhi, anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang egois karena dia merasa saat masa kecil pendapatnya tak dihargai sehingga dia akan melakukan hal yang sama kepada orang lain. Yang ada dalam dirinya hanya kepentingan diri sendiri saja, tidak peduli dengan orang lain yang disekelilingnya itu bukan menjadi urusannya. Menyeramkan bukan? Dan itulah yang terjadi disekeliling kita sekarang. Contoh kecilnya seseorang yangn egosentrisnya tak tertuntaskan dimasa kecil dan saat dewasa menjadi pemimpin, yang dipikirkannya hanyalah bagaimana caranya memperkaya diri sendiri.

Kusangka hal ini sangat remeh dan awalnya aku ingin mengajarkan Rais bisa berbagi sejak dini. Makanya jika ada kejadian yang serupa, kata emak safitri yang kulakukan adalah menanyakan keinginannya dahulu.

Apakah dia mau meminjamkan atau memberikan suatu barang kepada orang lain? Jika dia mau meminjamkan atau memberikan haruslah karena benar keinginannya bukan karena intimidasi pihak-pihak tertentu. Sebaliknya jika dia tidak mau melakukannya  maka sikap kita adalah menghargainya, memintanya untuk menyembunyikan barang tersebut atau membiarkannya main sendiri untuk sementara waktu sehingga keributanpun dapat diminimalisir.


InsyaAllah jika kantung jiwa egosentris ini telah terpenuhi, anak-anak akan mulai belajar berbagi tanpa perlu kita suruh lagi. Dan kelak ketika mereka dewasa mereka akan menjadi manusia yanng mempunyai rasa simpati dan empati yang tinggi terhadap sesamanya.

Tapi perlu diingat, tidak smeua keinginan anak juga harus dipenuhi ya mak. Sebagai orangtua kita tetap harus memiiliki batasan. Apa saja itu?
  • Tidak melanggar syariat dalam ajaran agama kita:
  • Tidak melanggar norma/adat yang belaku di dalam suatu masyarakat; dan
  • Tidak membahayakan dirinya dan orang lain disekitarnya.

Ternyata ada banyak hal yang ku anggap hal yang kecil dalam proses pengasuhan ternyata berdampak besar pada diri sang anak nantinya. Memanglah menjadi orangtua itu harusnya punya banyak ilmu.



Kamis, 24 Januari 2019

FILM HOPE, MENGAJARKAN UNTUK SELALU WASPADA

Januari 24, 2019 14 Comments
Film Korea ini berjudul “Hope“, namun judul asli dalam film ini adalah “Sowon” dalam bahasa korea yang berarti “keinginan”. Pembuatan film ini dimulai 13 April 2013 di Changwon, Korea Selatan dan selesai pada 24 Juni 2013 di Busan. sedangkan perdana ditayangkan pada tanggal 2 Oktober 2013 dan dikenal juga dengan judul “Wish” yang di produksi oleh Lotte Entertaiment.

Jumat, 18 Januari 2019

REVIEW BUKU 101 DOSA PENULIS PEMULA

Januari 18, 2019 22 Comments
Bagi penikmat novel Canting atau Eliana yang kemarin sedang ramai dibicarakan oleh kalangan emak-emak sejagad sosmed terutama Facebook. Pasti tidak asing dengan KBM (Komunitas Bisa Menulis). Karena novel-novel tersebut berawal dari cerbung yang diposting penulisnya di KBM.

Bukan Novel-novel itu yang mau saya bahas di tulisan ini. Tapi kalau tahu KBM, pasti kamu bakal tahu siapa pendiri dan pengasuhnya kan? Dia adalah Pak Isa Alamsyah dan di tulisan saya  kali ini mau membahas karya Beliau.

Sabtu, 12 Januari 2019

MENSTIMULASI KETERAMPILAN BERPIKIR ANAK BALITA

Januari 12, 2019 26 Comments
Anak manusia itu butuh stimulasi. Kok gitu sih?
 
Sudah sangat jelas sebenarnya, seekor anak burung tidak perlu diajarkan induknya untuk terbang tapi mereka mampu mengepakkan sayapnya sendiri. Begitupun dengan seekor ikan, tidak perlu diajarkan induknya untuk berenang mereka sudah lihai mengarungi samudera. Asalkan hewan dibiarkan tumbuh dan berkembang, mereka akan melakukan ‘kewajibannya’ secara alami. Tidak ada perintah untuk para hewan agar mendidik anak-anaknya. Tapi tidak dengan anak manusia, mereka perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin.

Jumat, 11 Januari 2019

THE GIVING TREE, SEBUAH KISAH TENTANG MEMBERI TANPA MENGHARAP BALAS

Januari 11, 2019 29 Comments
Sebagai pecinta buku terutama buku anak, awalnya ketika melihat postingan teman di FB untuk pertama kali, jujur saya merasa kurang begitu tertarik karena tidak seperti buku anak pada umumnya yang biasanya penuh animasi lucu dengan tampilan yang full colour. Tapi tidak dengan buku ini, yang hanya berisi animasi dengan warna putih-hitam-merah saja. Karena penasaran, soalnya review dari teman-teman sesama pecinta buku anak bilang kalau buku ini bagus. Akhirnya saya beli dengan harga yang cukup murah kala itu kalau gak salah cuma dua puluh lima ribu.

Selasa, 08 Januari 2019

MEMANAH DAN BERKUDA BARENG HIJRAH

Januari 08, 2019 2 Comments
Bagi kami liburan tak hanya sekedar refreshing saja tapi juga harus bernilai edukasi bagi duo AuRa. Libur pertengahan semester anak-anak kali ini bertepatan dengan hari raya umat kristiani yang artinya libur panjang juga bagi para pekerja. Karena alasan itu untuk menuju wisata luar kota terasa kurang recomended bagi kami yang malas menghadapi macet. Ya walaupun katanya tol baru bisa mengatasi rute medan-siantar tapi mendengar kabar longsor di rute siantar-prapat tentu jadi pertimbangan kami. karena emang kemarin niatnya mau liburan kesana.

Sabtu, 05 Januari 2019

FTM VS WM, MARI MEMANDANG DARI KEDUA SISI

Januari 05, 2019 30 Comments

Bicara soal FTM VS WM itu gak ada matinya.  Apa sih FTM? Itu loh kepanjangan dari Full Time Mom bahasa kerennya dari ibu rumah Tangga. Sedangkan WM  itu sendiri kepanjangan dari Working Mom atau ibu pekerja.  Setiap dibahas pasti banyak menimbulkan pro kontra dan hasilnya bikin suasana rame dan jadi gak nyaman.